Log in

Parpol dan Mandeknya Regenerasi


Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, menilai kepengurusan DPP PDI-P yang masih diisi oleh mayoritas orang lama, konsekuensinya, jenjang karier politisi daerah akan mandek.

"Seharusnya, kalaupun tidak ada regenerasi dalam pucuk pimpinan struktur partai, paling tidak ada penyegaran di struktur DPP-nya. Dengan ada penyegaran, maka akan ada sirkulasi elite di kepengurusan partai,” ujar Arya, kemarin. Seperti diketahui, struktur pengurus DPP PDI-P periode 2019-2024 didominasi wajah lama.

Contohnya posisi Sekretaris Jenderal yang kembali diisi Hasto Kristiyanto. Kendati demikian, ada enam nama baru dalam struktur DPP tersebut. Namun, mereka sebenarnya juga bukan sosok asing di internal PDI-P. Salah satu nama baru itu yakni Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang ditunjuk sebagai Ketua DPP Bidang Kebudayaan.

Mandeknya regenerasi di tubuh PDI Perjuangan tidak hanya terkait dengan komposisi kepengurusan DPP PDIP yang masih didominasi orang-orang lama, utamanya posisi penting Sekretaris Jenderal yang tetap dipegang Hasto Kristiyanto. Hal serupa juga terjadi di DPD PDIP Sumatera Utara. Japorman Saragih juga diberi kepercayaan kembali mengemban tugas sebagai orang nomor satu di PDIP Sumut.

Namun, yang paling spektakuler tentunya tetaplah Megawati Soekarnoputri, yang sudah genap 20 tahun menjadi ketua umum DPP PDI Perjuangan. Jika periode kepemimpinannya yang ditetapkan hingga 2024, berarti putri sulung Soekarno ini akan menjadi penguasa partai berlambang moncong putih ini sampai 25 tahun, dan tidak tertutup kemungkinan bertambah lagi menjadi 30 tahun. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Partai Gerindra, partai yang berdiri pada 2008 lalu.

Itu bermakna, sang pendiri Prabowo Subianto sudah berkuasa dan memimpin partai ini selama 11 tahun. Begitu juga Partai Demokrat yang berdiri pada tahun 2001, kendati jabatan ketua umum tidak selalu di tangan SBY. Namun, semua orang tahu kontrol penuh terhadap hitam putihnya partai ini selama 18 tahun berada di bawah kendali SBY.

Dengan kata lain, kita hendak menyatakan di sini, bahwa di tubuh partai politik di negeri kita, regenerasi kepemimpinan belum berjalan dengan baik, untuk tidak menyebutnya, mengalami kemandekan. Megawati Soekarnoputri sebagai pendiri dan ikon partai, memang tidak bisa dilepaskan dari PDIP. Namun, akan lebih baik jika kepemimpinan partai ini segera diberikan kepada trah Soekarno lainnya, semisal Puan Maharani atau Prananda Prabowo. Posisi Mega misalnya sebatas sebagai ketua Dewan Pembina.

Hal serupa sudah sepatutnya pula dilakukan SBY melalui Kongres Partai Demokrat nanti. Sosok AHY sudah layak diberi kepercayaan untuk memimpin Partai Demokrat ke depan. SBY yang selama ini dikenal sebagai Presiden Republik Indonesia selama dua periode, sebaiknya hanya memegang jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai, dan jabatan ketua umum diserahkan kepada AHY.

Demikian halnya Partai Gerindra, sudah sepatutnya kepemimpinan partai diserahkan Prabowo Subianto kepada figur-figur muda yang energik dan memiliki masa depan politik yang cemerlang, semisal Fadli Zon atau Sandiaga Salahuddin Uno. Sementara, Prabowo juga sudah selayaknya hanya menjadi figur di belakang layar dan simbol dari partai tersebut.

Mencermati fenomena yang berkembang di tubuh partai politik kita selama ini, sangat kuat terasa, faktor kekerabatan (dinasti) dan like or dislike jauh lebih dominan dalam penentuan jabatan-jabatan penting partai. Dengan kata lain, belum terlihat adanya regenerasi dan penjenjangan yang jelas dalam penentuan posisi di partai.

Kecenderungan sedemikian membuat para politisi terkesan demikian mudahnya berpindah partai, karena mereka merasakan pengabdian di partai tidak akan pernah dijadikan sebagai acuan dalam menentukan jabatan di partai tersebut. Dengan kata lain, tidak berlebihan jika disimpulkan, parpol di negara kita kurang banyak berperan dalam penguatan kualitas pendidikan politik dan demokratisasi, karena mereka lebih sering mempertontonkan monopoli dan arogansi.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px