Log in

Pelajaran dari Khabib Vs McGregor


Juara bertahan Khabib Nurmagomedov sukses menggagalkan upaya petarung Irlandia Conor McGregor, untuk merebut kembali gelar kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC). Nurmagomedov mengakhiri pertarungan melalui kuncian brutal lewat cekikan dari belakang (rear naked choke) pada ronde keempat pertarungan yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, AS, Sabtu waktu setempat (Minggu malam WIB). Mcgregor melakukan tap out sebagai tanda menyerah pada ronde ini. Sebelum bertarungung, kalimat bernada ketegasan disampaikan Khabib Nurmagomedov di hadapan fans garis kerasnya McGregor. “Tuhan telah memberi saya segalanya. Alhamdulillah. Saya tahu kalian tidak suka ini. Alhamdulillah. Besok malam saya akan menghancurkan jagoan kalian,”tegasnya.

Penegasan yang disampaikan Khabib ternyata bukan omong kosong belaka, melainkan dibuktikan di arena pertandingan. Khabib tidak hanya sukses memenangkan pertandingan, melainkan juga berhasil membungkam sesumbar dan kelancangan McGregor. Seperti diketahui, McGregor dikenal sebagai pria bermulut lancang. Kebiadaban McGregor kepada Khabib sebelum ini memang sangat menyakitkan hati. Dia misalnya mengucapkan Assalamualaikum sambil mengulurkan wisky kepada Khabib penuh angkuh. Dia juga melakukan provokasi agama hingga memanggil Khabib sebagai teroris, hanya hanya karena ia seorang muslim.

Kegemilangannya menyudahi kesombongan McGregor membuat rekor kemenangan Khabib bertambah menjadi 27, tanpa pernah menderita kekalahan. Dia mencatat 8 kemenangan melalui knockout, 9 dengan submission, serta 10 lewat decision. Lalu, pelajaran apakah yang bisa dipetik dari pertarungan akbar antara kedua jagoan UFC ini ? Dari Khabib, kita memetik pelajaran, betapa pentingnya fokus tetap kepada pertandingan serta pentingnya tekad yang kuat untuk membungkam sesumbar lawan, melalui aksi yang hebat dan berkelas.

Seperti diketahui, McGregor merupakan petarung yang sangat hebat di UFC. Bahkan, karena merasa hebat, dia pun berani menantang petinju Floyd Maywether Jr di atas ring, kendati akhirnya harus menerima kekalahan. Dalam kariernya dia tercatat menorehkan 21 kemenangan dan hanya 4 kekalahan. Sedangkan, pelajaran yang mesti dipetik dari McGregor, adalah keharusan bagi kita, untuk senantiasa menghormati lawan. Seseorang boleh saja bersikap sesumbar seperti dilakukan The Greatest Muhammad Ali dulu. Namun, Ali tidak pernah menyerang agama dan keluarga lawannya, sebagaimana dilakukan McGregor. Sebagaimana kerap diungkapkan 'di atas langit, masih ada langit'. McGregor boleh-boleh saja merasa dirinya sebagai petarung yang hebat. Tapi, faktanya saat berhadapan dengan Khabib Nurmagomedov, dia hanyalah seorang pecundang, yang layak diberikan pelajaran, supaya kapok dan menyadari kelancangannya.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 98%

Wind: 8.05 km/h

  • 20 Oct 2018 30°C 21°C
  • 21 Oct 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px