Log in

Parpol Jangan Sibuk Berpolemik


PDIP menyebut caleg Partai Gerindra banyak kena kasus. Menurut Gerindra, tiap parpol sebaiknya memperbaiki diri dan tak perlu saling sindir. "Kalau bicara soal kader, tu kan juga ada yang baru masuk jadi kader. Jadi kalau mau dibandingin ya masing-masing, introspeksi diri saja," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12). Dasco pun menjelaskan soal pernyataan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut korupsi Indonesia ibarat kanker stadium 4. Menurut dia, Prabowo tak ada maksud menyindir pihak atau parpol tertentu. "Kalau Pak Prabowo kan ngomong Indonesia sudah parah gitu ya memang. Ini kan nggak cuma bicara sekarang, tapi juga zaman yang lalu," ujarnya.

Sebelumnya, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut PDIP adalah partai yang tidak mencalonkan calegnya yang tersandung kasus korupsi. Dia lalu menyinggung Ketum Gerindra Prabowo Subianto, yang berbicara korupsi saat ini sudah stadium 4. Polemik antar partai politik, utamanya antara PDI Perjuangan dengan Gerindra, memang semakin meningkat belakangan ini. Sebenarnya hal ini bisa dimaklumi, sebab tahun ini memang tahun politik, menjelang perhelatan Pemilu Legislatif dan Pilpres April mendatang.

Namun, polemik antara elite parpol akhir-akhir ini bisa disebut, sudah mengarah pada kecenderungan yang kurang sehat. Pasalnya, antara parpol pendukung petahana dengan oposisi, kemudian terlibat dalam komentar yang saling serang dan menyudutkan. Sebagai contoh, ketika politisi PDI Perjuangan misalnya menyebut Soeharto, yang notabene merupakan mertuanya Prabowo, sebagai gurunya korupsi di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi pernyataan Prabowo Subianto, yang menyebut, korupsi di Indonesia sudah memasuki Stadium IV.

Sudah barang tentu pernyataan tendensius ini mengundang kemarahan pihak-pihak yang masih memendam kekaguman kepada Soeharto, utamanya dua parpol yang memiliki hubungan emosional dengan Soeharto, yaitu Partai Berkarya dan Partai Gerindra. Kelihatannya polemik berkepanjangan antara elite parpol ini, masih akan terus berlangsung, selama dan menjelang perhelatan Pilpres mendatang. Nah, terkait hal ini, sebenarnya sudah cukup tepat apa yang disampaikan politisi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, bahwa semua pihak sebaiknya saling introspeksi.

Dengan kata lain, ketika elite parpol lebih disibukkan dengan polemik dan saling klaim merasa diri lebih hebat dan bersih, sejatinya mereka diibaratkan seperti menepuk air di dulang, terpercik ke muka sendiri. Yakni melakukan sebuah perbuatan yang akan mempermalukan diri sendiri. Artinya perlu disadari bersama, bahwa semua parpol tidak ada yang benar-benar bersih. Ketika semua kader partai sebenarnya relatif sama perilakunya dan masih mengedepankan prinsip, tidak ada teman dan musuh yang abadi, maka elite parpol seharusnya tidak terlalu menyibukkan diri berpolemik dan terjerembab kepada kecenderungan maling teriak maling. Hmmm...(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px