Logo
Print this page

Salman dan Islam Rahmatan Lil Alamin


Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, Indonesia dan Arab Saudi bersepakat menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Kesepakatan tersebut terjadi saat pertemuan kedua pemimpin Raja Salman dan Presiden Joko Widodo. “Kepala negara menekankan pentingnya bekerjasama dalam memajukan Islam rahmatan lil ‘alamin,” kata Menlu Retno Marsudi dalam jumpa persnya, usai pertemuan, di Istana Bogor, Rabu (1/3).

Indonesia, kata Retno, terus mendorong persatuan umat Islam untuk kemaslahatan Islam dan manusia di seluruh dunia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara juga bertekad memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Perjuangan kemerdekaan Palestina harus terus dilakukan,”tegas Retno. Raja Salman beserta rombongan tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 12.30 WIB. Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri menyambut langsung di bandara. Kunjungan kenegaraan Raja Salman kali ini dinilai sangat bersejarah. Pasalnya, kunjungan Raja Arab terakhir kali terjadi 47 tahun silam.

Pernyataan Menlu Retno Marsudi soal pentingnya kerja sama Indonesia dengan Arab Saudi dalam memajukan Islam rahmatan lil alamin (rahmat bagi segenap penghuni jagad), sangat tepat. Sebab, kedua negara memang sangat kental dengan nuasa Islamnya. Mungkin yang membedakannya adalah implementasi Islam di dalam pemerintahan. Kalau Arab Saudi mengaktualisasikan ajaran Islam dalam sistem pemerintahan, maka Indonesia hanya terbatas pada aktualisasi nilai-nilai (Islam) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, sejatinya kedua negara memiliki kesamaan tujuan, yakni bagaimana agar nilai-nilai Islam itu membumi sejalan dengan prinsip ajaran Islam itu sendiri sebagai way of life, yang seharusnya mengejawantah sebagai rahmat bagi seluruh penghuni alam.

Dalam hal ini, kita meyakini Raja Salman sebagai salah satu figur terpenting di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim, sudah mampu menerapkan paradigma keislaman yang menekankan keharusan bagi umatnya untuk mengimplementasikan Islam rahmatan lil alamin. Terbukti, dalam berbagai kebijakan politiknya dalam mengelola pemerintahan bersama para pembantunya, Raja Salman tidak pernah memperlihatkan kebijakan pemerintahan yang kaku. Selama ini Arab Saudi dikenal sebagai negara yang moderat dan tidak antibarat. Raja Salman seolah ingin memperlihatkan bukti kepada dunia, bahwa Islam tidak identik dengan fundamentalisme, militanisme, radikalisme, dan terorisme. Pemerintahan Arab Saudi melalui Raja Salman sangat berhasil mewujudkan wajah Islam yang selalu mendambakan kedamaian di seantero jagad.

Karena itu, momentum kunjungan Raja Salman ke negara kita, hendaknya dapat pula dijadikan pelajaran berharga, bahwa penguasa Islam sejatinya sangatlah bersahabat dan tidak anti dengan perbedaan. Jika Islam bisa dipahami dan diejawantahkan dalam konteks Islam rahmatan lil alamin sebagaimana dilakukan Salman, maka negara dan tokoh-tokoh umat Islam tidak perlu disalahpahami dan dianggap sebagai musuh, sebagaimana dilakukan Donald Trump. Monggo...(**)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com