Log in

Revitalisasi Peran dan Fungsi Guru


Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi menilai, perlu ada revitalisasi ilmu pendidikan dan pendidikan guru. Karena di era digital, guru tidak lagi berperan sebagai sumber belajar atau pemberi pengetahuan tetapi harus menjadi motivator, mentor dan fasilitator. "Revitalisasi itu menurut saya adalah komponen inti dari pengembangan bidang studi pendidikan," kata Unifah Rosyidi dalam seminar TIK di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (11/10).  Guru tidak mungkin dapat bersaing dengan mesin dalam mengajar. Khususnya dalam proses belajar yang sifatnya hapalan, hitungan, proyeksi, peramalan serta mesin pencarian informasi. Karena mesin, jauh lebih cerdas, cepat dan efektif dalam mengerjakan tugas.

Harus diakui, saat ini di berbagai daerah, tidak cuma perdesaan, pun juga di perkotaan, masih banyak guru yang gagap teknologi alias gaptek. Karena itu, guru-guru harus mulai disiapkan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang masif tersebut. Terhadap para guru yang gaptek tersebut, sebenarnya pihak Kementerian Pendidikan maupun Dinas Pendidikan di daerah, sudah banyak melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas SDM para guru tersebut. Misalnya dengan melakukan pelatihan, bimbingan teknis (Bimtek), seminar, dan berbagai kegiatan lainnya.

Namun, sangat disayangkan, berbagai pelatihan dan kegiatan yang dilakukan itu, belum sepenuhnya mampu membebaskan para guru dari kondisi gapteknya tersebut. Bisa jadi hal ini disebabkan kompetensi sejumlah guru, sudah sampai pada tahapan mentok, dan tidak lagi bisa diubah menjadi lebih berkualitas. Sementara itu, menghadapi tren zaman dan perubahan di era milenial saat ini, sebagaimana disinggung Ketua Umum PGRI di atas, tidak bisa ditawar-tawar lagi, para guru berkewajiban melakukan revitalisasi terhadap peran dan fungsinya di ruang kelas.

Bahwa, proses tranfer ilmu (transfer of knowledge) tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional dan manual, melainkan sudah harus disesuaikan dengan kondisi kekinian yang sudah memasuki era digital dan serba sophisticated. Dengan kata lain, dalam menghadapi tantangan perubahan dan tren zaman itu, para guru sendiri harus bisa melakukan introspeksi dan terus meningkatkan kecakapannya dalam bidang penguasaan information technology (IT). Tegasnya, seseorang yang gaptek, seharusnya tidak layak lagi menyandang status sebagai seorang guru.

Guru di masa kini hendaknya mampu merevitalisasi peran dan fungsinya sejalan dengan tuntutan kemajuan IT, sehingga dalam interaksi belajar mengajar dengan anak didiknya, dia bisa menyajikan materi pelajaran yang sejalan dengan perkembangan kekinian, sekaligus mampu memberikan motivasi kepada anak didiknya. Bahwa, gurunya juga seorang yang handal dan tidak pernah ketinggalan dalam meng-update perkembangan yang terjadi di sekitarnya dan di belahan dunia lain. Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, bahwa revitalisasi peran dan fungsi guru, merupakan sebuah keharusan. Etake kaltu...(**)

Berita lain dari kategori ini : « From Gempa To Banjir Antara Cebong dan Kampret »

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 4.83 km/h

  • 10 Dec 2018 28°C 22°C
  • 11 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px