Log in

Pochettino, Klopp Tenggelamkan Guardiola


Terinspirasi oleh kesuksesan Liverpool menenggelamkan Barcelona, Tottenham Hotspur pun melakukan hal yang nyaris serupa. Yakni melaju ke final Liga Champions usai comeback dramatis dan menyingkirkan Ajax Amsterdam di semifinal. Manajer Mauricio Pochettino dibuat menangis bahagia.

Tottenham melakukan comeback saat menghadapi Ajax di semifinal Liga Champions. Sempat kalah 0-1 di kandang, The Lilywhites berbalik menang 3-2 di markas lawan pada leg kedua. Di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, Kamis dini hari WIB, Ajax sempat unggul 2-0 lebih dulu lewat gol Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech.

Tottenham membalas di babak kedua. Tottenham mampu melesakkan tiga gol balasan ke gawang Andre Onana. Semua gol diborong Lucas Moura yang mencatat hat-trick di laga tersebut.

Pochettino pun menangis bahagia melihat drama yang terjadi."Masih sulit mengatakan sesuatu, emosinya sungguh luar biasa. Terima kasih sepakbola, terima kasih pemain, mereka pahlawan saya. Saya bilang kepada Anda tahun lalu, saya bilang bahwa kami punya tim yang berisi para pahlawan. Mereka memperlihatkannya hari ini, babak kedua sangatlah luar biasa,"kata manajer asal Argentina ini.

Keberhasilan Pochettino mengikuti jejak Jurgen Klopp, sekaligus menciptakan All England Final, bisa disebut telah menenggelamkan catatan prestasi pelatih hebat lainnya di Liga Primer, yaitu Josep 'Pep' Guardiola. Kisah heroik kedua pelatih ini seakan telah menutupi pencapaian yang ditorehkan Guardiola di Manchester City.

Guardiola memang sudah memberikan gelar juara Liga Primer Inggris tahun lalu dan kemungkinan bisa dipertahankan musim ini. Namun, berbekal gelontoran dana melimpah untuk membeli para pemain bintang, manajemen The Citizens memberikan target tinggi kepada Guardiola, yaitu mampu meraih gelar bergengsi, Juara Liga Champions atau setidaknya bisa terus melaju hingga pusingan akhir, seperti dilakukan Klopp dan Pochettino.

Setakat ini, walau telah dibekali para pemain bintang dengan nilai transfer jor-joran, ternyata prestasi tertinggi Manchester City di bawah arahan Guardiola hanya sampai babak perempat final. Prestasi ini tentu dianggap tidak sepadan dengan nilai uang yang telah diinvestasikan untuk membeli para pemain mahal tersebut.

City bahkan berpeluang meraih treble winners musim ini. Yaitu gelar Corabao Cup, FA Cup dan Liga Primer. Tapi, tetap saja manajeman dan fans The Citizens akan merasa inferior setelah menyaksikan pesaingnya, Spurs dan The Reds sukses di Liga Champions. Hal ini mirip dengan apa yang terjadi di Juventus dan PSG. Fans kedua klub ini sudah bosan dengan gelar liga domestik. Mereka menginginkan gelar Liga Champions, yang tak kunjung bisa diraih.

Dalam konteks ini, patut disadari, tolok ukuran kesuksesan tidaklah semata-mata raihan trofi, melainkan sejauh mana gelar yang diraih setara dengan nilai uang yang sudah digelontorkan. Bagi klub gurem sekelas Wolverhampton, bisa mencapai 10 besar, sudah dianggap sebagai prestasi gemilang.

Begitu juga Spurs, Pochettiono akan ditabalkan sebagai legenda (apa pun hasil final nanti), karena untuk pertama kalinya mampu membawa klub ini ke final Liga Champions. Hebatnya lagi, hal itu dilakukannya tanpa disertai transfer pemain musim ini alias hanya berbekal para pemain musim sebelumnya.

Begitu juga Klopp. Dia dianggap sukses, walau belum memberikan trofi juara kepada Liverpool. Pasalnya, selama berada di bawah arahannya, The Reds sudah tiga kali dibawanya ke partai final, yaitu Liga Eropa dan dua kali Liga Champions. Selain itu, Jordan Henderson dkk juga selalu menjadi pesaing utama dalam perburuan gelar Liga Primer. Agaknya gelar juara tinggal menunggu waktu dan dewi fortuna saja.

Guardiola boleh-boleh saja menjadi penguasa di level domestik. Tetapi, reputasinya akan dipertanyakan, jika tak mampu membawa City berprestasi di Liga Champions. Dan, sudah terbukti, ketika Liga Champions sudah memasuki babak akhir, nama Guardiola pun tenggelam oleh prestasi sensasional yang ditorehkan Klopp dan Pochettino. Begitulah...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px