Log in

Selamat Datang Era Bermartabat

Presiden RI Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Drs H Musa Rajekshah MHum, bersama delapan provinsi lainnya, Rabu (5/9), di Istana Negara Jakarta. Presiden RI Joko Widodo melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Drs H Musa Rajekshah MHum, bersama delapan provinsi lainnya, Rabu (5/9), di Istana Negara Jakarta.

Sumutera Utara (Sumut) kini memiliki pemimpin baru melalui pesta demokrasi 27 Juni 2018 yang berlangsung kondusif, menghantarkan pasangan Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Drs H Musa Rajekshah MHum untuk memimpin Sumut Periode 2018-2023. Provinsi Sumatera Utara yang maju, aman, sejahtera dan bermartabat pun menjadi harapan dan keinginan masyarakat. “Selamat datang Era Bermartabat”

Bersama dengan 8 pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih lainnya pada Pilkada Serentak 2018, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 2018-2023 yakni Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Drs H Musa Rajekshah MHum dilantik oleh Presiden Ir H Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, pada 5 September 2018.

Sebanyak 14,28 juta penduduk Sumut dengan segudang pengharapan pun menunggu sapa dan kerja nyata dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang baru. Menuntaskan berbagai persoalan yang selama ini mendera, menuju Sumatera Utara yang sejahtera dan bermartabat.

Drs Eko Subowo MBA, Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) yang saat ini bertugas untuk mengisi kekosongan pimpinan pemerintah daerah Provinsi Sumut, turut mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Sembari mengingatkan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah untuk selalu mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Selamat, bukan saja karena telah resmi menjadi pemimpin Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu). Lebih penting dari itu, karena telah berhasil memenangkan hati dan kepercayaan masyarakat Sumut,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Senin (3/9).

Setelah dilantik, diharapkan keduanya bisa menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur yang mengayomi masyarakat Sumut secara adil dan menyeluruh, bukan hanya pada sebagian kelompok yang menjadi pemilih dan pendukung keduanya saat Pilkada saja. “Sudah menjadi hal yang lumrah jika masyarakat terbagi  menjadi kelompok-kelompok pendukung calon tertentu saat Pilkada. Salah satu khas euforia demokrasi. Namun, saat Pilkada berakhir, dan hasil akhir telah ditetapkan, semua pihak wajib bersatu kembali,” katanya.

Begitu juga dengan masyarakat. Terlepas dari siapapun calon yang diusung saat Pilkada, masyarakat harus bisa menerima dan mendukung kebijakan-kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah terpilih saat ini. Eko yakin dengan adanya perasaan saling menerima dan mendukung antara pemerintah dan masyarakatnya, akan semakin mudah untuk meningkatkan kegiatan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan terhadap publik di Sumut.

Selain menyesuaikan dengan visi dan misi dan program saat kampanye, kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih, Eko menyarankan agar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mendatang juga disinergikan dengan program prioritas nasional.
 

“Visi, misi, dan program-program ketika kampanye juga merupakan sesuatu yang harus dicapai. Akan tetapi, prioritas nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat juga perlu disukseskan di Sumut,” sarannya.

Eko beranggapan bahwa dengan perencanaan pembangunan yang bersinergi antara provinsi dan pusat, maka pelaksanaan dan perwujudan program pembangunan akan lebih mudah terealisasi.

Kendati baru tiga bulan menjabat sebagai Pj Gubsu, Eko mengamati ada dua faktor penting yang menjadi penentu kemajuan Sumut, yakni infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Kedua faktor penentu tersebut, penting untuk dijadikan sebagai prioritas yang perlu diperhatikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam upaya mempercepat kemajuan Sumut.

Sumut, bukan saja memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah tetapi juga keindahan alam yang menakjubkan. Berbagai potensi, baik pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan, panas bumi, gas, tersedia di Sumut. Begitu pula potensi wisata, salah satu yang legendaris yakni Danau Toba yang saat ini sedang didaftarkan menjadi UNESCO Global Geopark.

“Infrastruktur menjadi penting karena infrastruktur lah yang menjadi konektivitas atau jembatan penghubung antara kita dengan SDA yang berlimpah tadi, juga dengan keindahan alam yang memukau tadi. Jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, listrik, air bersih, jika semuanya bagus, Saya pikir Sumut akan menjadi daerah yang luar biasa hebatnya,” jelasnya.

Faktor penting berikutnya, yakni SDM berkualitas. Berbicara SDM, bukan persoalan kuantitas melainkan kualitas dan daya saing. Pendidikan, khususnya yang bersifat vokasional atau kejuruan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu usaha wujudkan SDM berkeahlian dan berketerampilan yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja di lapangan.

 “Sehingga kita tidak perlu lagi impor tenaga kerja dari luar Sumut, apalagi dari luar negeri atau tenaga asing. Dari dalam Sumut saja itu bisa dicapai, selama pendidikan vokasi yang dikembangkan tadi, keluarannnya atau alumninya bisa match dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Eko juga mengaku senang bisa mendapat amanah bertugas di Sumut. Baginya, Sumut merupakan daerah yang menarik, sangat heterogen tetapi memiliki rasa solidaritas dan toleransi yang kuat dan terawat.

