Log in

Gubsu Fokuskan Lima Misi Prioritas Untuk Membangun Desa Menata Kota


Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) EdiRahmayadi dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajeckshah dibantu SekdaprovSumut Hj Sabrina telah mempersiapkan langkah-langkah konkrit yang harusditempuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) lima tahun kedepandengan sasaran utama Membangun Desa Menata Kota.

Dengan telah disahkannya oleh DPRD SumutRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2018 - 2023, maka saatini, terutama setelah enam bulan memimpin Sumut sejak dilantik 5 September 2018lalu, Gubernur dan Wagub Sumut telah mempunyai konsep jelas mewujudkankomitmennya membangun desa menata kota itu.

Visi Sumut yang “maju, aman danbermartabat" akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkanmasyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalampergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utamamembangun desa menata kota.

"Dalam RPJMD ini implementasi visidan misi Sumut yang maju, aman dan bermartabat dengan sasaran utama membangundesa menata kota bukan lagi sekedar komitmen apalagi wacana, melainkan secarakonkrit sudah tertuang dalam dokumen resmi. Semua Organisasi Perangkat Daerah(OPD) harus sudah siap menjabarkan visi misi ini. Semua rencana strategis(Renstra) OPD harus serempak dan saling mendukung memberhasilkan visi misidimaksud," tegas Gubernur Sumut Edi Rahmayadi kepada wartawan didampingiKepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, Senin (18/3/19).

Secara terpisah Kepala Bappeda Sumut Irmanmengemukakan pihaknya siap menjabarkan perintah Gubernur dan Wagub Sumuttersebut. Dalam RPJMD 2018 - 2023 visi "Sumut yang maju, aman danbermartabat" akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkanmasyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalampergaulan dan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utamamembangun desa menata kota.

Prof Dr Sirojuzilam Hasyim SE, pakarekonomi pembangunan nasional yang ikut berbicara pada saat konsultasi publikrancangan RPJMD ini juga optimis Sumut bermartabat diproyeksikan menjadi salahsatu propinsi terbaik di Indonesia dalam lima tahun ke depan ditopang upayamaksimal
memacu pendapatan daerah melalui optimalisasi pendapatan dari berbagaisumber.

Pengamat sosial ekonomi Lifia Tan yangalumni USU juga menaruhkan harapan besar atas visi dan misi ini sehingga beliauoptimis proyeksi Gubernur Sumut sampai tahun 2023 APBD provinsi ini mencapai Rp18 triliun dapat tercapai dengan upaya maksimal memacu pendapatan daerahkhususnya optimalisasi pendapatan dari BUMD.  Sumber-sumber pembiayaanalternatif juga harus dikembangkan melalui investasi langsung pihak swastamaupun skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan dana CSRperusahaan pemerintah dan swasta serta dukungan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut Prof Dr Sirojuzilam HasyimSE menilai implementasi visi misi Gubernur Sumut yang secara juridis formalsudah menjadi visi misi RPJMD Propinsi Sumut 2018 - 2023 jelas mengarah kepadaupaya untuk menjadikan program memberikan kemanfaatan kepada maayarakat secaranyata.

"Selama ini banyak perencanaan yanghanya berfokus pada penyerapan anggaran yang menghasilkan output kegiatan danbelum sepenuhnya berorientasi kepada hasil (outcome) yang memberikankemanfaatan kepada masyarakat. Oleh sebab itu masuknya secara formal nuansaSumut Bermartabat diharapkan RPJMD lima tahun ke depan tidak sekadar programanggaran, melainka riel mengangkat harkat dan martabat masyarakat,"tuturnya.

Visi Sumut yang maju, aman danbermartabat secara garis besar bermakna seluruh wilayah dan komponen maayarakatmemiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan menikmati hasilpembangunan.

Sumut maju bermakna wilayah Sumut yangkondusif untuk terjadinya proses nilai tambah atas potensi yang dimiliki sertapenduduk dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang baik serta berpikiran kedepan, sehingga Sumut menjadi wilayah terdepan di Indonesia.

Sedangkan Sumut aman bermakna wilayahdan penduduk Sumut merasa bebas dari bahaya gangguan dan terlindungi dariberbagai macam marabahaya dalam melaksanakan aktivitas keseharian.

Sumut bermartabat bermakna wilayah danpenduduk Sumut yang agamis dan menjunjung tinggi etika dan norma dalamkehidupan berbangsa dan bernegara, menjunjung tinggi adat istiadat dalamkehidupan bermasyarakat dan menjunjung tinggi supremasi hukum dalam segalaaspek.

