Log in

'Penyakit' PLN Sulit Disembuhkan


Di Limapuluh, ibukota Kabupaten Batu Bara, listrik dipadamkan sekitar delapan jam. Pemadaman berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB, Kamis (10/8) serta baru kembali menyala sekitar pukul 16.57 WIB. endati sebelumnya pemadaman listrik di Limapuluh sudah sangat sering terjadi. Namun,  pemadaman listrik yang terjadi kemarin hingga memakan waktu delapan jam tersebut, tentu membuat masyarakat kecewa dan prihatin. Pasalnya, banyak aktivitas keseharian masyarakat di Kota Limapuluh, seperti home industry, termasuk kegiatan rutin ibu-ibu di dapur, yang menggunakan arus listrik terpaksa dihentikan. Begitu juga dengan aktivitas di perkantoran jajaran Pemerintahan Kabupaten Batu Bara mengalami hambatan serius dan massif. Sebab, pemadaman yang terkesan semena-mena itu menyebabkan peralatan elektronik di instansi pemerintahan tidak dapat dioperasikan. Dampaknya sangat terasa, utamanya berhubungan dengan pelayanan kebutuhan masyarakat Batu Bara, seperti surat-menyurat dan berbagai urusan lainnya, terpaksa mengalami penundaan.

Sejauh ini, masyarakat tidak mendapat informasi yang jelas dari pihak pimpinan PT PLN di Batu Bara, mengenai penyebab terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung sangat lama dan membuat masyarakat kecewa berat tersebut. Soalnya, kondisi cuaca di Kota Limapuluh dan sekitarnya hingga petang hari kemarin, dalam keadaan sangat cerah. Artinya, faktor gangguan alam tidak menjadi penyebab terjadinya pemadaman. Dalam hal inilah masyarakat di daerah pemekaran Kabupaten Asahan itu berharap, kiranya saat hendak dan akan melakukan pemadaman, apalagi sampai memakan waktu hingga delapan jam, pihak manajemen PT PLN di Batu Bara, hendaknya bisa menyebarluaskan pemberitahuan kepada masyarakat, seputar akan adanya aksi pemadaman.

Sudah beberapa hari belakangan ini penyakit 'byar-pet' listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Sumatera Utara, kembali kambuh. Pemadaman listrik yang tanpa pemberitahuan membuat masyarakat pelanggan sengsara, bahkan terjadi berulang-ulang. Dalam sehari semalam bahkan ada yang sampai empat kali terjadi pemadaman dengan durasi 1 hingga 2 jam. Pemadaman listrik yang terjadi secara sembarangan alias terkesan suka-suka, jelas membuat konsumen menjadi kelimpungan. Betapa tidak, pemadaman arus listrik itu tidak saja menyebabkan masyarakat kewalahan, melainkan juga mengalami gangguan dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Bahkan, pemadaman listrik dengan rentang waktu yang cukup lama itu juga melahirkan dampak sistemik. Tidak saja mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga mengharuskan masyarakat mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli minyak, supaya bisa mengoperasikan genset, atau setidaknya membeli lampu penerangan darurat.

Terkait dengan 'penyakit' PLN di Sumatera Utara ini, memang terkesan sangat sulit untuk disembuhkan. Pasalnya, sudah sangat banyak kalangan, baik dari institusi pemerintahan, akademisi, wakil rakyat, memberikan alternatif solusi mengatasi krisis listrik di daerah ini, namun manajemen PT PLN Sumut, sepertinya tak juga bisa merealisirnya dalam sebuah kebijakan yang bersifat solutif. Buktinya, 'penyakit' PLN hingga kini tak kunjung sembuh. Suatu ketika, konsumen merasakan seolah sudah ada penyelesaian bersifat permanen, setelah beberapa bulan merasakan mulai jarang terjadi pemadaman listrik. Namun, baru beberapa waktu menikmati lancarnya penerangan, mendadak sontak kembali terjadi kegelapan berkepanjangan dan rutin. Apalagi terbetik kabar, penyebab sulitnya mengobati 'penyakit' PLN Sumut kali ini, terkait dengan belum dibayarnya sewa gennset oleh pihak PLN, yang memaksa rekanan menyetop pasokan genset untuk menutupi kekurangan daya PLN Sumut tersebut.

Hal itu bermakna, terdapat mismanajemen atau ketidakmampuan pihak PLN Sumut dalam melaksanakan pengelolaan listrik di daerah ini, yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik. Dengan kata lain, orang-orang PLN sendiri lah yang membuat pemadaman itu sukar dihindari, karena lalai atau malah sengaja tidak membayar sewa genset, sebagaimana dinyatakan pihak rekanan. Nah, terkait dengan hal itu, kita berharap agar pemerintah pusat dalam hal ini Menteri BUMN segera turun tangan mengevaluasi jajaran manajemen PT PLN Sumut, yang sudah terbukti melakukan penataan manajemen kelistrikan di daerah ini. Agaknya, tidak cuma GM PT PLN Sumut saja yang layak segera diganti, melainkan juga jajaran di bawahnya perlu dilakukan pembersihan, selanjutnya memberikan kepeceryaan kepada pihak berkompeten dan clean, untuk memenej PLN Sumut. Patut diingat, selama ini jika konsumen yang lalai membayar tagihan listrik, akan segera dikenai ancaman pemutusan. Jadi, sangat wajar jika petinggi PT PLN Sumut yang tidak becus mengobati 'penyakit' PLN, segera dievaluasi dan dipensiunkan dini.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 23 Oct 2017 29°C 23°C
  • 24 Oct 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px