Log in

Terorisme Jangan Dikaitkan dengan Agama


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan berbagai kalangan di Tanah Air mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Ahad (13/5). Aher menegaskan, agama apa pun tak pernah mengajarkan terorisme dan radikalisme. Aher mengatakan atas nama pemerintah dan masyarakat Jawa Barat menyesalkan, menyayangkan, sekaligus tak pernah setuju dengan tindakan terorisme. "Kami mengutuk keras terorisme oleh siapapun, atas alasan apapun, kapanpun kejadiannya,serta apapun targetnya," ujarnya di Gedung Sate, Ahad.

Aher mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan meningkatkan konsolidasi dengan unsur pimpinan lainnya sebagai tindak antisipatif pascaserangan bom Surabaya. Koordinasi tersebut, tercakup dalam peningkatan keamanan dan deteksi dini potensi radikalisme di wilayahnya. Apa yang disampaikan Aher tersebut benar adanya. Sebab, aksi bom bunuh diri di Surabaya menyalahi agama, norma sosial, hingga undang-undang. Seluruhnya tindaknya salah, dan menjadi tidak relevan jika dikaitkan dengan agama tertentu. Karenanya tindakan terorisme tidak boleh dihubungkan dengan agama apa pun. Boleh jadi pelaku mengaku ada kaitan dengan agama. Namun, sesungguhnya tidak ada hubungan dengan agama apa pun yang dianut. Pemboman hanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang pemahaman agamanya sempit.

Misalnya bisa jadi pelaku pemboman itu di status kependudukannya menganut Islam. Namun, sangat tidak bijaksana, jika pelaku pemboman disebut sebagai kelompok yang berasal dari Islam. Siapa pun yang melakukan tindakan kriminalitas, tidak boleh mengatasnamakan agama tertentu. Sebagaimana sudah seringkali dinyatakan, ajaran Islam di dalam Alquran dinyatakan sebagai Islam Rahmatan Lil Alamin (Islam rahmat bagi seluruh penghuni alam). Penganut ajaran Islam diwajibkan mengejawantah sebagai pribadi yang peduli kepada sesama umat manusia, tanpa memandang suku, agama dan kelompoknya.

Dengan kata lain, umat Islam yang benar-benar istiqamah dalam melaksanakan ajaran Islam sesuai dengan ketentuan yang tertera di dalam Alquran dan Hadits, dipastikan tidak akan pernah terlibat dalam tindakan anarkis dan biadab, sebagaimana ditunjukkan oleh para teroris tersebut. Terkait dengan Islam rahmatan lil alamin ini tidak hanya ada di dalam kitab suci semata, melainkan telah diimplementasikan dengan baik oleh umat Islam Indonesia selama ini. Bahwa, ketika umat Islam berada pada posisi mayoritas, penganut agama minoritas juga terlindungi dengan baik.

Karena itu, kita mengimbau kepada pihak-pihak yang ingin mengaitkan peristiwa ini dengan agama, hendaknya dapat menahan diri serta dapat bersikap arif dan bijaksana. Umat beragama hendaknya tidak menjadikan media sosial sebagai sarana untuk memanaskan situasi dan memunculkan sentimen agama. Tidak tertutup kemungkinan, para teroris tersebut sengaja menjadikan gereja sebagai sasaran serangan. Sebab, mereka mungkin saja memiliki agenda untuk membenturkan umat Kristiani dengan umat Islam. Apalagi, di tahun politik menjelang 2019, suasana belakangan ini semakin rentan dengan munculnya saling gesek di antara sesama anak bangsa.(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 11 Dec 2018 27°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px