Log in

Selamat Jalan Dhuyufurrahman


Sebanyak 388 jemaah calon haji (calhaj) Kelompok Terbang (Kloter) 1 asal Kota Medan, hari ini, Jumat (12/7)  berangkat menuju Tanah Suci, untuk menunaikan ibadah haji. Para jemaah ini tiba gedung Asrama Haji Medan (Ahmed), Kamis (11/7) siang, sekitar pukul 14.00 WIB diantarkan keluarga dan kerabat masing-masing.

Rencananya, pemberangkatan kloter 1 para dhuyufurrahman ini akan dilepas Gubernur Sumatera Utara, H Edy Rahmayadi didampingi Kakanwil Kementerian Agama Sumut Iwan Zulhami dan pejabat lainnya di Aula Madinatul Hujjah Asrama Haji Medan, pukul 18.55 WIB. Kasubbag Humas Kanwil Kemenag Sumut Abdul Azim menyebutkan, jemaah asal Kota Medan berjumlah 388, ditambah lima petugas.

Jemaah tersebut antara lain terdiri dari Pemko Medan berjumlah 154 orang, KBIH Al-Mukhtar 124, Pemprovsu 64, Al Fitriyah 40 dan As Sajadah 9 orang. Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 1 Embarkasi, Arifin menyebutkan, sebagai petugas pihaknya sudah siap untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi para jemaah calon haji.

Di sisi lain, kita menyadari setidaknya terdapat tiga faktor yang memiliki andil kelancaran pelaksanaan haji jemaah kita. Pertama, adanya pelayanan terbaik dari pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menjadi faktor kunci kelancaraan pelaksanaan ibadah haji jemaah Indonesia.

Sementara, khusus untuk jemaah haji berasal dari Provinsi Sumatera Utara diharapkan bisa dilayani dengan baik oleh para petugas pembimbing ibadah haji provinsi dan kabupaten/kota maupun kepala rombongan, yang telah diberi amanah membantu jemaah, agar para dhuyufurrahman dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk.

Pelayanan terbaik yang diberikan oleh pemerintah dari segi transportasi, makanan, dan penginapan (tenda selama berada di Arafah dan Mina) akan sangat memiliki poin besar kepuasaan bagi para jamaah. Pelayanan yang cepat dari pemerintah dan informasi yang tepat dan cepat dari petugas haji membuat persoalan-persoalan teknis yang biasanya muncul dapat ditekan.

Faktor kedua, jemaah yang kritis, tapi tidak banyak menuntut. Semua kalangan mengakui bahwa pelayanan yang diberikan oleh petugas haji kita masih banyak kekurangan di sana-sini. Persoalan itu semakin muncul ketika jemaah terlalu banyak menuntut agar mendapatkan pelayanan yang terbaik. Jemaah memang berhak mendapatkan pelayanan terbaik, tapi hendaknya bisa juga menerima dengan sabar, apabila layanan yang diberikan oleh petugas haji dirasakan belum maksimal.

Untuk itu, penting juga diberikan pemahaman bagi setiap jemaah calon haji supaya tidak memendam ekspektasi berlebihan terhadap pelayanan yang akan diterimanya selama berada di Tanah Suci. Dari Tanah Air, hendaknya para jemaah siap menerima kemungkinan layanan petugas haji tidak sempurna seperti yang dibayangkannya.

Sedangkan, faktor ketiga yang cukup berperan dalam kelancaraan ibadah haji adalah mitra Pemerintah Indonesia di Tanah Suci. Selama ini beberapa persoalan yang sering muncul adalah adanya wanprestasi pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemerintah, baik itu dalam pengadaan bus, penginapan, maupun makanan. Pemerintah Indonesia dalam hal ini harus bersikap tegas agar kejadian-kejadian tahun lalu tidak terulang ketika mereka ingkar janji.

Mudah-mudahan dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh petugas haji khususnya di Provinsi Sumatera Utara, akan membuat proses haji bagi jemaah di daerah ini berjalan dengan lancar. Selamat jalan dhuyufurrahman, semoga ketika kembali ke Tanah Air, semuanya sehat walafiat dan menyandang predikat haji mabrur dan mabrurah. Aamiin ya rabbal alamin.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px