Log in

Pertamina Komit Bantu Korban KDRT Move On

Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR I bersama Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi tamu undangan lainya melakukan pengguntingan pita pada acara peresmian Rumah Aman P2TP2A Tebing Tinggi, Kamis (15/8). Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR I bersama Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi tamu undangan lainya melakukan pengguntingan pita pada acara peresmian Rumah Aman P2TP2A Tebing Tinggi, Kamis (15/8).

Laporan: Asiong Wartawan Harian Andalas

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih mendominasi jenis kekerasan dengan korban perempuan dan anak. Berdasarkan data Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) mencatat, dua Kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Deli Serdang dan Serdang Bedagai (Sergai) rentan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sampai akhir 2018, HAPSARI menangani sebanyak 133 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Dari 133 kasus itu, sebanyak 6,7 persen atau sembilan orang adalah anak perempuan. Dari 133 kasus tersebut, 90,2 persen atau 120 orang adalah KDRT yang berupa kekerasan fisik terhadap istri dan 9,8 persen atau 13 orang adalah kekerasan seksual.

Banyaknya korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di kedua daerah ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah pada masing-masing wilayah baik pemprov maupun pemerintah kabupaten dan kota serta instansi terkait lainnya sebab para korban sangat membutuhkan pendampingan guna memulihkan kondisi traumatik yang dialami baik tindakan kekerasan seksual maupun KDRT.

"Ini cukup memprihatinkan dan menjadi salah satu isu sosial yang menjadi perhatian kita sebab secara angka terus naik. Melalui kerja sama dengan Pemko Tebing Tinggi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Kantor Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) maupun pihak lainnya kita berharap  semua pihak bisa bersama-sama mencari solusi atas permasalahan ini kata Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations & CSR MOR I pada acara peresmian Rumah Aman P2TP2A Tebing Tinggi, Kamis (15/8).

Roby Hervindo menjelaskan, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I sendiri memiliki kepedulian terhadap pengembangan tanggungjawab sosial dan lingkungan di empat bidang utama yaitu: pendidikan, kesehatan, lingkungan dan pemberdayaan ekonomi  masyarakat. Untuk itu pihaknya tergerak  membantu menyelesaikan satu persatu masalah-masalah sosial yang  terjadi di wilayah Kabupaten Sergai khususnya di Kota Tebing Tinggi.  

"Kita punya program di bidang masing-masing itu, intinya kita ingin membantu atau mendorong ke arah kemandirian masyarakat. Mudah-mudahan kerjasama yang diawali dengan Rumah Aman ini bisa kita kembangkan lagi kedepannya,"ucap Roby.

Dalam peresmian Rumah Aman itu, Pertamina MOR I memberi bantuan renovasi bangunan senilai Rp300 juta dan sejumlah sarana dan prasarana di dalamnya. Kedepannya tak menutup kemungkinan Pertamina MOR I akan kembali memberi bantuan sebagai program berkelanjutan di Rumah Aman melalui pendampingan trauma healing maupun pemberdayaan ekonomi korban KDRT.

Peresmian Rumah Aman itu ditandai dengan pengguntingan pita bersama Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan itu dihadiri Kepala Dinas PPAPPKB Tebing Tinggi, Nina Zahara MZ.SH.MAP, Ketua Koalisi Kependudukan Provsu Prof.Heru MS,Ph.D dan tamu undangan lainnya.

Roby menambahkan, dipilihnya Kota Tebing Tinggi sebab berdasarkan data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), kejadian atau prevalensi sejumlah kasus KDRT banyak sekali terjadi di wilayah pinggiran dan salah satunya kasus yang paling tinggi itu terjadi di Kota Tebing Tinggi, kemudian juga di Medan kasus KDRT itu juga terjadi di Belawan.

Diajak Move On

Pekerja Pertamina berbagi cerita kepada anak bagaimana belajar yang baik itu bisa membuat korban KDRT menjadi lebih semangat lagi mencapai cita-citanya atau move on.

"Kasus KDRT di Kota Tebing Tinggi menjadi salah satu yang paling tinggi, jadi ini menjadi fokus utama kami. Kedepannya kita akan fokus bagaimana keberlanjutan operasional  di Rumah Aman,  baik itu dari sisi pelayanan pemulihan trauma (trauma healing) maupun kegiatan untuk mengembalikan motivasi kaum perempuan dan anak-anak agar kembali lebih percaya diri dan bisa mempunyai masa depan yang positif. Kita mengajak mereka (korban KDRT red) untuk tidak terlalu memikirkan masa lalu. Mereka kita ajak untuk move on melepaskan masa lalu, setiap kejadian dan rintangan yang membuat trauma akan dilepaskan dengan trauma healing dan lainnya," imbuhnya.

