Log in

Parpol Terancam Gembos


Sejumlah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Khittah hijrah ke Partai Bulan Bintang (PBB), besutan Yusril Ihza Mahendra. menjelang Pemilu 2019. Politikus PPP yang bergabung ke PBB berasal dari kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Beberapa politisi PPP Khittah yang hadir ke kantor DPP PBB, Pasar Minggu, dan bergabung ke PBB, di antaranya, Waketum PPP kubu Romahurmuziy, Tamam Achda, mantan sekretaris Majelis Pakar PPP Ahmad Yani dan Anwar Sanusi. Ahmad Yani mengatakan, kedatangannya dan politisi PPP Khittah ke PBB tidak dalam konteks sakit hati atau marah atas kepemimpinan PPP Romahurmuziy ataupun kepemimpinan Djan Faridz. "Kita melihat PPP Khittah ini paradigmanya sama dengan PBB. PBB ini merupakan rumah besarnya umat Islam. Kami merasa cocok dengan PBB," kata mantan anggota Komisi III DPR ini, Senin (16/4).

Yani menegaskan, pihaknya yang resmi bergabung dengan PBB pun siap berjuang bersama kader PBB agar partai berlambang bulan bintang itu bisa memenangkan Pemilu 2019. Politisi PPP yang bergabung ke PBB merupakan politisi PPP dari kubu Romi dan kubu Djan Faridz. Yani menjelaskan, ada sekitar 30 mantan pengurus dan elite PPP yang hijrah pindah ke PBB. Fenomena politisi yang berpindah parpol merupakan hal biasa dan sudah berlangsung sejak lama. Namun, terkait dengan hijrahnya sejumlah politisi PPP ke PBB, agak berbeda dengan hijrahnya politisi senior Partai Golkar Priyo Budi Santoso ke Partai Berkarya. Dikatakan demikian karena keberadaan PPP dalam beberapa tahun terakhir ini memang terus-menerus dilanda dualisme kepemimpinan antara Romahurmuziy dengan Djan Faridz. Belakangan ini kubu Romahurmuziy agak berada di atas angin, karena lebih piawai dalam menjaga komunikasi dan hubungan dengan pihak penguasa.

Namun, hal itu berakibat elite PPP tidak bisa leluasa mengejawantahkan keberadaannya sebagai parpol Islam di tengah masyarakat. Pasalnya, sebagai partai yang tengah terlibat dalam konflik berkepanjangan, PPP harus ekstra hati-hati dan tidak boleh melakukan sesuai yang tidak sejalan dengan selera rekan koalisi mereka. Karena itu sangat bisa dipahami jika sosok seperti Ahmad Yani, Tamam Achda, dan Anwar Sanusi, mulai merasa kurang nyaman dengan kiprah elite PPP belakangan ini, sehingga memutuskan bergabung dengan PBB, di bawah kepemimpinan Yusril Ihza Mahendra. Pilihan mereka bergabung ke PBB sangatlah tepat, sebab partai ini juga sama seperti PPP (sebelumnya), yakni sebagai rumah besarnya umat Islam. Bergabungnya sejumlah nama beken ke PBB, jelas akan membuat partai ini semakin kuat, sebaliknya akan menyebabkan PPP terancam gembos.

Sejatinya tidak cuma PPP yang terancam gembos, melainkan juga sejumlah parpol baru, yang sejauh ini belum kelihatan paradigma dan arah perjuangannya. Bahkan, ada pula parpol baru yang terlalu semangat melakukan manuver yang ujung-ujungnya memuji-muji pemerintah. Padahal, parpol baru seharusnya bisa melakukan manuver yang membuat rakyat menjadi tertarik untuk mendukung dan bergabung. Mari bersiap-siap menyaksikan parpol yang bakalan gembos.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px