Log in

Pilgubsu dan Situasi Dilematis PPP


Kader Partai Persatuan Pembanguan Sumatera Utara membakar foto ketua umum mereka, Romahurmuziy alias Romi. Aksi ini dilakukan karena PPP tetap mendukung Sihar Sitorus sebagai bakal calon wakil gubernur untuk Djarot Saiful Hidayat bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dewan Pimpinan Wilayah PPP tidak setuju dengan Sihar karena latar belakang agama. Mereka ingin padangan cagub/cawagub yang diusung semua beragama Islam. Karena keinginan mereka tidak digubris Dewan Pimpinan Pusat, maka para pendukung dan simpatisan membakar foto Romahurmuziy di depan Kantor DPW PPP Sumut Jalan Raden Saleh, Rabu (10/1) sore. Selain membakar foto, massa juga menuntut Romi mundur. "Romi menyakiti hati umat Islam Sumatera Utara," kata salah seorang pendemo. Sebelumnya Ketua DPW PPP Sumut Yulizar Parlagutan Lubis menyatakan penolakannya pada Sihar. Menurutnya, siapa pun pasangan yang diajukan akan didukung selama beragama Islam.

Sebagai bentuk protes, Yulizar dan Sekretaris DPW Sumut Jafarudin Harahap memilh tidak menghadiri atau mengantarkan pendaftaran pasangan Djarot-Sihar Sitorus. Ketidakhadiran Yulizar dan Jafarudin kemudian digantikan dengan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Sekretaris yang ditunjuk DPP PPP. Jika mencermati sejarah dan keberadaan PPP sebagai partai Islam berlambangkan Ka'bah, sikap tegas yang diperlihatkan Yulizar Parlagutan Lubis itu sebenarnya sudah sangat tepat, dan memang demikianlah seharusnya dilakukannya sebagai seorang pemimpin partai Islam sejatinya. Diyakini, sikap serupa juga terdapat di dalam diri jajaran pengurus DPP PPP. Dan, agaknya itu pulalah yang menyebabkan DPP PPP agak alot dalam memutuskan sikap memberikan dukungan kepada pasangan Djarot-Sihar. Pasalnya, sebagai parpol yang diajak berkoalisi, seharusnya PPP diberikan peluang mengajukan kadernya sendiri.

Namun sudah menjadi rahasia umum pula, dalam beberapa tahun belakangan ini, PPP tengah dalam situasi konflik (dualisme) kepemimpinan antara kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Kubu Romi belakangan ini lebih eksis, karena selalu 'patuh' dan bergabung dengan koalisi Jokowi. Sementara, Menteri Hukum dan HAM saat ini dijabat Yasonna H Laoly (kader PDIP), yang juga menjadi key factor dalam menentukan keabsahan kedua kubu yang bertikai. Konon, hal inilah menyebabkan PPP dalam situasi dilematis dan kerap sukar menentukan sikap, seperti halnya pada Pilgubsu kali ini. Dengan kata lain, DPP PPP terus dalam situasi penuh tekanan (under pressure), yang menyebabkannya sering berada dalam situasi dilematis dan terpaksa memutuskan sesuatu (kebijakan) yang tidak sejalan dengan aspirasi konstituennya (umat Islam). Situasi dilematis serta sarat dengan tekanan itu pula, membuat PPP sukar melakukan manuver-manuver yang sejalan dengan kepentingan konstituennya dan menyebabkan para politisi PPP harus senantiasa ekstra hati-hati dalam melakukan sesuatu alias cenderung menjadi sangat akomodatif terhadap apa pun yang dilakukan rekan koalisinya. Begitulah...(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 20 Jun 2018 30°C 22°C
  • 21 Jun 2018 28°C 23°C

Banner 468 x 60 px