RPJMD yang telah memuat amanah Sumutbermartabat ini harus menjadi landasan dan rujukan dalam penyusunan rencanastrategis perangkat daerah. RPJMD ini juga merupakan pedoman bagi penyusunanRPJMD kabupaten dan kota se-Sumut.

Miliki Daya Ungkit

RPJMD Provinsi Sumatera Utaratahun  2018-2023 adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah limatahunan, yang merupakan penjabaran visi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,yaitu “Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat”.

Visi tersebut diwujudkan melalui limamisi yaitu: mewujudkan masyarakat Sumatera Utara yang bermartabat dalamkehidupan; bermartabat dalam politik; bermartabat dalam pendidikan; bermartabatdalam pergaulan dan bermartabat dalam lingkungan, serta prioritas pembangunanyang sudah kita sepakati bersama, dengan sasaran utama “membangun desa menata kota”.

Dalam upaya pencapaian visi, misi,tujuan dan sasaran di atas, diperlukan adanya upaya maksimal dalam memacupendapatan daerah khususnya melalui optimalisasi pendapatan dari BUMD.

Pencapaian sasaran utama pembangunandilakukan melalui serangkaian program unggulan yang memiliki daya ungkit yangakan mendorong terjadinya “lompatan” dalam pembangunan Provinsi Sumatera Utara ke depan.

Program yang memiliki daya ungkittersebut antara lain di bidang pendidikan yaitu mewujudkan masyarakat yangterpelajar, berkarakter, cerdas, berdayasaing dan mandiri. Sasaran bidangpendidikan diarahkan kepada peningkatan kualitas dan keterjangkauan layananpendidikan dengan target tercapainya angka rata-rata lama sekolah 10,5tahun.

Hal ini dilakukan melalui upayapeningkatan kualitas dan kompetensi guru, penambahan  gaji guru honorer,penyediaan “guru terbang” dalam rangka pemenuhan kebutuhan guru di wilayahtertinggal, serta pemberian beasiswa bagi lulusan SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi.

Khusus gaji guru honorer dilakukanpenambahan dari semula usulan DPRD Sumut sebesar Rp 60.000 per jam kemudianoleh Gubernur dan Wagub Sumut ditetapkan menjadi Rp 90.000 per jam.

Selain itu juga dilakukan melalui upayapeningkatan kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, danmendorong partisipasi BUMN/BUMD, swasta dan masyarakat dalampembangunan  dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan SMA dikecamatan sesuai dengan kebutuhan, dan pembangunan SMK yang relevan dengankebutuhan dan potensi unggulan daerah antara lain di Pematangsiantar,Padangsidimpuan, DeliSerdang, Simalungun, BatuBara, Labuhanbatu Utara danwilayah kepulauan Nias.

Bidang kesehatan terwujudnya kesehatanmasyarakat yang prima dengan sasaran diarahkan kepada peningkatan derajatkesehatan masyarakat dengan target pencapaian usia harapan hidup 69,24 tahun.

Hal ini dilakukan melalui upayapeningkatan kerjasama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kotadalam  peningkatan kompetensi SDM tenaga kesehatan, sarana prasarana,peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan rumah sakit umum daerahsebagai rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Samosir, RSUD Toba Samosir, RSUD Padangsidimpuan serta pengembangan rumah sakit provinsi bertaraf internasional(Rumah Sakit Haji Medan) yang diharapkan dapat mengurangi masyarakat yangberobat ke luar negeri.

Dengan langkah-langkah dan koordinasi tersebut, maka diharapkan dapat mendorong terwujudnya penurunan angka kematianibu, angka kematian bayi, balita stunting dan peningkatan perilaku hidup bersihdan sehat.

Bidang ketenagakerjaan juga menjadiprioritas. Dalam rangka mewujudkan penyediaan lapangan pekerjaan dan kesempatanberusaha, dengan sasaran penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,1persen, dilakukan upaya terobosan melalui peningkatan kompetensi dan daya saing SDM ketenagakerjaan dengan pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pendukung latihan kerja antara lain di kota Medan, Kabupaten Simalungun dan wilayah kepulauan Nias.

Pembangunan pusat inovasi dan industrikreatif antara lain di Samosir, Langkat, Tapanuli Tengah dan Medan, pembangunanUMKM Center di kawasan Danau Toba dan wilayah pantai barat di Sibolga dansekitarnya.

Juga pengembangan sentra industri kecilmenengah berbasis online/e-smart di Medan, Deliserdang, Binjai danPematangsiantar; peningkatan promosi serta pemberian kemudahan dalam perizinansebagai upaya mendorong tumbuhnya investasi dan wirausahawan baru.
Berbagai hal tersebut di atas perludukungan dan kerjasama dengan institusi nasional dan internasional sertapemangku kepentingan lainnya.

