Log in

Pejabat Jangan Nyeleneh dan Asbun


Terdapat keanehan terlihat atas sikap pribadi Bupati Labuhan Batu, H Pangonal Harahap. Belakangan, selaku public figure yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan itu, dinilai nyeleneh dan lupa dengan kedudukannya. Betapa tidak, selain tidak ingin memberikan tanggapan atas peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-32 yang digelar di Padang, Sumatera Barat, beliau malah mengaku jarang membaca koran. Seperti halnya, Kamis (8/2) saat awak media meminta tanggapannya melalui sosial media WhatsApp atas peringatan HPN yang direncanakan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo itu, dia justru berbicara lain. "Mohon maaf banganda kebetulan aku tidak baca koran dengan kesibukan sehari-hari tak sempat baca bang dan juga mohon maaf kalau saya tidak balas wa dan sms sebab hp saya sering di pegang anak anak maka jarang pegang hp nanti dikirain karna sombong tks," begitu bunyi pesannya yang diterima.

Padahal, kala itu awak media meminta pandangan dan tanggapannya ke depan sehubungan dengan kinerja jurnalis terkait akan diperingatinya HPN ke-32 tersebut. Selaku pejabat publik, saran dan masukan dianggap sebagai pemicu perkembangan dunia jurnalis. Jawaban Pangonal Harahap dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah atas pertanyaan disampaikan wartawan, bisa disebut sebagai jawaban yang nyeleneh dan asal bunyi. Artinya, tidak ada sinkronisasi antara pertanyaan dengan jawaban yang diberikan. Terkait dengan pernyataan Pangonal yang mengaku jarang baca koran, juga patut disayangkan. Sebab, itu berarti dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah di Labuhan Batu, dia sangat jarang mengikuti perkembangan yang terjadi di media mainstream yang masih menjadi bacaan utama di daerah.

Pejabat yang tidak lagi sempat membaca koran, karena banyak kesibukan dan lebih memilih mengikuti perkembangan daerah dan jagad raya, melalui dunia maya (sosial media-sosmed), masih bisa ditolerir. Namun, ternyata Pangonal juga mengaku jarang memegang hp. Nah, itu bermakna, dia juga sangat jarang mengakses berita-berita melalui media sosial. Fenomena pejabat yang suka nyeleneh dan merasa hebat sendiri serta kerap asbun, bukan hanya dilakoni Pangonal Harahap saja, melainkan juga dilakoni para pejabat lainnya di republik ini. Memang sangat banyak orang, yang sering lupa diri dan terlalu disibukkan dengan kegiatan rutinitasnya sebagai pejabat, sehingga lupa dengan keberadaannya sebagai publik figur.

Pejabat yang berstatus sebagai publik figur, sejatinya tidak boleh seenaknya dalam berbicara dan berperilaku. Seorang pejabat harus siap memberikan penjelasan kepada publik, utamanya kalangan jurnalis, berkaitan dengan kebijakan serta pandangannya menyangkut berbagai hal. Pejabat tidak boleh nyeleneh dan asal bunyi. Karena itu, pejabat harus tak boleh berhenti belajar, belajar dan belajar, agar bisa lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi berbagai hal yang berkembang di tengah masyarakat. Begitulah...!(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 16 Aug 2018 30°C 23°C
  • 17 Aug 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px