Log in

Serangan Fajar Meracuni Demokrasi


Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Tim Pemantauan Pemilu mendeteksi serangan Fajar yang mungkin terjadi di hari mendekati waktu pencoblosan surat suara pada Pemilu Serentak 2019.

Hal itu dikatakannya saat memberikan pembekalan pada Tim Pemantau Pemilu Serentak tahun 2019, kemarin."Gerakan serangan fajar dan politik uang segera hindari dan deteksi karena ini merupakan racun demokrasi yang sangat berbahaya yang dapat mengganggu proses konsolidasi demokrasi kita ke depan,”kata Tjahjo dalam keterangan resmi.   

Tjahjo menyebut adanya racun demokrasi yang dapat mengganggu Pemilu Serentak 2019. Ia menyebut racun itu ialah hoaks, fitnah, politik uang atau yang dikenal dengan serangan fajar yang kerap terjadi di masa mendekati waktu pencoblosan surat suara.

Pernyataan Mendagri Tjahjo Kumolo sangat tepat dan patut ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk mencegah terjadinya praktik money politic melalui serangan fajar. Pihak Bawaslu dan Pawaslu beserta jajarannya harus bisa bekerja ekstra keras dalam mencegah sekaligus menindak para pelaku praktik politik uang tersebut.   

Sebagai bangsa yang tengah membangun kehidupan demokrasi ke arah lebih baik,tentunya akan sangat terganggu sekaligus bisa melahirkan sejumlah persoalan, apabila praktik serangan fajar tetap dibiarkan berlangsung.

Di sisi lain, praktik politik uang ini bisa disebut sudah menjadi sebuah rahasia umum, yang sulit dibantah dan atau banyak terjadi di depan mata.   

Serangan fajar atau praktik politik uang jelas akan meracuni kehidupan demokrasi kita yang sejatinya tengah bertumbuh ke arah lebih baik, pasca tumbangnya pemerintahan rezim Orde Baru.

Politik uang selanjutnya akan mematikan kehidupan demokrasi dan akhirnya melahirkan situasi kurang kondusif.Yakni,akan terjadi praktik jual beli suara, yang mencederai kehidupan demokrasi.

Di sisi lain,raihan kursi yang didapat melalui praktik serangan fajar,jelas akan memunculkan calon-calon koruptor baru. Sebab, mereka yang telah menggelontorkan banyak uang demi mendapatkan kursi di legislatif,dipastikan akan berupaya sekuat tenaga untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama pencalonan tersebut.

Dalam upaya menumbuhkan kehidupan demokrasi yang lebih baik di negara kita, sekaligus melahirkan para wakil rakyat yang kredibel dan berintegritas, kita berharap kiranya seluruh rakyat Indonesia bisa terlibat aktif dalam memerangi racun demokrasi tersebut. Yakni dengan cara menolak adanya upaya membeli suara rakyat.

Penolakan juga bisa dilakukan dengan cara lain. Misalnya tetap saja menerima pemberian (uang) dari para caleg tersebut.Namun pilihan di TPS nanti,tetap disesuaikan dengan bisikan hati nurani.Yaitu memilih yang didasari penilaian mendalam dan rasional terhadap track record dari nama-nama caleg yang tersedia di kertas suara.

Dengan kata lain, kita berharap, kiranya masyarakat juga ikut mendorong dan berpartisipasi dalam menumbuhkan kehidupan demokrasi yang lebihbaik dan bermartabat di negara kita, dengan cara turut serta mencegah sekaligus memberangus terjadinya praktik dagang sapi politik, melalui serangan fajar. Say no to money politic !(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px