Log in

Nafa Urbach Ajak Masyarakat Hormati Putusan MK


Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6) menggelar putusan sidang Pilpres. Dengan berakhirnya sidang dan siap ditentukan siapa Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti, aktris Nafa Urbach turut angkat bicara.

"Bagaimana pun kita harus menghormati putusan MK, apapun putusannya nanti. Sebenarnya yang tadi malam kita sudah tonton sudah selesai sidangnya, tinggal menunggu keputusan dan bersabar. Supaya keputusan yang terbaik," kata Nafa Urbach di Rumah Hobi, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).

Nafa Urbach berharap, masyarakat bisa kembali bersatu dan tidak saling membenci pasca putusan MK digelar. "Sudah lah tidak ada lagi yang namanya gontokgontokan, saling benci, manas-manasin jangan lagi lah. Istilahnya kalau tidak terima, kan sudah diserahkan ke MK dan persidangan sudah selesai," jelas Nafa Urbach.

"Jadi saya rasa ini waktu yang sudah tepat untuk kita bersatu, berpelukan, dan bersalamann lagi. Karena kita sebangsa dan setanah air," sambungnya.

Lebih lanjut, Nafa Urbach berharap para petinggi di negeri ini atau bahkan Capres dan Cawapres yang saling bersaing bisa legowo menerima hasil putusan MK.

"Harapan saya kita adalah bangsa setanah air agar kita menjalin kesatuan lagi, supaya petinggi-petinggi bisa merendahkan dirinya, bisa rendah hati untuk merangkul supaya tidak ada lagi perpecahan dan tidak menggunakan isu-isu memecah belah bangsa," tandasnya.

Sementara itu, sebagai sebuah karya seni sastra, puisi diharapkan memiliki kekuatan sebagai wahana untuk mengurangi atau menghilangkan ketegangan dan “mengobati luka-luka” akibat adanya perbedaan pilihan pada Pilpres 2019 yang baru lalu.

Demikian kesimpulan yang dapat direntang dari wawancara dengan sejumlah penyair yang dijumpai dalam berbagai acara sastra dan peluncuran antologi puisi yang akhir-akhir kian marak di Jakarta.

Sepanjang minggu kedua Juni lalu saja di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin berlangsung berbagai acara peluncuran antologi puisi. Di antaranya, Pada 21 Juni penyair dan aktivis teater Yoevita Soekotjo dari Dapur Sastra Jakarta meluncurkan antologi Pegantin Puisi yang menghadirkan sejumlah pembicara.

Di mata Dr Sunu Wasono, Ketua Program Studi Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), dengan segala kelebihannya yang menyentuh, puisi memiliki kekuatan untuk mempersatukan. (AK/BS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px