Log in

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan Bidik Sekolah Untuk Menumbuhkan Semangat Cinta Lingkungan


Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Oleh: Hamdan Rangkuti

Berjarak sekitar 160 km dari ibu kota propinsi Sumatera Utara Medan, sampailah kita di kota Kisaran. Sebelum sampai ke inti kota, kita akan melihat taman kota, alun-alun dan Mesjid Agung H Ahmad Bakri sebagai icon kota yang menandakan masyarakatnya yang cinta akan agama dan budaya yang telah berurat-berakar tumbuh dan berkembang.

Di depan Mesjid yang sangat megah ini, berdiri kantor Bupati Asahan sebagai pusat pemerintahan, pembangunan, pembudayaan dan pelayanan dikendalikan. Dapat dikatakan di kantor itulah semua pengendalian pembangunan dilakukan bagi kepentingan masyarakat Kabupaten Asahan yang berjumlah sekitar 706.283 jiwa.

Kabupaten Asahan terdiri atas 25 kecamatan, 177 desa dan 27 kelurahan. Dengan luas mencapai 3.732,97 km, secara geografis terletak pada posisi 02°03 - 03°26 Lintang? Utara dan 99°01 - 100°0 Bujur Timur. Kabupaten Asahan merupakan kawasan strategis nasional. Hal ini disebabkan di daerah ini terdapat sektor-sektor unggulan seperti perkebunan, kelautan, pertanian, perikanan dan industri.

Oleh sebab itu, hal yang wajar jika isu-isu lingkungan pernah terjadi beberapa tahun silam di daerah ini. Namun demikian isu-isu itu dapat cepat diatasi baik melalui mediasi dan intervensi hukum. Saat ini kabupaten yang berada di daerah Pantai Timur dari Pulau Sumatera ini dipimpin oleh Bupati Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dan Wakil Bupati H Surya BSc.

Di tangan mereka berdua-lah tergantung harapan. Mereka yang menjabat untuk priode kedua, dalam strategi pembangunan di Asahan menggunakan pola 12-13. Artinya pembangunan bidang infrastruktur yang dilaksanakan diarahkan dan difokuskan dahulu pada 12 kecamatan yang ada dan sisanya yang 13 kecamatan lagi pada tahun berikutnya.Menurut Plt. Kadis Kominfo Kabupaten Asahan Rahmat Hidayat Siregar, pola ini sesuai dengan RPJMD Kabupaten Asahan tahun 2016–2021 yang dititik-beratkan pada sektor infrastruktur. Dan langkah ini diambil agar optimalisasi pembangunan sector infrastruktur dapat lebih dirasakan masyarakat.

“Ada 4 pilar utama pembangunan kita, yakni pembangunan bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan pertanian”, jelasnya kepada Andalas sambil mengatakan bahwa 4 pilar pembangunan itu sebagai sasaran utama disamping pembangunan bidang pembangunan lainnya.

Menyangkut isu lingkungan hidup, Plt Kadis Lingkungan Hidup, Bambang Adi Suprapto, mengatakan bahwa persoalan lingkungan hidup adalah persoalan masa depan kita semua.

“Bumi ini bukan milik orang saat ini, melainkan adalah milik anak cucu kita, oleh sebab itu bumi ini harus kita jaga kelestariaannya. Dan tentunya dari penataan lingkungan hidup”, katanya kepada Andalas saat berbincang dikantornya. Dia juga membenarkan saat Andalas mengatakan pemahaman masyarakat tentang pengendalian pencemaran, kerusakan dan kelestarian lingkungan hidup masih kurang. “Masyarakat juga masih kurang paham akan hukum lingkungan dan belum maksimal dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup,” katanya.

Oleh sebab itu lanjutnya, Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP senantiasa mendorong kami agar bumi yang merupakan milik anak cucu kita, lingkungan hidupnya terus dibenahi dan tidak bosan menyampaikan pemahaman kepada masyarakat luas tentang pentingnya lingkungan hidup yang asri demi kesinambungan kehidupan manusia. Menurut Bambang, dinas yang dipimpinnya dibentuk berdasarkan Perda Nomor : 7 tahun 2016 dengan tugas pokok membantu Bupati Asahan dalam menyelenggarakan pemerintahan dibidang lingkungan hidup.
“Dinas Lingkungan Hidup adalah untuk mendukung percepatan pembangunan berwawasan lingkungan di Kabupaten Asahan. Dengan visi terwujudnya lingkungan hidup yang sehat, misi pertama kami adalah mewujudkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kemudian yang kedua, membangun koordinasi dan kemitraan para pemangku kepentingan (stake-holder) dalam pengelolaan dan pemamfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara efisien, adil dan berkelanjutan. Sementara yang ketiga mewujudkan pencegahan dan pengendalian pencemaran sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam rangka pelestarian lingkungan hidup,” jelas Bambang.

