Log in

Program Keluarga Harapan (PKH) ‘Wujudkan Masyarakat yang Sejahtera’


Oleh    : Hamdan  Rangkuti

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang diluncurkan oleh Kementrian Sosisal Republik Indonesia untuk memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Dan bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Selanjutnya program ini ada program jangka pendek yang bertujuan mengurangi beban RTSM, dan dalam jangka panjangnya diharapakan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Pelaksanaan PKH juga turut mendukung upaya pencapaian tujuan pembangunan millenium.

Selain itu ada lima komponen tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu : Pengurangan Penduduk Miskin dan kelaparan, Pendidikan Dasar, Kesetaraan Gender, Pengurangan angka kematian bayi dan balita, dan Pengurangan Kematian Ibu melahirkan.

Lebih jauh kita akan membahas secara khusus tentang tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) diantaranya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan Pendidikan dan Kesehatan bagi peserta PKH, meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH, dan Meningkatkan status kesehatan dan giji ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) / Keluarga Sangat Miskin (KSM).

Saat ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Asahan sebanyak 22.307 Keluarga, dan 364 diantaranya merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penyandang disabilitas dan lanjut usia. Dan untuk mendukung kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) sesuai data yang diperoleh dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan Suprianto mengatakan bahwa Kementrian Sosial RI melalui Dinas Sosial Kabupaten Asahan mengikat 93 orang tenaga kontrak, dengan rincian 2 orang coordinator Kabupaten, 6 orang operator, dan 85 orang sisanya adalah pendamping bertugas diwilayah kecamatan guna mendampingi KPM dan memastikan hak KPM terpenuhi dan memotivasi KPM untuk senantiasa melakukan komitmennya dalam upaya mewujudkan tujuan dari PKH itu sendiri.

Dari total jumlah KPM diatas yang telah terdaftar menjadi peserta PKH, masih ada sebanyak 400-an KPM yang belum menerima bantuan dikarenakan ada beberapa hal persyaratan yang belum bisa dipenuhi oleh KPM itu sendiri atau hal lain seperti pergantian pengurus akibat meninggal dunia, merantau, dan lain sebagainya.

Dari tahun ketahun jumlah penerima PKH di Kabupaten Asahan terus bertambah, namun demikian KPM yang menjadi peserta PKH juga banyak yang sudah tergraduasi secara mandiri, dikarenakan mereka merasa tidak berhak lagi menerima bantuan PKH, karena secara ekonomi mereka telah tergolong mampu.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Suprianto menjelaskan penyaluran dana PKH terjadi peningkatan sejak tahun 2013 sampai 2016. Untuk tahun 2015 dana PKH yang disalurkan kepada 3.265 KPM sebesar Rp22,5 miliar lebih meningkat menjadi Rp32,5 miliar lebih pada tahun 2016 untuk 6.448 KPM. Realisasi pembayaran dana itu 100 persen, atau sudah tersalurkan semuanya.

Suprianto juga menyebutkan bahwa dana miliaran rupiah tahun 2017 telah dibayarkan kepada 6.448 RTSM yang tersebar pada 25 kecamatan di Kabupaten Asahan. Dari total dana itu terbanyak di Kecamatan Tanjung Balai kepada 2.091 KPM dengan nilai dana PKH sekitar Rp 800 juta lebih disusul Kecamatan Air Joman 1.260 KPM dengan nilai dana PKH sekitar Rp 450 juta lebih.

Kemudian Kecamatan Kota Kisaran Timur dengan cakupan 982 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai dana PKH yang tersalurkan sekitar Rp 307 juta lebih. “Dalam pelaksanaan penyaluran itu selain dilakukan di Kantor Pos Kisaran, juga pada sejumlah kantor pos cabang di kecamatan. Sedangkan jumlah KPM itu bisa naik turun dan jumlahnya telah ditentukan pihak pemerintah pusat dan selanjutnya daerah melakukan verifikasi, “sebutnya sembari mengatakan untuk PKH di Asahan itu terdiri dari 70 pendamping, 6 operator dan 1 Korkab.

Untuk tahun 2018 sendiri, Launching penyaluran Bansos Non Tunai dan PKH penyaluran perdananya selain dihadiri oleh Bupati Asahan diwakili Wakil Bupati H. Surya BSc, juga turut dihadiri Sekretaris Korpri Unit Nasional Kementrian Sosial RI Marsali SH, dan para Asisten II Ekbang serta pimpinan OPD.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Surya mengatakan, tujuan digulirkannya bantuan sosial nontunai serta program PKH tahun 2018 adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan bagi anak dari keluarga penerima manfaat. “Pendidikan dan kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia yang wajib dipenuhi dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera, “katanya.

Surya menyebutkan, untuk tahap I tahun 2018 program PKH Kabupaten Asahan akan disalurkan kepada 22.329 KPM dengan jumlah dana Rp. 42.201.810.000 disalurkan melalui Himbara Bank BRI. Dan diharapkan penyaluran program PKH tahap I tahun 2018 menuju Februari tuntas terlaksana dengan baik di Kabupaten Asahan. Selain itu, kata wabub di akhir sambutannya, launching Bansos Non Tunai dan program PKH 2018 tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat dalam gerakan pengentasan kemiskinan secara terpadu.

Harapan, dengan hadirnya Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian sosial tersebut dapat mendukung keberhasilan visi misi Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang diperiode akhir kepemimpinannya untuk menjadikan Kabupaten Asahan yang Religius, Sehat, Cerdas dan Mandiri dapat tertuntaskan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 4.83 km/h

  • 23 Oct 2018 27°C 22°C
  • 24 Oct 2018 26°C 22°C

Banner 468 x 60 px