Logo
Print this page

Pembalak Liar Jangan Dibiar


Pembalakan liar diduga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir bandang yang menerjang Desa Bongkaras dan Longkotan Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi pada pertengahan Desember 2018 lalu.

Sinyalemen ini disampaikan Ketua Korda Indonesia Corruption Watch (ICW) Kabupaten Dairi, Marulak Siahaan, setelah menyaksikan keberadaan potongan balok kayu yang berseraka di lokasi terjangan banjir bandang, ketika bersama sejumlah pekerja media melakukan penelusuran hingga ke arah hulu di hutan Bongkaras, kemarin.

Pada penelusuran dimaksud, ditemukan banyak balok kayu alam yang dari bentuknya merupakan bekas potongan menggunakan mesin, berserak di areal bekas persawahan yang kini telah luluh-lantak tertimbun material longsor.

Di area perladangan yang merupakan akses menuju hutan ditemukan beberapa potong kayu olahan berbentuk papan. Temuan serupa juga didapati pada bagian hulu, beberapa potong kayu olahan tertutup tanah dan bebatuan tetapi ujungnya masih terlihat.

Setiap kali terjadi bencana berupa banjir bandang, hampir selalu muncul anggapan bahwa pembalakan liar sebagai penyebab terjadinya bencana alam yang lumayan dahsyat tersebut. Banjir bandang biasanya tidak hanya meluluhlantakkan permukiman warga, melainkan juga kerap membuat manusia meregang nyawa.

Tak  cuma banjir bandang yang menerjang Desa Bongkaras dan Longkotan Kecamatan Silima Pungga-Pungga Kabupaten Dairi pada pertengahan Desember 2018 lalu. Banjir bandang yang menimpa sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal juga ditengarai disebabkan ulah pembalak liar.

Sinyalemen bahwa pembalakan liar sebagai penyebab terjadinya bencana tersebut, memang sangat beralasan. Pasalnya, setiap kali terjadi banjir bandang, hampir selalu akan banyak kayu gelondongan dan berbagai jenis kayu lainnya yang sudah terpotong rapi, ikut terseret arus deras banjir bandang tersebut.

Terkait hal ini pihak aparat berwajib juga kerap melontarkan dugaan, bahwa pembalakan aliar alias logging sebagai penyebab terjadinya banjir bandang itu. Dugaan ini cukup beralasan, karena sebelum terjadi aksi pembalakan liar, di sekitar desa tersebut, selama ini tidak pernah terjadi banjir bandang dan longsor.  

Namun seperti biasanya pula, kecaman dan pembahasan seputar maraknya aksi pembalakan liar di daerah ini, hanya menghangat ketika terjadi bencana saja. Beberapa saat atau setelah cukup lama berlalu, cenderung dilupakan, dan para pembalak liar pun kembali menjalankan aksinya dengan mulus.

Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, bahwa pihak-pihak terkait (aparat penegak hukum dan Dinas Kehutanan) sebetulnya sudah mengetahui, telah terjadi pembalakan liar yang menyebabkan terjadinya erosi, yang berujung pada mudahnya muncul banjir bandang dan longsor.

Tetapi, sayangnya pembalak liar, terkesan dibiar, dan tidak pernah benar-benar ditindak tegas hingga ke akar-akarnya. Pembahasan seputar pembalakan liar hanya sebatas hangat-hangat tahi ayam. Hmmm.....(**)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com