Demi mendukung suksesnya visi dan misi untuk terwujudnya lingkungan hidup yang sehat, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan pada tahun 2016 memiliki sejumlah program atau kegiatan sejumlah program yang dimaksud berdasarkan dari Anggaran Pendapatn Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan maupun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pemerintah Pusat. Program kegiatan yang dilaksanakan tahun 2016 tersebut meliputi program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan dengan kegiatan; 1. Pembangunan bank sampah disekolah Adiwiyata, 2. Pengadaan gerobak sampah untuk bank sampah, 3. Pengadaan timbangan untuk bank sampah dan 4. Pengadaan alat pencatat sampah untuk bank sampah.

Ada 18 sekolah yang menerima bank sampah diantaranya SMA Negeri 3 Kisaran, MTS Negeri Kisaran, SMK N1 Air Joman, dan SMP Negeri 1 BP. Mandoge. Sementara sekolah penerima gerobak sampah sebanyak 20 sekolah, penerima timbangan untuk bank sampah sebanyak 21 sekolah dan 4 sekolah penerima mesin pencacah sampah. Program bank sampah ini merupakan amanah pasal 12 UU Nomor : 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Bahwa setiap orang berkewajiban mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan menjadikan sampah sebagai sumber daya.

Sementara program pengendalian pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup diimplementasikan melalui kegiatan pembuatan IPAL usaha kecil, pembuatan sumur resapan, pembuatan lubang resapan biopori, serta melakukan monitoring, evaluasi dan pelayanan operasional Running Laboratorium. Menurut Bambang hal ini bertujuan sebagai upaya penanganan limbah-limbah organik untuk mengurangi pencemaran air dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Serta sebagai upaya pemanfaatan air hujan sebagai cadangan air tanah dan pencegahan penggenangan air dan terciptanya proses pupuk organik secara alami.

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan perilaku siswa serta masyarakat terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup, kata Bambang, program peningkatan kualitas dan akses informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup juga dicanangkan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui peningkatan edukasi komunikasi masyarakat dibidang lingkungan yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat danwarga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik dalam rangka mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita juga berperan dalam mengirim peserta lomba pengetahuan lingkungan hidup dan Pekan Raya hari lingkungan hidup yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan, kesadaran dan perilaku siswa dan masyarakat terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup”, lanjutnya menjelaskan.

Mengulas sejumlah program kegiatan yang dilaksanakan Dinas Lingungan Hidup terutama pada program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan disekolah yang ada di Kabupaten Asahan adalah untuk bertujuan; a. Meningkatkan kemampuan dan keahlian peserta didik dalam bidang lingkungan. b. memperluas wawasan peserta didik (siswa) dalam menarik hubungan antara kegiatan pengelolaan lingkungan yang dilakukan dengan ilmu pengetahuan yang diberikan pada kegiatan intrakulikuler. c. Menumbuhkan sikap ilmiah peserta didik (murid), dan d. Menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab dan cinta lingkungan.

“Kita berharap peserta didik terlatih untuk disiplin, tanggung jwab dan cinta lingkungan, mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam bentuk praktek lapangan dibidang lingkungan, serta peserta didik mampu mengembangkan potensi dirinya dalam kegiatan lingkungan dan pembuatan laporan karya ilmiah”, kata Bambang.

Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan di sekolah-sekolah berwawasan lingkungan hidup menurut “Andalas” merupakan program cerdas Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP melalui Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan atau program tersebut adalah demi terciptanya kondisi yang baik bagi sekolah-sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah, sehingga dikemudian hari warga sekolah dapat bertanggung jawab pada lingkungan tempat tinggalnya maupun daerah sekitarnya.

Keberhasilan dari program pengelolaan persampahan di sekolah-sekolah juga tercermin dari beberapa sekolah di Kabupaten Asahan yang mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Bapak Joko Widodo. Penghargaan tersebut berupa sekolah Adiwiyata Mandiri (sekolah peduli dan berbudaya lingkungan). Adapun sekolah yang telah menerima penghargaan tersebut yakni SMP Negeri 3 Kisaran dan MAN Kisaran.
Sementara penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup berupa sekolah Adiwiyata nasional diterima oleh SDN No.014684 Dadimulyo, SMPN 4 Dadimulyo, SMPN 1 Pulau Rakyat, SMPN 2 Kisaran, SMPN 1 Aek Kuasan, SMAN 1 Kisaran, SMAN 2 Kisaran, SMAN 3 Kisaran dan SMKN 1 Kisaran.

“Bagi sekolah yang telah menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata kita berharap peserta didiknya secara perlahan dapat menjadi generasi yang peduli dan berbudaya lingkungan. Dapat menjadi pelopor di sekitar tempat tinggalnya terhadap perkembangan ekonomi, sosial dan lingkungannya dalam mencapai pembangunan berkelanjutan”, kata Bambang menyampaikan pesan Bupati Asahan.

Peserta didik yang sekolahnya mendapat penghargaan Adiwiyata merupakan kader lingkungan hidup di Kabupaten Asahan. Dan kita berharap apa yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan akan berdampak lebih baik kedepannya bagi kelestarian lingkungan di Kabupaten Asahan. Dan merupakan vitamin dalam mewujudkan visi-misi Dinas Lingkungan Hidup yakni terwujudnya lingkungan hidup yang sehat dalam mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Sep 2017 30°C 22°C
  • 21 Sep 2017 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px