Percepatan Infrastruktur

Dalam rangka mewujudkan peningkatanpertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antar wilayah dengan sasarandiarahkan kepada peningkatan konektivitas antar wilayah melalui pembangunan danpeningkatan jalan dan jembatan dengan target terwujudnya jalan mantap 90persen.

Kemudian mendukung pembangunan proyekstrategis nasional di Sumatera Utara seperti pembangunan jalan tol Sumatera,kereta api Trans Sumatera, dan pelabuhan Kuala Tanjung; pengembangan kawasanstrategis nasional (KSN) Mebidangro melalui pembangunan transportasi massalLRT/ MRT, bendung serbaguna Lau Simeme; pengembangan KSN Danau toba melaluipembangunan jalan tol Tebingtinggi - Parapat; serta peningkatan aksestransportasi menuju destinasi wisata seperti Bahorok (Langkat), Pulau Berhala(Serdang Bedagai), Danau Siais (Tapanuli Selatan).

Selain itu juga dilakukan pengembanganwilayah pada 14 kawasan strategis provinsi antara lain melalui pembangunan kawasan sport center berstandard internasional dalam rangkapersiapan Sumatera Utara sebagi tuan rumah PON ke 21 tahun 2024.

Selanjutnya pembangunan jalan alternatifMedan - Berastagi, penataan kawasan pada koridor Sei Mangkei - Kuala Tanjung,akses jalan lingkar Pulau Nias, pemenuhan infrastruktur pelayanan dasar(irigasi, air minum, sanitasi, energi listrik, penyediaan rumah layak huni danterjangkau, serta penataan kawasan kumuh pada sempadan sungai di wilayahperkotaan).

Bidang pertanian dan pariwisata jugamenjadi prioritas. Dalam rangka mewujudkan pencapaian ketahanan pangan, sasaranpembangunan bidang pertanian diarahkan kepada pencapaian target produktivitaskomoditi pangan utama (padi) sebesar 8 ton per hektar, dan meningkatnya kesejahteraan petani.

Hal ini dilakukan melalui intensifikasidan ekstensifikasi lahan pertanian dan upaya pengembangan kawasan agribisnisdan agro industri berbasis produk unggulan daerah (one region one product),pengembangan kawasan agropolitan dataran tinggi bukit barisan, pengembangansentra-sentra peternakan di kabupaten Padanglawasutara, Padanglawas, Asahan,Tapanuliselatan dan Labuhanbatu.

Pengembangan kelautan dan perikananmelalui pembangunan cold storage antara lain di kabupaten Batubara dankepulauan Nias serta menghidupkan kembali kearifan lokal dalam pertanianmelalui inovasi mina padi di seluruh wilayah sentra produksi padi sehinggadapat memenuhi target produksi pangan utama.

Di bidang pariwisata dalam rangkapencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 500.000 orang,dilakukan melalui upaya pembangunan dan pengembangan sarana dan prasaranapendukung pariwisata dengan mendorong partisipasi swasta dalam pembangunanconvention center, perhotelan, restoran, sport area dan lain-lain.

Pembangunan “agrotechnopark” di kawasanMebidangro,  pembangunan wisata olahraga antara lain di kawasan Danau Tobadan arung jeram Asahan; wisata budaya dan wisata bahari di kepulauan NiasdanTapanuli Tengah - Sibolga, serta ekowisata di Danau Siais Tapanuli Selatan,Bahorok dan Tangkahan Langkat, wisata mangrove di Langkat, Serdang Bedagai danBatubara.

Juga dilakukan pengembangan pusat wisatareligi sejarah antara lain Islamic Center di Deliserdang, titik nol masuknyaIslam di Barus Tapanuli Tengah dan Situs Putri Hijau Deliserdang. Selain itu juga pelaksanaan event wisata seperti festival kopi, festival buah dan bunga,serta karnaval kebudayaan.

Objektif dan Prospektif

Kalangan pemerhati sosial ekonomipembangunan dan para intelektual menilai Rancangan Pembangunan Jangka MenengahDaerah (RPJMD) Sumut 2018 - 2023 ini cukup objektif dan berjiwa prospektifbahwa Sumut lima tahun ke depan memiliki rancang bangun konkrit menjadipropinsi unggulan tahun 2023.

Prof Dr Sirojuzilam Hasyim SE, pakarekonomi pembangunan nasional mengemukakan RPJMD ini secara tegas dan jelasmemaparkan langkah-langkah Sumut ke depan mewujudkan visi misi SumutBermartabat, terutama dalam 5 skala prioritas yang terinci jelas parameter danindikatornya.

