Log in

Pindah Ibu Kota Jangan Sebatas Wacana


Direktur Komite Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah, Robert Eni Jaweng, menuturkan, rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan langkah tepat, guna mendukung pembangunan Indonesia sentris, bukan lagi Jawa sentris.

"Dalam suatu konteks yang lebih besar dan fundamental, ini (pemindahan ibu kota) adalah bagian dari upaya mendorong Indonesia sentris. Sebab, selama ini pembangunan masih Jawa sentris dan Jakarta sentris," ujar Robert dalam diskusi bertajuk "Pindah Ibu Kota nih?" di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Robert menjelaskan, rencana pemindahan ibu kota selaras dengan tujuan Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Artinya, pembangunan di Pulau Jawa dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, akan dilakukan serupa di ibu kota yang baru. Maka dari itu, lanjutnya, pembangunan tidak hanya berpusat di Jakarta atau Pulau Jawa saja, tetapi juga menyebar rata ke daerah-daerah lainnya.

Keinginan untuk memindahkan ibu kota negara Republik Indonesia, biasa sering mencuat ke permukaan, saat banjir besar melanda Jakarta, seperti terjadi saat ini. Keinginan memindahkan ibu kota pun sudah lama menjadi sebuah usulan yang ramai diperbincangkan, dan seperti biasanya keinginan ini hanya berhenti sebatas wacana.

Nah, kini dan ke depan, kita berharap keinginan memindahkan ibu kota ini tidak hanya sebatas wacana, melainkan bisa ditindaklanjuti dengan sebuah perencanaan matang dan pelaksanaan feasibility study yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Rencana memindahkan ibu kota ini hendaknya tidak dilakukan terburu-buru dan bersifat insidentil.

Tentunya lebih tidak naif lagi jika keinginan pemindahan ibu kota ini berkaitan dengan kepentingan politis, sebagaimana disinyalir sejumlah kalangan. Yakni, karena adanya ketidaksukaan terhadap kepemimpinan Anies Baswedan di DKI Jakarta. Semoga tudingan seperti ini tidak mengandung kebenaran dan hanya praduga belaka.

Sebagaimana disinggung Robert Eni Jaweng di atas, pemindahan ibu kota Indonesia ke luar Jawa dalam upaya mewujudkan pembangunan Indonesia sentris dan bukan Jawa Sentris. Artinya, rakyat Indonesia sangat membutuhkan diwujudkannya pemerataan pembangunan, sehingga daerah-daerah lain di luar Pulau Jawa juga mengalami kemajuan signifikan dan selanjutnya bisa disejajarkan dengan kota-kota di Pulau Jawa.

Namun, kita juga meyakini, memindahkan ibu kota negara bukanlah semudah membalik telapak tangan dan tidak bisa selesai dalam waktu yang bersifat segera. Bisa jadi ketika gagasan ini dilaksanakan di era pemerintahan lima tahun ini, yang akan menikmati hasilnya adalah pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan pada lima tahun berikutnya.

Selain itu, rencana pemindahan ini sudah barang tentu juga memerlukan persetujuan DPR-RI. Sebab, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasana yang dibutuhkan untuk mendukung perpindahan itu, dipastikan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bisa jadi jumlahnya mencapai hingga Rp5.000 triliun, bahkan mungkin lebih.

Terkait dengan hal ini, sudah sangat tepat langkah awal yang dilakukan Presiden Joko Widodo menggelar buka puasa bersama para pimpinan lembaga negara di hari pertama puasa atau 1 Ramadan, Senin (6/5). Momen ini dimanfaatkan Kepala Negara sebagai ajang lobi-lobi terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota. Lobi-lobi yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan adanya gebrakan nyata lainnya, diharapkan bisa menghasilkan progress positif, sehingga keinginan memindahkan ibu kota, tidak lagi berhenti sebatas wacana. Semoga...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px