Log in

Pelantikan Presiden dan Wajah Kabinet


Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin telah resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 dalam sidang paripurna Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR), Minggu (20/10). Kita merasa bersyukur, pelantikan berjalan lancar dan khidmat serta dihadiri sejumlah mantan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia sebelumnya.

Terkait dengan pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI untuk periode kedua ini, tentu banyak harapan yang digantungkan kepada pemerintahan baru. Salah satunya adalah berkaitan dengan pemilihan menteri. Diharapkan, Kabinet Kerja II nanti akan diisi oleh figur yang kuat dan memiliki kualitas hebat. Indikator figur calon menteri yang kuat yakni memiliki prestasi pada bidang yang digelutinya.

Presiden Jokowi harus bisa membuktikan kepada publik sebagai pemimpin yang teguh pada pendiriannya, tidak terkooptasi kekuatan parpol yang terus berupaya merapat dan menginginkan ikut terlibat di dalam kabinet. Hal ini sangat penting untuk menjawab kehawatiran publik seputar wajah kabinet, yang cenderung menjadi ajang bancakan partai politik.

Kembali lagi ditekankan, pada perhelatan Pilpres lalu, sudah sangat jelas parpol mana yang berada di barisan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dan mana pula yang berpihak ke kubu Prabowo-Sandiaga Uno. Dalam hal ini sangat wajar jika parpol yang telah ikut 'berkeringat' mendapatkan porsi menteri yang layak sesuai dengan kontribusinya, turut serta berperan memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Menjadi sangat aneh dan tidak sejalan dengan budaya politik dalam tradisi demokrasi, jika parpol yang dulu berseberangan, justru ikut-ikutan pula (melakukan lobi-lobi) supaya bisa duduk di pemerintahan. Lobi-lobi yang dilakukan ini, jelas bisa membebani Jokowi, sekaligus akan menimbulkan kecemburuan bagi parpol yang sudah ikut berjuang.

Selain tetap memerlukan keterlibatan orang parpol secara proporsional, Kabinet Kerja II idealnya adalah kabinet meritokrasi atau kabinet yang dibentuk berdasarkan kompetensi. Untuk jenis kabinet meritokrasi ini, banyak anak bangsa memiliki kualitas dan ahli di bidangnya yang dapat diajak memperkuat Kabinet Kerja II. Keberadaan para profesional dan ahli di kabinet, akan memberikan citra positif pada kepemimpinan Jokowi sebagai pihak yang berkomitmen terhadap kinerja ketimbang kompromi politik semata.

Di sisi lain, kita juga berharap akan dilakukan regenerasi anggota kabinet. Tidak hanya diperlukan kehadiran wajah-wajah baru yang lebih fresh dan energik, melainkan juga adanya ketegasan Jokowi dalam melakukan pergantian anggota kabinet yang selama ini sudah cukup sepuh dan tidak cukup lincah dalam melakukan gebrakan-gebrakan inovatif dalam mendorong percepatan program kabinet di instansi yang dipimpinnya.

Patut diingat, Joko Widodo sudah memasuki periode kedua jabatannya dan sesuai dengan ketentuan perundangan, tidak akan bisa lagi menjabat sebagai presiden berikutnya. Karena itu, kita berharap wajah kabinet nanti lebih banyak diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dalam bekerja sekaligus mendukung langkah cepat Presiden Jokowi dalam melakukan percepatan realisasi pembangunan di berbagai bidang.

Karena sudah menjadi periode terakhirnya, wajar jika rakyat berharap, Presiden Jokowi akan meninggalkan legacy (warisan) penting di masa kepemimpinannya sebagai presiden selama 10 tahun. Tentunya legacy yang akan ditinggalkan itu, akan selalu dikenang, jika manfaatnya bisa dirasakan seluruh rakyat Indonesia di manapun berada.

Untuk itu, wajah kabinet nanti akan sangat menentukan, apakah Jokowi akan dikenang sebagai presiden yang benar-benar berprestasi, atau justru sebaliknya hanya akan diingat sebagai presiden yang biasa-biasa saja. Karenanya, Jokowi tidak boleh keliru dalam memilih anggota kabinetnya. Monggo...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px