Pemerhati ekonomi pembangunan Lifia Tanyang alumni Fakultas Ekonomi USU Medan dan pengamat lainnya Hafian juga melihataspek-aspek objektif dan terukur tergambar dalam RPJMD Sumut ini antara lainupaya mencapai APBD Sumut hingga Rp 18 triliun pada tahun 2023.

Demikian juga komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan termasuk upayapeningkatan kesejahteraan guru honorer dengan menaikkan honor mereka dari Rp40.000 per jam menjadi Rp 90.000 per jam.

Hafian juga mengamati dalam penyusunanRPJMD ini tergambar koordinasi dan sinkronisasi dengan organisasi perangkatdaerah (OPD) berjalan baik dengan kordinasi Sekdaprov Dr Sabrina mampumenjabarkan visi dan misi Gubernur Edy Rahmayadi dan Wagub Sumut MusaRajekshah.

Lifia Tan dan beberapa pengamat lainnyamenyampaikan apresiasi kepada Gubernur atas penyampaian RPJMD yang juga memuatmasukan dan saran dari anggota pansus RPJMD maupun dari pandangan umumfraksi-fraksi di DPRD Sumut.

Hal itu antara lain pembangunan SumateraUtara lima tahun ke depan bukan hanya ditujukan pada pembangunan infrastruktursemata tetapi juga dengan peningkatan sarana dan prasarana di bidang pendidikandan kesehatan dalam rangka mewujudkan SDM yang berdaya saing dan berkualitasuntuk dapat memenuhi pasar kerja.

Pembangunan wilayah yang berbasispotensi unggulan dalam rangka pemerataan pembangunan antar wilayah, peningkatandaya saing sektor agraris dan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan,penerapan kebijakan pengendalian budidaya ikan dan pencemaran lingkungan dikawasan Danau Toba juga tergambar dalam RPJMD ini.

Selanjutnya perbaikan kultur sosialkemasyarakatan, peningkatan kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi SumateraUtara, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sertasemua masukan dan saran tersebut menjadi bagian dalam penyempurnaan substansidokumen RPJMD Sumut 2018-2023 dengan tetap memperhatikan sinergitas dansinkronisasi terhadap visi misi, kewenangan serta kemampuan keuangan daerah.Sedangkan hal-hal yang bersifat perencanaan teknis tampak diintegrasikankedalam rencana strategis perangkat daerah.

Menurut pengamat RPJMD itu jugamenggambarkan di samping pembangunan fisik, pembangun non fisik juga menjadiperhatian, dengan mengalokasikan anggaran yang signifikan antara lain pemberianbantuan kepada masyarakat untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah ibadah,panti sosial, panti rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, danbantuan lainnya bagi masyarakat; serta menjalin kerjasama denganlembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan parapakar dari perguruan tinggi.

Berbagai upaya pembangunan tersebutmerupakan rangkaian pencapaian visi lima tahun kedepan sebagai provinsisumatera utara yang maju, aman dan bermartabat, yang diindikasikan denganterwujudnya masyarakat sumatera utara yang sehat jasmani dan rohani, memilikiiman dan taqwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berintegritas,beretika dan berbudaya, memiliki etos kerja yang tinggi, berdaya saing,berperikemanusiaan dan beradab.

Dengan ini sehingga dapat menjaditeladan bagi masyarakat, bangsa dan dunia, serta terlahirnya generasi yangberprestasi dalam pendidikan, agama dan olahraga di tingkat nasional daninternasional.

Insya Allah, dengan ridho Allah SWT,Tuhan Yang Maha Kuasa dan didukung oleh seluruh pemangku kepentingan, limatahun kedepan, provinsi sumatera utara akan menjadi barometer bagi daerah laindan disegani karena prestasinya, berkonstribusi serta berperan bagi pembangunannegara yang kita cintai ini, kata para pemerhati.

Seksaprovsu Hj Sabrina mengemukakanpihaknya bersama OPD siap menjabarkan perintah Gubernur dan Wagub Sumut tersebut.Dalam RPJMD 2018 - 2023 visi

"Sumut yang maju, aman dan bermartabat"akan konkrit diwujudkan melalui lima misi yaitu mewujudkan masyarakat bermartabat dalam kehidupan, dalam politik, dalam pendidikan, dalam pergaulandan dalam lingkungan serta prioritas pembangunan dengan sasaran utama membangundesa menata kota.

"Saya optimis semua OrganisasiPerangkat Daerah (OPD) sudah siap menjabarkan visi misi Bapak Gubernur danWagub Sumut ini dan semua rencana strategis (Renstra) OPD akan serempak dansaling mendukung memberhasilkan visi misi dimaksud," ujarnya. (wan)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px