 “Mudah-mudahan di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur baru, Sumut semakin maju, berdaya saing tinggi, semakin bermartabat, dan kesejahteraan masyarakatnya semakin meningkat. Sumatera Utara adalah provinsi yang besar, dengan jumlah penduduk terbanyak di luar pulau Jawa. Semoga di masa depan, martabatnya pun kian besar diantara provinsi-provinsi lain yang ada di Indonesia,” harapnya dengan tulus.

Ucapan selamat juga datang dari Prof Dr Sirojuzilam SE, Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) sekaligus pengamat ekonomi di Sumut. “Fakta penting yang kita ketahui bersama ialah bahwa pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur kita ini, terpilih secara demokrasi. Artinya, Mereka mendapat kepercayaan dari masyarakat Sumut. Keduanya adalah orang yang tepat untuk ini,” ujarnya.

Menurut Siro, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Sumut ke depan, sangat tergantung pada langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur baru. Pada dasarnya, perekonomian di Sumut sudah termasuk luar biasa. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhannya yang tumbuh setara dengan pertumbuhan nasional.

Begitu pun dengan potensi investasi di Sumut. Kesempatan investasi ini kian meluas karena didukung oleh Kawasan Industri Medan, Kawasan Industri Deli Serdang, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Bandara Kualanamu, begitu pun dengan kawasan khusus Danau Toba.

 “Semua sumber daya melimpah dan potensi luar biasa ini, hanya akan berguna jika leader atau pemimpinnya bisa mengelola. Semua tergantung komitmen Gubernur/Wakil Gubernur terpilih, dan saya melihat komitmen ini ada pada pasangan Edy-Musa. Semoga komitmen untuk menjadikan Sumut bermartabat dan terpandang di Indonesia ini diwujudkan saat mereka mulai memimpin,” harap Sirojuzilam.

Siro menyarankan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah untuk membentuk aliansi strategis. Jangan hanya fokus pada perbaikan manajemen pemerintahan saja, tetapi juga memberdayakan dan mengadvokasi masyarakat Sumut. Setelah melaksanakan pemerintahan dengan baik dan transparan, serta jauh dari tindakan korupsi, Gubernur dan Wakil Gubernur kemudian bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arah pembangunan Sumut. Jika masyarakat terperdayakan dengan baik dalam progam pembangunan dan aktivitas ekonomi, maka mereka akan mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

“Dengan begitu, kita akan memperoleh kesejahteraan yang lebih baik dari hari-hari yang lalu. Potensi yang luar biasa, tidak mungkin bisa dikelola oleh pemerintah sendirian, masyarakat pun harus turut berpartisipasi,” katanya.

Kalangan anggota DPRD Sumut juga mengucapkan selamat. Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy mengatakan bersyukur karena jadwal pelantikan Gubernur-Wakil Gubernur dipercepat dari wacana yang sempat berkembang beberapa waktu lalu. “Hal ini membuat persiapan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut defenitif semakin memadai,” ujar Ikrimah.

Selain berharap Gubernur-Wakil Gubernur Sumut defenitif segera melakukan berbagai pembenahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam upaya percepatan pembangunan di daerah ini, politisi PKS tersebut juga mengingatkan tentang event Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) XXVII yang dilaksanakan di daerah ini. “Harus ada langkah serius dalam mempersiapkan agenda yang akan manjadi kebanggaan Sumut ini,” katanya.

Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya,    harapan seluruh masyarakat adalah agar pemimpin baru nantinya dapat membawa kebaikan bagi pembangunan Sumatera Utara ke depan. “Ya kita berharap visi misi mereka bisa diwujudkan untuk kepentingan seluruh masyarakat. Karena itu kita harus mendukung program pembangunan yang akan dijalankan,” sebutnya.

Juliski pun mengingatkan, saat ini tidak ada lagi cerita tentang kontestasi pada Pilkada lalu. Sebab masa kampanye dan persaingan politik sudah usai. Kini keduanya adalah milik seluruh rakyat Sumut, bukan hanya tim sukses dan para pendukung.

“Mereka (Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah) adalah Gubernur-Wakil Gubernur seluruh masyarakat Sumut. Kita harus mendukung program pembangunan yang dijalankan untuk semuanya. Bersama-sama menyongsong Sumut yang sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya.**

======   Profil Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut ========

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi

Letnan Jenderal (Purn) TNI Edy Rahmayadi adalah sosok Gubernur Sumut yang lahir di Provinsi Aceh, tepatnya di Kota Sabang, pada 10 Maret 1961. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) ini merupakan anak dari Almarhum Kapten TNI Rachman Ishaq, seorang penduduk asli Kota Medan, bersuku Melayu Deli. Mengawali karir, mengikuti jejak sang ayah sebagai Abdi Negara, di Sekolah Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada 1985.

