Log in

Pejabat, Jangan Asal Tunjuk


Terhitung sejak Kamis (9/3), Aduhot Simamora resmi menjabat Wakil Ketua DPRD Sumut menggantikan Zulkifli Effendi Siregar untuk sisa masa periode 2014-2019. Pengambilan sumpah dan janji jabatan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara Dr H Cicut Sutiarso lewat Paripurna Istimewa DPRD Sumut. Namun sangat disayangkan, pengambilan sumpah dan janji jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut yang tersisa lebih kurang dua tahun ini menuai kritikan dari sejumlah elemen masyarakat di daerah ini. Mantan Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut Elfanda Nanda dan Ketua Ormas SAKTI Sumut, Tongam Freddy Siregar menilai, pengangkatan Aduhot Simamora menjadi Wakil Ketua DPRDSU tidak tepat dan terkesan dipaksakan. Sebab, Aduhot disebut-sebut memiliki rekam jejak buruk selama dua periode duduk sebagai wakil rakyat Sumut.

Rekam jejak buruk juga disebut ada pada diri Ria Novida Telaumbanua yang barusan ini dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Kependudukan dan KB Provsu. Yang bersangkutan disebut memiliki track record buruk saat menjadi Direktur RSU Djasamen Saragih Pematang Siantar. Sejatinya, kita sama sekali tidak memiliki kepentingan apa pun terkait dengan pemberian amanah kepada Aduhot Simamora sebagai Wakil Ketua DPRDSU menggantikan Zulkifli Effendy Siregar yang kini mendekam di hotel prodeo, serta Ria Novida Telaumbanua sebagai pimpinan Badan PKKB Provsu. Namun, yang namanya pejabat publik seperti pimpinan DPRD Sumut, kendati sudah menjadi jatahnya partai politik, memang sebaiknya tidak asal tunjuk. Jika benar penilaian LSM dan Ormas di atas, bahwa Aduhot tidak memiliki track record yang baik sebagai wakil rakyat, memang terdapat kesan, pimpinan partai tempat Aduhot bernaung, telah salah pilih.

Memang harus diakui, dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat selama dua periode, sejauh ini tidak terlihat prestasi mengesankan yang ditorehkan Aduhot, utamanya berkaitan dengan kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Sumatera Utara. Tetapi, apa hendak dikata, sistem yang berlaku di negara kita, hak prerogatif penunjukan figur yang dianggap tepat menjadi pimpinan di legislatif menjadi kewenangan penuh pimpinan partai. Tentu, dalam hal ini pimpinan Partai Hanura beranggapan, Aduhot merupakan pilihan terbaik untuk menggantikan Zulkifli Efendy Siregar. Dalam hal ini kita hanya bisa berharap, kiranya Aduhot bisa membalikkan anggapan minor tersebut, dan bertekad memperlihatkan kinerja positif dan maksimal selama mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan di DPRD Sumatera Utara.

Harapan senada juga kita layangkan kepada Ria Novida Telaumbanua. Kendati dinilai tidak memiliki rekam jejak yang cemerlang, bisa jadi Gubsu HT Erry Nuradi memiliki penilaian lain dan meyakini yang bersangkutan akan mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kendati demikian, ke depan kita berharap, pimpinan partai dan kepala daerah, hendaknya tidak asal tunjuk saat memberikan jabatan penting kepada seseorang. Track record yang bersangkutan sebaiknya harus pula dijadikan acuan utama, sebelum mereka diberikan kepercayaan mengemban jabatan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. (**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

28°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 75%

Wind: 11.27 km/h

  • 18 Aug 2017 29°C 23°C
  • 19 Aug 2017 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px