Log in

Prihatin dengan Bencana Madina


CURAH hujan tinggi yang turun kurang lebih seharian, Rabu (7/11), menyebabkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Bukan hanya terjadi banjir dan tanah longsor, hujan yang turun seharian tersebut juga menyebabkan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Saba Pasir Kecamatan Kotanopan, putus total akibat tergerus derasnya air Sungai Batang Gadis. Akibatnya, hingga Kamis (8/11) pengendara yang hendak ke Sumatera Barat atau sebaliknya tidak bisa melewati jalan tersebut. Berdasarkan informasi dihimpun andalas dari Camat Lingga Bayu, Kamal Khan. Daerah yang terparah akibat dampak banjir dan kerugian materi ada di beberapa desa yakni Kelurahan Simpang Gambir 16 rumah hanyut dan 1 rumah hangus terbakar, dan Desa Ranto Sore Sigalala 8 rumah hanyut. Desa Aek Garingging 8 rumah hanyut, Sikumbu 6 rumah hanyut. Pulo Padang 6 rumah hanyut, Tapus 2 rumah hanyut dan 1 unit mobil hanyut. Sementara terkait bencana banjir ini belum diketahui korban jiwa.

"Akibat curah hujan yang tinggi debit air Sungai Batang Natal membesar, sehingga air naik mencapai kurang lebih 1 meter di Kelurahan Simpang Gambir yang notabene ibukota Kecamatan Lingga Bayu,"ujarnya. Baru beberapa pekan lalu, Kabupaten Mandailing Natal dilanda bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan ratusan permukiman warga serta menewaskan sejumlah warga di sana, kini kabupaten pemekaran Tapanuli Selatan ini kembali dilanda bencana banjir, yang tak kalah dahsyat. Tentu, terhadap terjadinya bencana ini, kita menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam, seraya berharap agar para korban diberikan ketabahan.

Namun, pasca keluarnya pernyataan pihak kepolisian seputar akan dilakukannya pengusutan terhadap dugaan terjadinya pembalakan liar, hingga kini belum kita ketahui hasilnya. Sementara, di tengah dilakukannya penyelidikan tersebut, bencana dengan modus serupa kembali terjadi, yakni banjir dahsyat yang menyebabkan infrastruktur jalan menjadi kupak-kapik serta memorakmorandakan permukiman warga. Kita meyakini sepenuhnya, bahwa peristiwa bencana banjir dan banjir bandang yang demikian intensnya terjadi di Kabupaten Mandailing Natal, tidaklah semata-mata sebagai bahagian dari fenomena alam, melainkan kemungkinan besar juga disebabkan dan atau merupakan side effect negative dari terjadinya pembalakan liar, yang menyebabkan gundulnya hutan, sehingga menyebabkan daerah resapan air semakin menipis.

Mencermati fenomena alam yang cenderung kurang bersahabat serta cuaca ekstrem yang kemungkinan masih akan terus terjadi, khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, maka kita mengimbau kepada pihak berkompeten, dalam hal ini kepolisian, agar benar-benar serius dalam mengusut sekaligus menindak para pelaku penggundulan hutan tersebut, agar ke depan banjir bandang tidak lagi menerjang. Di sisi lain, bencana yang terus menerus melanda Kabupaten Mandailing Natal, yang notabene dikenal sebagai "Serambi Mekah'nya Sumatera Utara itu, hendaknya dapat dipetik hikmah dan pelajaran di dalamnya. Bencana yang terus-menerus menimpa hendaknya dapat meningkatkan kesadaran kita, utamanya umat beragama, supaya lebih meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, sebagai implementasi dari Islam rahmatan lil alamin. (**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Nov 2018 27°C 22°C
  • 22 Nov 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px