Log in

Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem


Cuaca ekstrem mengancam wilayah Medan dan Sumatera Utara. Selain hujan, musim kemarau juga terjadi di beberapa titik. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi itu terjadi hingga beberapa hari ke depan. Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah 1 Medan, Sunardi, mengatakan hujan mengguyur kota. Namun itu bukan berarti Medan mengalami musim hujan. "Cuacanya masih ekstrem. Hujannya masih kategori sedang," kata Sunardi di Medan, Selasa kemarin.  Secara umum, Sumut masih berada di musim kemarau. Namun perubahan cuaca dan angin dari laut mengakibatkan hujan turun.

Mengacu pada perkiraan cuaca yang disampaikan BMKG Wilayah I Medan tersebut, berarti masyarakat Medan dan Sumatera Utara, belum bisa tenang dan tidur nyenyak. Sebab, ancaman banjir, longsor dan bencana lainnya kemungkinan masih akan datang menghampiri. Lalu, apakah yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghadapi ancaman datangnya bencana tersebut ? Sebetulnya, tidak ada yang benar-benar bisa dilakukan, kecuali hanya lebih banyak berdoa serta meningkatkan kewaspadaan menyikapi cuaca ekstrem tersebut. Kendati demikian kurang elok rasanya jika kita memilih bersikap pasrah dalam menghadapi cuaca ekstrem itu. Setidaknya harus ada upaya-upaya konkret untuk setidaknya berupaya meminimalisir ekses negatif yang bakal timbul dari cuaca yang ekstrem tersebut.

Misalnya setiap warga melakukan pembersihan saluran drainase di lingkungan sekitar masing-masing. Dan, yang lebih penting lagi segenap warga harus meningkatkan kesadaran seputar perlunya menjaga kelestarian lingkungan, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan. Seperti diketahui, selama ini banjir yang menerjang permukiman warga, kerapkali bersumber dari meluapnya sungai yang berada di sekitar rumah-rumah penduduk. Meluapnya sungai ini tiada lain disebabkan tidak lancarnya aliran air di pusaran sungai, akibat banyaknya tumpukan sampah.

Sampah-sampah yang banyak menumpuk di sungai tersebut, selama ini banyak yang berasal dari ulah masyarakat sendiri, yang seenaknya membuang sampah ke dalam sungai. Kondisi ini diperparah dengan tidak jelasnya kebijakan pembangunan pemerintah kota dan kabupaten, yang terkesan tidak memiliki rencana yang jelas dan riil dalam upaya melakukan pengerukan sungai. Selain banjir, cuaca ekstrem juga memunculkan ancaman bencana lainnya yaitu terjadinya longsor. Bencana longsor terjadi karena penggundulan hutan tidak pernah benar-benar dicegah, yang berakibat semakin keroposnya ketahanan bebukitan menahan derasnya serbuan hujan.

Terkait dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem khususnya di Kota Medan tersebut, kita hanya bisa mengimbau masyarakat, supaya mengurangi perjalanan keluar kota, jika tidak benar-benar penting serta meningkatkan kegiatan gotong royong sesama warga, melakukan pengerukan saluran drainase dan tidak lagi membuang sampah dengan sembarangan. Semoga Allah SWT masih berkenan melimpahkan kasih dan sayangNya serta tidak memberikan cobaan yang teramat berat bagi kita. Amin ya rabbal alamin. (**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 26 Sep 2018 30°C 22°C
  • 27 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px