Log in

Pilpres dan Ujian Penegakan Hukum


Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, memenuhi panggilan polisi. Dahnil akan dimintai keterangannya sebagai saksi pada kasus dugaan penyelewengan dana kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia.

Menurut Danhil, pemanggilan dirinya yang kedua kali dalam kasus ini adalah cara polisi menguji daya tahannya. Ia merasa pemanggilan ini sebagai kejahilan polisi padanya. "Polisi lagi menguji daya tahan saya saja, lagi lucu-lucuan. Polisi sedang menguji daya tahan saya saja, sedang melaksanakan tugas tambahan," kata Dahnil di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (7/02).

Sebelumnya dua figur yang kebetulan juga pendukung Prabowo-Sandi, yaitu Ahmad Dhani dan Buni Yani, telah dijebloskan ke tahanan, karena dinilai melakukan pelanggaraan UU ITE. Hal serupa juga menimpa seorang kepala desa bernama Suhartono yang ditahan di Lapas Klas IIB Mojokerto, karena mendukung Sandiaga Uno.      

Ketika pihak oposisi merasa diperlakukan tidak adil, seperti biasanya aparat penegak hukum akan menyampaikan bantahan. Kita tentunya berharap bantahan tersebut benar adanya. Dengan kata lain, jangan sampai muncul tudingan, hukum telah dijadikan sebagai alat kekuasaan.

Apalagi sebagaimana pernah disampaikan Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon, dirinya telah delapan kali melaporkan seseorang yang dianggap telah merugikan dirinya ke pihak kepolisian, namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut dari aparat penegak hukum.

Pasal 28 ayat (1) menyebutkan, Kepolisian Negara RI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis. Pasal itu dijelaskan, yang dimaksud netral, anggota kepolisian bebas dari pengaruh semua partai politik, golongan dan dilarang menjadi anggota dan atau pengurus partai politik.  Jadi, polisi tak boleh terjun ke dunia politik, apalagi kembali ke institusi, setelah terlibat proses politik praktis.

Sesuai dengan ketentuan perundangan tersebut, maka kita merasa perlu menegaskan di sini, bahwa pelaksanaan Pilpres 2019 kali ini merupakan sebuah ujian penting bagi jajaran aparat penegakan hukum, khususnya pihak kepolisian. Sebab, belakangan ini pihak Polri kerap menjadi sorotan.

Munculnya sorotan terhadap pihak kepolisian itu, terkait dengan pelaksanaan Pilpres, hendaknya dijadikan sebagai bahan kajian. Bahwa, pihak kepolisian sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku, hendaknya senantiasa berpegang teguh kepada keharusan untuk bersikap netral.

Dalam konteks ini kita meyakini, jajaran kepolisian akan mampu mengemban amanah itu dengan baik, sehingga pelaksanaan Pilpres nanti berjalan dengan baik dan kondusif, serta siapa pun yang keluar sebagai pemenang, tidak akan terjadi upaya pelampiasan 'dendam' politik. Monggo....(**)    

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px