Log in

dr Ratna: Hati-Hati Pada Lotion Pemutih Yang Ditawarkan

dr Ratna (kanan) saat memberi tips perawatan Stretch Mark pasca melahirkan dan perawatan kecantikan selama masa menyusui pada kegiatan Junior Baby Expo 2019 di Centre Poin Medan, Sabtu (5/10).(Andalas/Siong) dr Ratna (kanan) saat memberi tips perawatan Stretch Mark pasca melahirkan dan perawatan kecantikan selama masa menyusui pada kegiatan Junior Baby Expo 2019 di Centre Poin Medan, Sabtu (5/10).(Andalas/Siong)

Merusak Kulit Dalam Jangka Panjang

Medan-andalas Dokter Spesialis Beautify Indonesia Medan, dr Ratna Dianitami menyatakan, kini cukup banyak beredar lotion atau krem pemutih kulit beredar di pasaran maupun di dunia maya. Lotion mengandung sejumlah zat seperti: Klobe, HG, Merkuri Hidrokuinon dan dicampur dengan steroid itu merupakan senyawa kimia berbahaya, bisa menimbulkan Stretch Mark (guratan pada kulit) dan membuat kulit menjadi rusak sangat mengerikan khususnya di bagian seluruh tubuh yang telah dioleskan krem pemutih.

"Lotion pemutih itu dibadrol dengan harga murah dan di klaim mampu membuat kulit menjadi putih secara instan dan sangat diminati kaum wanita. Padahal produk lotion ditawarkan itu komposisi zat terkandung di dalamnya kebanyakan tidak diketahui pemakai,'kata dr Ratna saat memberi tips perawatan Stretch Mark pasca melahirkan dan perawatan kecantikan selama masa menyusui pada kegiatan Junior Baby Expo 2019 di Centre Poin Medan, Sabtu (5/10).

Karenanya dr Ratna mewanti-wanti kaum perempuan harus hati-hati dan jeli, jika isi lotion tersebut ada tulisan Klobe, HG, Merkuri Hidrokuinon dan dicampur dengan steroid itu adalah senyawa kimia berbahaya, bisa membuat kulit kita menjadi rusak dalam jangka panjang.

"Lotion pemutih itu terkadang dipakai dalam dua minggu sudah nampak hasilnya. Namun efeknya setelah dipakai dalam beberapa bulan ke depan maka akan timbul Stretch Mark pada kulit si pemakai,"ungkap dr Ratna.

Menurutnya, jika ada seorang artis maupun selebgram gencar mempromosikan lotion pemutih maka ada baiknya calon pembeli mengecek secara mendetail apakah produk ditawarkan itu memiliki ijin edar dan komposisi zat di dalamnya apakah berbahaya atau tidak.

"Jika ada tulisan Klobe dan HG sebaiknya jangan tergiur untuk dibeli meski harganya murah. Klobe, HG dan Merkuri Hidrokuinon adalah senyawa kimia yang bisa merusak kulit secara mengerikan dan akan sangat sulit sekali penanganannya, tidak bisa dihilangkan meski sudah dilakukan treatment dan dilaser beberapa kali,"tandas dr Ratna.

Artinya imbuh dr Ratna kerusakan yang ditimbulkan senyawa kimia HG dan Merkuri Hidrokuinon yang dicampur steroid pada kulit akan membekas seumur hidup. Begitupun untuk kasus seperti ini bisa dilakukan treatment dan dilaser, tapi hasilnya hanya bisa berkurang sedikit dan  disamarkan saja.

"Jadi ibu-ibu harus lebih hati-hati, jangan percaya pada lotion yang bisa membuat kulit kita putih seketika, sebab kerusakan kulit akan kita alami dalam jangka panjang dan seumur hidup. Biasanya kita menyesal di kemudian hari, penjual lotion pasti tidak akan bertanggungjawab"papar dr Ratna.

Selain steroid, lanjut dr Ratna, Stretch Mark pada seseorang juga bisa timbul karena kulit meregang secara berlebihan hingga membuat kolagen dan elastin di dalam kulit menjadi pecah. Adapun sejumlah faktor resiko yang rentan terjadinya Stretch Mark bisa disebabkan genetik, pubertas, kehamilan, obat steroid, peningkatan otot dan obesitas.

