Log in

Pilkada, Antara Derita dan Gembira


PAN mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu maju Pilgub Jabar 2018. Padahal, sebelumnya PAN sempat mendekat ke Deddy Mizwar. "Melalui perbincangan yang panjang dan ramai, saya juga sudah ucapkan permohonan maaf pada Deddy Mizwar yang dari awal kami sudah deklarasi atas kesepakatan bersama sampai detik-detik akhir dan sampai pagi tadi masih komunikasi intens dengan Deddy Mizwar," ujar Ketum PAN Zulkifli Hasan saat jumpa pers di DPP PAN, Jl Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (9/1). PAN juga pernah menerbitkan SK dukungan terhadap Deddy. Tetapi kini, PAN merapat bersama Gerindra-PKS mengusung Ajat-Syaikhu.

"Tapi dengan segala dinamika Pilkada, saya sudah sampaikan melalui ketua wilayah PAN Jawa Barat, PAN Jawa Barat sudah memutuskan koalisi Gerindra dan PKS, yaitu saudara Drajat dan Syaikhu,"kata Zulkifli seraya menyebut PAN sudah menerbitkan SK dukungan terhadap Ajat-Syaikhu. Perubahan dukungan secara mendadak tidak hanya dilakukan PAN, tetapi juga partai-partai lain. Dan, harus diakui perubahan paling fenomenal dan tragis, dilakukan Partai Golkar dalam Pilkada Sumatera Utara. Yakni peralihan dukungan, dari HT Erry Nuradi kepada Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

Perubahan dukungan secara mendadak itu jelas melahirkan dua hal, yakni derita dan gembira. Pihak yang dicabut dukungannya, jelas merasa kecewa dan kini menderita. Sebaliknya, pihak yang menerima peralihan dukungan, dilanda kegembiraan. Di lain pihak, mereka yang sudah memenuhi persyaratan dan selanjutnya bergegas melakukan pendaftaran pun dilanda kegembiraan. Sementara, pihak-pihak yang gagal mendapatkan perahu, kendati sudah melakukan berbagai manuver dari segala lini, larut dalam kesedihan dan penderitaan.

Tetapi, pada perkembangan selanjutnya perhelatan Pilkada yang melahirkan dua situasi, antara derita dan gembira itu, sejatinya hanya akan berlangsung sesaat. Sebab, ketika hari-hari belakangan ini, para pasangan calon yang bergembira itu, karena sukses mendapatkan perahu dan lolos dalam pendaftaran, pada beberapa bulan mendatang, juga harus siap-siap menuai derita. Dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama lagi, tepatnya pascapencoblosan 27 Juni 2018 mendatang, atau pada 28 hingga 29 Juni, sudah akan kelihatan, siapa dan atau pasangan mana yang berteriak gembira dan mana pula yang menjerit dan menangis meratapi kekalahan.

Dan, yang lebih mengherankan lagi adalah, menyaksikan pasangan kepala daerah yang diprediksi semua kalangan, tidak akan mungkin meraih kemenangan, tetapi tetap saja ngotot mengikuti kontestasi Pilkada, dan untuk itu dia rela menguras pundi-pundi keuangannya. Begitulah hebatnya syahwat kekuasaan melanda para politisi dan banyak pihak di negeri ini. Demi kursi kekuasaan itu, mereka melakukan apa saja yang terkadang sudah keluar dari akal sehat. Tak heran, godaan untuk jor-joran dalam Pilkada itu pula yang akan memberikan penderitaan berkepangan bagi mereka.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 90%

Wind: 11.27 km/h

  • 20 Jan 2018 28°C 22°C
  • 21 Jan 2018 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px