Log in

Super Semar dan Soeharto


Siti Hediati Hariyadi atau biasa disapa Titiek Soeharto menepis rangkaian kegiatan bertajuk "Bulan HM Soeharto" yang digelar sejak 1 Maret 2018 merupakan jalan untuk kebangkitan politik keluarga Cendana. "Ini tidak ada urusan kebangkitan politik keluarga kami, kami selamanya selalu konsen pada kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Titiek dalam acara puncak "Bulan HM Soeharto" di TMII, Jakarta, Minggu (11/3). Titiek Soeharto mengatakan, di mana pun dan kapan pun, keluarga besar Soeharto selalu berusaha meneruskan cita-cita Presiden kedua RI itu untuk menyejahterakan rakyat. Terkait momentum masuknya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto dalam partai baru peserta Pemilu 2019, Partai Berkarya, Titiek pun membantah hal tersebut menunjukkan kebangkitan keluarga Cendana.

"Jadi bukan berarti bahwa sekarang ada partai, perasaan dari kemarin ada partai Bu Tutut (Siti Hadijanti Rukmana), semuanya tujuannya sama,"kata putri keempat Soeharto itu. Setiap 11 Maret selalu dikenang sebagai munculnya surat perintah sebelas maret atau super semar, yang dianggap sebagai titik awal kemunculan Soeharto di dalam kepemimpinan nasional, sekaligus menggantikan era kejayaan penguasa sebelumnya, Soekarno. Tidak terbantahkan, banyak nilai-nilai yang bisa dipetik dan hal penting yang bisa diambil hikmahnya dari seluruh rangkaian peristiwa Super Semar tersebut. Sebagai penerus bangsa, tugas utama masyarakat saat ini adalah belajar dari sejarah demi memperbaiki masa depan.

Peristiwa di masa lalu, merupakan pembelajaran penting untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Sosok Presiden ke-2, Soeharto memiliki gaya kepemimpinan berbeda dengan pendahulu dan penerusnya. Setiap pemimpin memiliki zamannya, dan setiap zaman memiliki pemimpinnya. Jadi, di zamannya, figur Pak Harto merupakan seorang pemimpin yang banyak berbicara soal pembangunan, yang kala itu dikenal dengan istilah Repelita (rencana pembangunan lima tahun). Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Bagian kita sebagai generasi penerus adalah mengambil hikmahnya, bukan sekadar menengok apa yang sudah terjadi. Mengambil hikmahnya dan memetik pelajaran kepemimpinan dari figur Pak Harto.

Soeharto bisa disebut sudah menjadi sosok yang melegenda. Nah, mengharapkan kebangkitan kembali kejayaan politik keluarga Cendana melalui anak-anaknya, tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Pasalnya, kendati kini memimpin Partai Berkarya, figur Tommy Soeharto selama ini tidak terlalu menonjol di bidang politik. Namun, harus diakui momentum Super Semar akan selalu dikenang sebagai peristiwa bersejarah yang menjadi titik awal tampilnya Soeharto sebagai pemimpin yang sangat lama berkuasa di negeri ini. Dulu dan kini, Pak Harto banyak dipuja, tak sedikit pula yang mencela. Tetapi apa pun sisi plus dan minusnya, tak bisa terbantahkan, Pak Hartolah sebagai peletak dasar-dasar pembangunan infrastruktur di negeri ini. Ngono yo ngono ning ojo ngono...(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 12 Dec 2018 28°C 22°C
  • 13 Dec 2018 27°C 23°C

Banner 468 x 60 px