Log in

70 Tahun Sumut Membangun Indonesia

Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Belawan (kiri dan tengah). Pekerja sedang mengangkut ingot di pabrik peleburan aluminium PT Inalum (kanan). Kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Belawan (kiri dan tengah). Pekerja sedang mengangkut ingot di pabrik peleburan aluminium PT Inalum (kanan).

Pulau Sumatera pernah mendapat julukan sebagai Suvarna Dwipa, yakni pulau emas. Hal itu disebabkan karena kekayaannya yang luar biasa. Beragam hasil bumi dapat ditemukan di sini, sehingga banyak pendatang dari berbagai belahan dunia tergiur karena mengincar beragam hasil komoditas.

Hal ini tentu saja membuat alur perdagangan menjadi ramai untuk menopang perekonomian negeri, bahkan hingga saat ini. Setelah Sumut sah menjadi pemerintahan administrasi di Indonesia sejak tahun 1948, hingga kini masih terus memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Kontribusi terbesar yang diberikan Sumut adalah sektor perkebunan. Terhitung sejak masa kolonial, hingga saat ini perkebunan telah menjadi tulang punggung yang menopang perekonomian.

“Warisan perkebunan di Sumut sangat luar biasa. Ini pula yang membuat Sumatera pernah disebut-sebut sebagai pulau emas, karena memiliki kekayaan alam yang luar biasa,” ujar Ichwan Azhari, sejarawan Universitas Negeri Medan.

Sebagai daerah yang memiliki banyak komoditas unggulan, Sumut menjadi daya tarik bagi investor. Setidaknya, investasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri yang masuk terus meningkat, hingga mencapai Rp20 triliun.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengatakan pertumbuhan ekonomi makro Sumatera Utara saat ini lebih tinggi dari rata-rata nasional. Sumut merupakan daerah yang memiliki banyak komoditas unggulan yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pertumbuhan perekonomian Sumut mengalami kenaikan signifikan. Tahun 2017 tercatat sebesar 5,2 persen. Pertumbuhan ini mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,07 persen.

Begitu juga dengan pengendalian inflasi lebih rendah dari nasional. Inflasi Sumut tahun 2017 sebesar 3,2 persen, sedangkan inflasi nasional 3,61 persen. Sumut pun menjadi contoh penerapan terbaik dalam hal pengendalian inflasi daerah.

Dari sisi kinerja keuangan, Pemprovsu pun sudah berada pada jalur yang tepat. Tanggung jawab provinsi untuk membayar utang dana bagi hasil kepada daerah sejak tahun 2015 sebesar Rp2,2 triliun, baru dapat dituntaskan tahun 2017. Selain itu, APBD provinsi juga baru kali ini mampu menembus level hingga Rp13 triliun.

Di sisi lain, perhatian pemerintah pusat yang begitu besar sangat menguntungkan daerah ini. Pembangunan infrastruktur berupa jalan tol diwujudkan mulai dari Medan-Kuala Namu, Medan-Binjai, Kuala Namu-Tebing Tinggi, dan akan terus berlanjut hingga Parapat.

Begitu juga dengan pembangunan bandara bertaraf internasional, yakni Bandara Kuala Namu dan Bandara Silangit. Peningkatan infrastruktur tentunya sangat menopang kemajuan perekonomian daerah, apalagi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke, maupun Pelabuhan Kuala Tanjung segera rampung, tentunya semakin mempercepat akselerasi perdagangan dari luar ke Sumut.

Perbaikan dan pembenahan kinerja aparatur juga turut dilakukan. Sumut yang pernah menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini menjadi daerah terbaik dalam upaya pemberantasan korupsi. Bahkan, daerah lain juga belajar ke Sumut untuk melakukan antisipasi korupsi.

Pemberantasan korupsi dilakukan Pemprovsu dengan menindaklanjuti rencana aksi yang telah disepakati bersama KPK. Yaitu dengan melakukan pelaksanaan e-planning dan e-budgeting, serta pengadaan barang dan jasa, penguatan layanan perizinan terpadu, manajemen SDM, penguatan inspektorat, optimalisasi pendapatan daerah, pembenahan aset, percepatan peraturan daerah RTRW serta peningkatan partisipasi publik.

Di sisi lain, Pemprovsu juga melakukan inovasi informasi teknologi demi mendukung terwujudnya pemerintahan yang clean and good government, yakni dengan meluncurkan aplikasi provinsi cerdas terintegrasi, dimana aplikasi ini terintegrasi dengan kabupaten/kota/serta organisasi perangkat daerah. Diharapkan hal ini dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan dapat meningkatkan partisipasi publik.

Dalam hal pelayanan, Pemprovsu juga terus berupaya melakukan yang terbaik. Dalam sektor kesehatan, dialokasikan anggaran hingga Rp90 miliar untuk meng-cover 330 ribu warga agar dapat mengikuti program BPJS Kesehatan. Setidaknya, dari 14 juta penduduk Sumut, sudah 70 persen ditanggung BPJS Kesehatan.

Begitu juga dengan pendidikan. Saat ini pengelolaan SMA/SMK di bawah provinsi semakin baik. Pembenahan dilakukan dengan menerapkan sistem UNBK online. Di mana saat ini dari 90 sekolah meningkat hingga 1.500 sekolah yang menggelar UNBK online dan tahun 2018 UNBK tingkat SMK sudah diikuti 889 sekolah dari 929 SMK atau sudah mencapai 95,69 persen.

Penerapan penerimaan siswa didik baru juga telah menerapkan sistem online. Selain memutus rantai KKN juga membuka peluang selebarnya kepada siswa kurang mampu yang memiliki kemampuan akademik untuk mengecap pendidikan di sekolah favorit.

Sumut juga masih  memiliki potensi yang luar biasa. Sebagai daerah multikultur, Sumut memiliki keragaman etnik dan kerukunan umat beragama yang terus terjaga hingga saat ini. Kekayaan alam juga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sumut. Terutama Sumut memiliki danau supervolcano yakni Danau Toba, yang kini menjadi kawasan strategis nasional dan ditetapkan sebagai destinasi prioritas nasional. Objek wisata lainnya juga tak kalah menarik, hal ini diharapkan dapat mendongkrak target kunjungan wisatawan ke Sumut Tahun 2019 sebesar 1 juta orang.

Setelah 70 tahun, Sumut terus melakukan perbaikan dan pembenahan agar bisa menjadi lebih paten. Wilayah yang dijuluki "Pulau Suvarna Dvipa" ini pun tak pernah berhenti berkontribusi untuk pembangunan negara. (*)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 14 Dec 2018 27°C 22°C
  • 15 Dec 2018 29°C 21°C

Banner 468 x 60 px