Log in

Wakil Rakyat pun Tak Lagi Fokus Bekerja


Dalam beberapa bulan belakangan ini, paripurna dan rapat-rapat digelar DPRD Sumut tidak pernah digelar sesuai dengan jadwal diagendakan, yaitu sekitar pukul 10.00 WIB. Selain sering molor, juga sangat sukar untuk mencapai kourum (2/3 kehadiran anggota dewan). Kecenderungan wakil rakyat Sumut yang terkesan semakin tidak fokus dalam bekerja tersebut, agaknya sangat banyak dipengaruhi pemeriksaan secara maraton oleh aparat penegak hukum (KPK) terhadap mantan dan anggota DPRD Sumut, beberapa waktu lalu. Pemeriksaan mana telah berimbas pada penahanan Ketua DPRD Sumut dan mantan pimpinan dewan periode sebelumnya. Sementara, para wakil rakyat lain sempat berharap-harap cemas, menunggu kabar seputar bakal ditetapkannya para tersangka baru.

Kondisi psikologis ini selain telah menyebabkan anggota DPRD Sumut menjadi tak lagi bergairah. Para wakil rakyat ini juga tidak lagi memiliki keberanian untuk 'bermain' proyek serta melakukan manuver-manuver menekan Gubernur dan Pimpinan SKPD supaya mendapatkan uang. Alhasil, supaya pemasukan tetap sesuai dengan harapan, anggota DPRD Sumut saat ini memperbanyak kunjungan kerja ke luar kota, utamanya ke luar Sumatera, supaya bisa mendapatkan biaya perjalanan dinas yang lebih banyak. Karena itu, tidak mengherankan jika keberadaan gedung DPRD Sumut belakangan ini hanya ada penghuni pada Senin atau Selasa saja. Sedangkan, Rabu hingga Jumat, gedung dewan bak kuburan, sepi dan tidak berpenghuni, karena hampir semua wakil rakyat ke luar kota.

Para wakil rakyat Sumut sudah dipilih dan diamanahkan menjadi wakil rakyat di parlemen. Karena itu, seharusnya tidak ada dalih apa pun yang dapat membenarkan mereka, tidak lagi optimal dalam menjalankan tugasnya memperjuangkan aspirasi rakyat, dan terkesan kerja tayang demi SPPD semata. Patut diingat, menjadi anggota DPR/D merupakan dambaan segenap politisi. Jadi, tidak sepatutnya ketika posisi sebagai anggota dewan sudah didapatkan, mereka kemudian terbawa rendong serta melupakan tugas utamanya.

Sebagai representasi rakyat di legislatif, mestinya denyut nadi para anggota dewan tersebut, harus senantiasa dihiasi dengan hentakan suara rakyat. Bukan sebaliknya, lebih suka menyuarakan kepentingan sponsor (eksekutif, pengusaha dan pimpinan partai). Mengapa para wakil rakyat lupa pada aspirasi rakyat yang telah berjasa mendudukkannya di tempat terhormat dan empuk itu ? Penyebabnya, karena oknum wakil rakyat itu sejatinya memang berkiblat pada kepentingan. Sayangnya kepentingan dimaksud di sini, tidak terkait alias tidak inheren dengan kepentingan rakyat, melainkan lebih bermuara pada kepentingan kelompok, partai, dan kepentingan dirinya sendiri.

Karena kecenderungan lebih mendahulukan kepentingan kelompok, partai dan dirinya sendiri, para wakil rakyat itu kemudian lebih sibuk memikirkan keselamatan dirinya dari 'ancaman' KPK, dan kerap mengabaikan mission sacred-nya sebagai pengemban aspirasi rakyat. Demi menggairahkan kembali semangat dan kinerja DPRD Sumut ke depan, kita berharap para pimpinan parpol segera memberikan 'jeweran', dan kalau perlu melakukan PAW terhadap wakilnya yang cenderung tak lagi fokus bekerja tersebut.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 16 Dec 2017 29°C 23°C
  • 17 Dec 2017 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px