Log in

Rekrutmen Parpol Harus Selektif


Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap tujuh tersangka kasus penyelundupan narkoba di perairan Aceh Timur. Satu di antaranya merupakan master Mind yang juga merupakan seorang anggota DPRD Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. "Dia adalah pengendali master mind, bukan penjual," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriyatmoko saat dihubungi, Kamis (23/8). Sementara itu, Partai NasDem langsung memecat Ibrahim Hasan. Selain dipecat dari keanggotaan partai, Ibrahim Hasan juga dipecat dari jabatannya sebagai Anggota DPRD Langkat.

"Surat keputusan sudah turun dari DPP tentang pemberhentian saudara Ibrahim Hasan sebagai kader Partai NasDem dan Anggota DPRD Fraksi Partai NasDem," kata Sekretaris DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST di Medan, Selasa. Terendusnya kiprah Ibrahim sebagai bandar narkoba, yang dalam kesehariannya berstatus sebagai wakil rakyat yang terhormat, jelas mengejutkan banyak pihak. Sebab, hal itu bermakna, yang bersangkutan selama ini berlindung di balik status terhormatnya untuk mengelabui banyak pihak, dalam melakukan perbuatan terlarang.

Kendati demikian, kita sangat mengapresiasi sikap Partai NasDem, yang langsung bertindak cepat memecat yang bersangkutan sekaligus mencabut keanggotaannya di partai besutan Surya Paloh tersebut. Tindakan tegas dan cepat memang harus dilakukan, agar tidak menimbulkan preseden buruk. Tentunya bukan cuma Partai NasDem yang pernah mengalami nasib seperti ini. Hampir semua parpol di negeri ini juga pernah mengalami kabar buruk sedemikian. Misalnya, kader partai yang terlibat dalam perilaku a moral, kriminal, serta kader yang tersandung kasus penyelewengan keuangan negara.

Terciduknya oknum anggota DPRD Ibrahim Hasan, seharusnya tidak hanya menjadi pelajaran berharga bagi Partai NasDem, melainkan juga wajib dijadikan sebagai cerminan oleh partai lainnya di negeri ini, supaya semakin lebih mampu menertibkan anggotanya. Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, pimpinan parpol mulai dari level tertinggi hingga terbawah, hendaknya mampu bersikap lebih selektif dalam melakukan rekrutmen anggota di masa mendatang. Tidak tepat lagi, jika parpol hanya sekadar comot dan dudukkan orang-orang, untuk menjadi kader dan pengurus partai, selanjutnya diberikan kepercayaan menjadi calon anggota legislatif.

Nah, dari rekrutmen bakal calon legislatif menjelang penyusunan bacaleg Pemilu 2019 kemarin, kita bisa menyaksikan sendiri, betapa pimpinan partai dari pusat hingga daerah, terlihat kesulitan dalam memenuhi kuota bacaleg. Alhasil, pertimbangan kualitas intelektual dan moral bacaleg pun diabaikan. Mendulang suara dan kursi sebanyak-banyaknya memang sudah menjadi kewajiban partai. Namun, di balik pentingnya mempertahankan kecukupan kursi sebagai persyaratan memenuhi parliamentary treshold, juga harus disertai dengan adanya rekrutmen yang selektif terhadap para bacaleg. Selektivitas dalam melakukan rekrutmen keanggotaan partai, mutlak harus dilakukan, demi mencegah maraknya para bandit dan orang-orang tak kapabel yang lolos menjadi wakil rakyat dan selanjutnya menjadi pimpinan partai politik. Monggo....(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px