Log in

Tak Sabar Menunggu Cawapres Jokowi


Setelah sekian lama tidak buka-bukaan soal cawapresnya di Pilpres 2019, Joko Widodo (Jokowi) mulai memberikan isyarat. Meski belum menyebut nama, Jokowi mengaku sudah mengantongi nama tersebut. Siapa dia? Hal itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan wartawan setelah menghadiri penutupan Rembuk Nasional Aktivis '98 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (7/7). Mantan Wali Kota Solo ini akan mengumumkan cawapresnya. "Sudah ada, tinggal diumumin," ujar Jokowi. Lantas, siapa cawapres pilihan Jokowi ? Beberapa nama disebut-sebut berpeluang jadi cawapres Jokowi. Nama-nama itu termasuk ketum parpol seperti Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Dua nama pertama pernah bertemu Jokowi secara personal, namun belum memberikan sinyal tegas akan jadi cawapres Jokowi. Sedangkan Cak Imin terang-terangan deklarasi jadi cawapres Jokowi melalui posko JOIN yang didirikannya. Nama lainnya seperti Menko PMK sekaligus Ketua DPP PDIP nonaktif Puan Maharani.  Perasaan tak sabar dan penasaran menunggu, siapa gerangan yang bakal dipercaya menjadi cawapres Jokowi, memang sangat wajar melanda banyak orang, khususnya elite partai yang tergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Bagi elite partai yang berkeinginan diberikan kepercayaan menjadi cawapres, tentu sangat ingin supaya nama cawapres itu segera diumumkan. Sebab, hal itu sekaligus akan memberikan kepastian kepada mereka, apakah akan tetap bergabung di dalam koalisi atau mencari koalisi baru yang lebih menguntungkan (secara politis). Orang seperti Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar serta Romahurmuziy tentu sangat ingin, agar diberikan kesempatan menjadi cawapres, karena mereka meyakini, menjadi cawapresnya Jokowi, peluang menjadi orang nomor dua di negeri ini menjadi sangat terbuka lebar.  

Agaknya tarik menarik kepentingan di antara elite partai ini pulalah yang turut menjadi faktor penyebab lambatnya pengumuman cawapres Jokowi tersebut. Dalam hal ini, Jokowi beserta para pendukungnya menginginkan agar siapa pun yang diberi kepercayaan menjadi cawapres, tidak akan menimbulkan kekecewaan, apalagi sampai berpindah ke barisan koalisi lain. Seperti diketahui, posisi Jokowi sebagai kandidat petahana sangatlah menguntungkan. Banyak kalangan memprediksi, jika sampai muncul tiga pasang capres dalam Pilpres nanti, maka dapat dipastikan Jokowi akan meraih kemenangan dengan mudah. Dengan kata lain, peluang mengalahkan kandidat petahana, hanya dimungkinkan bila terjadi head to head antara Jokowi dengan Prabowo atau nama lain, semisal Gatot Nurmantyo atau Anies Baswedan. Pengumuman nama cawapres Jokowi itu juga sangat ditunggu-tunggu pihak lain (kubu Prabowo dan SBY dkk), supaya mereka bisa lebih mudah merumuskan strategi serta memunculkan figur pasangan kandidat yang dianggap potensial meraup suara demi melahirkan presiden baru. Namun, keinginan mengalahkan petahana semakin berat, menyusul keberhasilan kubu Jokowi merangkul TGB, yang dianggap sebagai salah satu sosok yang mampu menyedot dukungan umat Islam.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 18 Sep 2018 28°C 23°C
  • 19 Sep 2018 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px