Log in

Wenger dan Perlunya Regenerasi Kepemimpinan


Kesebelasan Arsenal yang diasuh Arsene Wenger kalah tanding dalam babak 16 besar Liga Champions, Kamis (16/2) dini hari. Tak tanggung-tanggung, Arsenal ditaklukkan Bayern Munich dengan skor 5-1. Hal ini membuat suporter Arsenal atau biasa disebut The Gooners sangat kecewa. Gonners bahkan berbondong-bondong memperbincangkan dan meminta Arsene Wenger untuk dipecat. Mengalirnya tweet netizen yang mencuitkan pelatih populer ini membuat nama Arsene Wenger ngetren di jejaring sosial Twitter. Tak hanya netizen Tanah Air, warganet mancanegara bahkan mengobarkan permintaannya agar pelatih Arsenal ini mundur. "Arsene Wenger must GO away NOW!," kicau akun @DxZeal.

"Apakah masih layak disebut Arsenal kalo gak ada Arsene Wenger?," komentar @dfauzie. Akun @victorkamang juga berkomentar "Ramalan Joyoboyo: Nusantara ndak akan tenang dari gonjang ganjing dan perseteruan sampai manajemen Arsenal berani mem-PHK Arsene Wenger." Kekalahan Arsenal kali ini bisa disebut sebagai kekalahan paling memalukan dalam sejarah keikutsertaan The Gunners di perhelatan Liga Champions. Sebab, dengan kekalahan itu, berarti The Walcott dkk harus menerima kekalahan dengan agregat 2-10. Kebobolan sepuluh gol, jelas sangat memalukan dan merupakan aib besar bagi tim sekelas Arsenal, yang selama ini masuk ke dalam jajaran klub elite di negerinya Ratu Elizabeth itu, bersama Liverpool, MU, Chelsea, Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Kekalahan telak Arsenal ini tidak saja telah meruntuhkan reputasi Wenger sebagai pelatih papan atas, melainkan juga memberikan noda hitam bagi klub-klub Inggris. Pasalnya, selama ini bentrok antara klub Inggris dan Jerman, tidak pernah memunculkan agregat kekalahan demikian mencolok. Karena itu, sangat wajar jika para netizen dan para fans The Gunners mengecam keras dan menginginkan supaya Wenger segera mundur dan dipecat. Nah, agaknya hal inilah yang selama ini tidak disadari manajemen Arsenal. Bahwa, Wenger memang sudah terlalu lama menancapkan rezim kepelatihannya di Arsenal. Bayangkan, Wenger sudah menjadi manajer Arsenal sejak Oktober 1996 atau sudah 21 tahun. Dari perpektif demokrasi kepemimpinan di era modern dewasa ini, posisi Wenger ini sejatinya sudah menyalahi aturan perundangan pemerintahan di negara maju, yang umumnya maksimal hanya dua periode (8, 10, hingga 12 tahun).

Selama menjabat sebagai 'penguasa' di Arsenal, harus diakui cukup banyak trofi yang dipersembahkan Wenger. Namun, dalam sepuluh tahun terakhir ini, Arsenal sudah puasa gelar Liga Primeir, dan hanya kebagian jatah FA dan Community Shield. Mengacu pada lamanya era kepelatihan Wenger di Arsenal yang berujung pada semakin menurunnya raihan prestasi, ini menjadi pelajaran bagi semua kalangan, bahwa di bidang apa pun, tidak boleh terlalu lama berkuasa (menjabat). Dengan kata lain, sudah menjadi sunnatullah (hukum alam), regenerasi kepemimpinan harus dilakukan, jika segala sesuatunya ingin berjalan dengan lebih baik dan tetap on the track. So...sudahlah Wenger, era sampeyan sudah berlalu ! (**)

26°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 85%

Wind: 8.05 km/h

  • 14 Nov 2018 27°C 22°C
  • 15 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px