Log in

Vonis Bebas Sofyan Basir


Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir divonis bebas oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (4/11). Sementara tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ialah 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Adapun Sofyan merupakan terdakwa kasus dugaan pembantuan transaksi suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

"Mengadili, satu, menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana di dakwaan penuntut umum dalam dakwaan pertama dan kedua,"kata ketua majelis hakim, Hariono saat membaca amar putusan.

Vonis bebas itu memang terkesan mengejutkan. Namun, dalam konteks pencarian keadilan di bidang hukum, vonis bebas sesungguhnya merupakan hal yang lumrah dan biasa saja. Kalau seseorang memang tidak memiliki bukti yang kuat untuk dinyatakan bersalah dan karenanya harus dihukum, maka sudah seharusnyalah yang bersangkutan dinyatakan bebas.

Dengan demikian vonis bebas yang dijatuhkan kepada Sofyan Basir, tidak perlu disikapi dengan berlebihan. Ketika majelis hakim memutuskan yang bersangkutan tidak bersalah, maka semua pihak harus menghormatinya, sekaligus ditindaklanjuti dengan pemberian hak-hak kebebasan kepada mantan Dirut PLN yang telah divonis bebas tersebut.

Putusan bebas yang dijatuhkan kepada Sofyan Basir juga patut dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi semua kalangan, khususnya KPK, agar lebih berhati-hati dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka. Sebab, palu godam KPK biasanya telah menyebabkan hancurnya karier seseorang serta munculnya stigma negatif terhadap yang bersangkutan dan keluarganya.

Ketika majelis hakim memutuskan vonis bebas kepada Sofyan Basir, hal itu juga menjadi salah satu bukti, bahwa KPK juga manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Karena itu, sangat wajar jika pihak KPK menyampaikan permintaan maaf kepada Sofyan Basir dan keluarga, karena telah keliru dalam memutuskan yang bersangkutan sebagai tersangka korupsi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selaku institusi yang menangani kasus mantan Direktur Utama PT PLN itu, diharapkan segera menjalankan apa yang diputuskan oleh pengadilan. Dalam hal ini, KPK harus ikut berperan dalam memulihkan kembali hak-hak, harkat, martabat dan kehormatan Sofyan Basir, dan kalau perlu merekomendasikannya agar bisa kembali memimpin PLN.

Vonis bebas yang diterima Sofyan basir merupakan bahagian dari law enforcement (penegakan hukum) di negara kita. Karena itu, masyarakat dan semua pihak berkewajiban menghormati putusan hakim tersebut. Sikap seperti ini merupakan pengejawantahan dari penghormatan kita terhadap institusi penegakan hukum.

Sekali lagi diingatkan, vonis bebas Sofyan Basir hendaknya bisa dipahami, dihormati dan dihargai, sekaligus dapat pula dijadikan oleh pihak KPK sebagai bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan kinerjanya di masa mendatang, dan tidak terlalu buru-buru dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka kasus korupsi.

Bebasnya Sofyan Basir ini juga patut dijadikan bahan kajian dan pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya para politisi dan pejabat. Bahwa, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, bukanlah akhir dari segalanya. Siapa pun yang merasa dirinya (betul-betul tidak bersalah) dan menjadi korban kedigdayaan KPK, tidak boleh berputusasa dalam memerjuangkan tegaknya keadilan. Gusti ora sare...!(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px