"Siapapun bisa terkena Stretch Mark, baik wanita maupun pria dewasa maupun tua. Jika Stretch Mark terjadi pada perut ibu hamil maka faktor resikonya lebih meningkat tajam sebab dari perut yang tadinya kecil mengalami pembesaran. Ini bisa diperparah melalui berat badan dan bayi di dalam perut yang kian besar. Selain di perut Stretch Mark juga bisa terjadi pada paha dan bokong," kata dr Ratna

dr Ratna menyatakan, faktor genetik menjadi salah satu resiko yang meningkatkan Stretch Mark.Bila orangtua kita mempunyai Stretch Mark maka anak-anaknya juga bisa mengalami Stretch Mark. "Sampai kini 100 persen belum ada bukti nyata Stretch Mark bisa dicegah meski ada sejumlah perusahaan menawarkan lotion dan krem untuk menghilangkannya,"ungkap dr ratna.

Stretch Mark pada ibu hamil lanjutnya, biasanya muncul dengan guratan warna merah, ada juga warna coklat kehitaman maupun unggu. Berbagai warna ini bisa muncul karena pada lapisan kulit yang meregang pembuluh darahnya keluar sehingga warnanya menjadi merah kebiruan dan secara perlahan berubah menjadi warna putih,

"Warna putih ini lama-lama bisa memudar juga.Jadi Stretch Mark itu bukan penyakit, namun suatu kelainan namun sangat mengganggu estetik. Saat gadis kulitnya mulus, namun setelah menikah dan melahirkan timbul guratan-guratan sehingga kurang bagus jika dinilai dari estetik,"imbuhnya.

Sementara itu , dokter spesialis bedah plastik yang juga pemilik The Clinic Beautylosophy, dr Arya Tjipta Sp.BP-RE dalam paparannya mengatakan,  dalam melakukan terapi pihaknya menawarkan beberapa pilihan kepada konsumen yang melakukan perawatan kecantikan sebelum dan setelah melahirkan.

"Kita ada beberapa pilihan menggunakan sejumlah terapi perawatan kecantikan yang tidak menyebabkan bengkak terlalu lama, hasilnya instan pula. Tapi saya selalu memberi opsi atau menyarankan kepada pasien untuk selalu memilih cara-cara yang lebih mudah dan murah terlebih dahulu,"kata  dr Arya.

dr Arya mencontohkan seperti, pasien yang ingin kurus atau mengurangi berat badan,  opsi pertama selalu disarankan terlebih dahulu melakukan olahraga, kedua melakukan diet, ketiga dengan cara treatment  dan opsi terakhir  adalah operasi.

"Kalau pasien sudah pasrah sekali, kita sarankan operasi. Itu cara keempat yang selalu saya kasih untuk opsi terakhir, saya nggak mau sedikit-sedikit sarankan operasi.Terpenting kita selalu terlebih dahulu menawarkan opsi mudah dan murah kepada pasien. Kita juga memiliki alat getar diperut yang efeknya seperti sit up 20.000 kali. Jika pasien sudah putus asa sekali, barulah disarankan operasi atau sedot lemak," tuturnya.

Kelebihan berat badan atau obesitas lanjut, dr Arya, memang  sering menjadi masalah untuk kaum ibu usai melahirkan. "Pasca melahirkan biasanya kaum ibu peduli terhadap penampilannya, hal itu dirasa penting sekali, namun banyak yang menginginkan hasil perawatan kecantikan secara instan,"tutupnya.

Narasumber lainnya, Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr Radha L.H Siregar Mked (KKI) SpKK dalam paparannya menyarankan bagi wanita hamil jangan takut melakukan perawatan kulit. Pada saat hamil pasti banyak masalah, seperti keluar flek, jerawat dan sebagainya.

"Ibu hamil itu tetap boleh melakukan perawatan dan menggunakan kosmetik yang berbahan aman. Namun yang utama, lakukan konsultasi ke dokter dan tetap perawatan. Sehingga setelah melahirkan tidak akan menimbulkan masalah terutama pada kulit wajah seperti flek dan jerawat," katanya.(Siong)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px