Namanya kemudian mengisi posisi sebagai Komandan Bataliyon di jajaran Kopasus TNI AD. Sejak itu, karir sang Jenderal terus naik dari Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan (1998), Kepala Staf Korem 031/Wirabraja Kodam I/Bukit Barisan (2004), Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (2010), Dir Pemantapan Semangat Bela Negara dan Deputi Bidang Pemantapan Nilai Kebangsaan LEMHANAS RI (2013).

Setelah kemudian menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan periode Januari-Agustus 2015, jabatan terakhir beliau adalah Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), sebelum memutuskan memberikan tenaga dan pemikirannya untuk memimpin Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

Tak hanya karir militer, Edy Rahmayadi juga terpilih menjadi Ketua Umum PSSI ke-16 pada Kongres di Jakarta, 10 November 2016 lalu, dengan dukungan terbanyak 76 suara. Posisi ini menunjukkan bahwa seorang Gubernur terpilih di Pilkada Juni lalu, pecinta olahraga, pecinta sepak bola. Sebab, melalui jabatan yang dimilikinya saat itu, suami dari Nawal Lubis seperti terpanggil untuk membangkitkan sepak bola tanah air yang sedang megalami kondisi vakum.

Bukti kecintaannya, Edy pun langsung turun gunung dalam upaya membangkitkan klub sepakbola PSMS Medan hingga menjadi juara Piala Kemerdekaan 2015. Berangkat dari situ pula, namanya yang belum begitu menonjol di Nusantara, kemudian dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI oleh kelompok K-85 (kumpulan dari 85 klub pemilik suara dalam Kongres PSSI). Saat itulah Edy Rahmayadi memimpin organisasi besar Sepakbola Nasional.

Tak sampai disitu, meskipun kesempatan berkarir hingga jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) masih terbuka, sang Jenderal Bintang Tiga ini memilih untuk ‘pulang’ ke kampung halamannya di Sumatera Utara yang menurutnya perlu dibenahi. Kepemimpinan yang baik, bermartabat di segala bidang, menjadi perhatiannya yang kemudian tertuang dalam visi misi di masa pencalonan dirinya bersama sang Wakil Gubernur, Musa Rajekshah.
 

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah

Dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, sampai dipercaya sebagai Wakil Gubernur Sumut mungkin tak terpikirkan sebelumnya oleh seorang Musa Rajekshah. Putra kelahiran 1 April 1974 ini adalah anak kedelapan dari Sembilan bersaudara dari pasangan H Anif dan Hj Syarifah Rahmah.

Meskipun sang ayah adalah tokoh yang dikenal cukup tersohor dan sukses, tidak lantas membuat kehidupannya jadi mudah untuk meraih kesuksesan itu. Sebab baginya, semua harus melalui proses yang tidak instan.

Sang Wakil Gubernur ini pun adalah sosok seorang yang super aktif. Sapaan akrabnya Ijcek, yang kemudian menjadi panggilan ketokohan yang diucapkan banyak orang, mengisi posisi di berbagai organisasi seperti Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut, Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Pengurus Daerah Persatuan Menembak Indonesia (Pendga Perbakin) Sumut, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumut, hingga posisi puncak sebagai Direktur Utama PT Anugrah Langkat Makmur.

Berbagai organisasi dan posisi tersebut, membuatnya dikenal sebagai insan muda yang aktif dan enerjik. Apalagi dapat dikatakan, hobinya seperti bermotor merupakan turunan dari sang Ayahanda yang pada 1996 aktif di komunitas Harley Dvidson. Sehingga pada 2004, Ijeck pun mengaktifkan kembali komunitas yang sempat ditekuni H Anif.

Tetapi, banyak aktifitas organisasi justru membuatnya menjadi orang yang dinilai begitu peduli kondisi sosial masyarakat. Terbukti banyak aktifitas bhakti sosial dilakukannya melalui berbagai organisasi seperti HDCI. Karena itu pula, dirinya menerima amanah memimpin PMI Kota Meda yang tentunya bergerak di bidang sosial.

Ijeck pun mengaku keputusan untuk dirinya berkecimpung di dunia politik dan pemerintahan bukan hal mudah. Bahkan di beberapa pertemuan tatap muka denga awak media, dirinya seperti merasa menikmati aktifitasnya sebagai pengusaha, sekaligus bagian dari organisasi komunitas, terlebih lagi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan.

Namun niat tersebut muncul dari dirinya karena melihat kondisi Sumatera Utara yang memprihatinkan. Ditambah dorongan jiwa muda dan kreatifitas anak-anak muda yang harusnya bisa diakomodir menjadi sesuatu yang membanggakan, membuatnya bersedia mengabdikan dirinya untuk masyarakat di 33 kabupaten/kota.

Pengakuannya adalah, ingin mendedikasikan hidup demi kemajuan Sumatera Utara. Karena itu, sang Wakil Gubernur ini berharap doa dan dukungan seluruh masyarakat. Sebab katanya, tanpa kekompakan dan kebersamaan, tidak mungkin bisa membangun provinsi ini dengan maksimal.**

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 97%

Wind: 4.83 km/h

  • 13 Nov 2018 29°C 23°C
  • 14 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px