Karenanya dalam peresmian ini sebut Roby, pihaknya bersama pekerja Pertamina melakukan kegiatan kerelawanan dengan membuka kelas inspirasi dan motivasi untuk anak-anak korban KDRT. Dalam kelas itu para pekerja Pertamina berbagi cerita kepada anak bagaimana cara belajar yang baik sehingga anak-anak korban KDRT maupun yang mengalami  kekerasan seksual menjadi lebih semangat lagi mencapai cita-citanya atau move on .

"Mudah-mudahan Rumah Aman ini akan kita kembangkan lagi kedepannya sebab program serupa saat saya bertugas di Makassar juga sudah ada bernama Sekolah Anak Percaya Diri, dimana anak membangun kepercayaan diri dari sisi-sisi positif  setelah terpapar KDRT. Kedepannya permasalahan sosial KDRT seperti ini kita harapkan bisa berkurang. Rumah Aman ini kan sifatnya memberi treatment korban. Harapan kita Rumah Aman juga bisa membuat program yang bersifat mencegah KDRT terhadap perempuan maupun anak,"ungkap Roby Hervindo.

Bahkan lanjut Roby, dalam pertemuannya dengan kaum ibu PKBI pihaknya mendapat masukan sangat baik bahwa Rumah Aman jangan hanya menjadi satu program charity yang hanya sekali saja dilaksanakan dan dilupakan. Untuk itu sebut Roby, program serupa bersifat jangka panjang akan terus dikembangkan pihaknya di Rumah Aman Kota Tebing Tinggi ini guna membentuk kemandirian perempuan dan anak.

"UKM di Kota Tebing Tinggi kini sedang bergeliat bergerak maju. Jadi ini juga bisa menjadi salah satu fokus perhatian kami. Tahun ini kami punya sekira Rp16 miiliar untuk disalurkan kepada mitra binaan Pertamina. Tak menutup kemungkinan korban KDRT di Rumah Aman juga menjadi salah satu potensi pengembangan kami kedepannya,"tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan,  kasus-kasus KDRT terhadap anak di Tebing Tinggi cukup memprihatinkan."Minimal satu bulan itu 4 sampai 5 kasus terjadi terhadap anak, terutama masalah pelecehan seksual,"ungkap Wali Kota.

Terkait hal ini lanjut Umar,  perlu dilakukan segala sesuatu upaya maksimal kepada korban yang mengalami ketakutan dan traumatis dengan  menghilangkannya lewat trauma healing untuk pemulihan psikologis korban.

"Sampai bulan Juli sudah terjadi 27 kasus di Tebing Tinggi. Ini menandakan bahwa kita harus bersiap sebab kita tidak bisa menduga semua daerah dan lingkungan itu aman. Bahkan yang masih terhitung keluarga dekat sendiri bisa melakukan sesuatu hal yang tidak patut dan layak. Padahal selama ini penyuluhan sudah cukup banyak kita sosialisasikan ke masyarakat di lapangan, tapi ini tetap saja terjadi ,"tandas Umar.

Atas peresmian Rumah Aman P2TP2A untuk perempuan dan anak yang mengalami KDRT , Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas perhatian Pertamina MOR I di daerahnya.

"Ini pertama kalinya Kota Tebing Tinggi memliki Rumah Aman, kita ucapkan terimakasih atas bantuan ini.Tidak salah Pertamina membuat Rumah Aman di tempat ini karena jumlah anak usia 0-18 tahun di Tebing Tinggi  kurang lebih 80.000 orang, ini cukup banyak,"ucap Wali Kota.

Sementara itu Kepala Dinas PPAPPKB Tebing Tinggi, Nina Zahara menyampaikan,  meskipun peresmian Rumah Aman baru dilakukan, pihaknya sudah menangani empat kasus korban seksual terhadap anak-anak  bekerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan.

"Hal itu tidak saja kita lakukan terhadap warga Tebing Tinggi, tetapi juga warga tetangga Tebing Tinggi yakni Kabupaten Sergei sebagai rasa kemanusian karena bersebelahan dengan wilayah Tebing Tinggi," kata Nina  seraya menambahkan, pihaknya telah membentuk satgas penanganan korban KDRT berbasis kelurahan agar penanganannya bisa lebih cepat.

(Tulisan ini dikutsertakan dalam ajang AJP MOR I-2019)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px