Log in

Ormas dan Dukung Mendukung


Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Sumut, melalui Ketua Pimpinan Wilayahnya, Zulham Efendi Siregar mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menentukan pilihan politik terkait Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Zulham menanggapi hasil Rapat Koordinasi Wilayah Pengurus Wilayah Al-Washliyah Sumut yang mendukung Jokowi-Ma'ruf. Zulham mengatakan, pada pertemuan tersebut, GPA Sumut diwakili Irwan Ananto Harahap sebagai Wakil Ketua dan Adnan Rasyid yang menjabat sekretaris. "Pada prinsipnya PW GPA Sumut secara kelembagaan belum memutuskan dukungan Politik terkait Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019,"ujar Zulham, Rabu (5/12).

Zulham menjelaskan, GPA Sumut secara oganisasi menurut Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) bersifat independen, tidak berpihak dan tidak berafiliasi terhadap parpol manapun. Terkait pilpres menurut Zulham, pihaknya masih menunggu instruksi pusat. "GPA Sumut secara nasional belum ada mendapat instruksi resmi dari Pimpinan Pusat GPA terkait Pilpres 2019,"jelasnya. Penegasan yang disampaikan Zulham Efendi tersebut merupakan hal yang lumrah. Artinya, sebagai pimpinan GPA di daerah, sangat wajar jika dia tidak ingin memperlihatkan sikap terburu-buru dalam memberikan dukungan terhadap salah satu pasangan capres. Pasalnya, GPA memiliki pimpinan di pusat.

Nah, dalam konteks ini, hasil rapat koordinasi wilayah PW Al-Washliyah Sumut yang menyatakan mendukung Jokowi-Ma'ruf, bisa disebut sebagai langkah yang berani. Tentunya, pernyataan sikap ini juga perlu dihormati, apabila keputusan itu memang sudah menjadi kesepakatan bersama. Kendati sejauh ini, GPA masih terkesan berbeda sikap atau setidaknya belum memutuskan sikap, sebagaimana hasil Rakorwil PW Al-Washliyah tersebut, namun tidak tertutup kemungkinan akan terdapat sikap yang sama. Bahkan, kendati muncul sikap berbeda, hal itu juga merupakan hal yang lumrah di alam demokrasi seperti sekarang.

Terkait dengan merebaknya dukung-mendukung dalam aktivitas atau sikap organisasi kemasyarakatan (Ormas) di negara kita, utamanya di tahun politik saat ini, sesungguhnya adalah hal yang biasa alias tidak perlu disikapi secara berlebihan. Sebab, para ormas tersebut (terutama para elite-nya), tentu sangat berkeinginan memiliki peran menjelang perhelatan pesta demokrasi kita, khususnya pemilihan presiden. Mereka ingin memiliki peran yang riil dan signifikan, agar menjelang dan pascapilpres nanti bisa mendapatkan 'sesuatu', baik keuntungan secara politis maupun ekonomis.

Namun, sekali lagi perlu kita garisbawahi, bahwa manuver dukung mendukung yang dilakukan elite dan pimpinan ormas di negeri ini, belum tentu mencerminkan sikap bersama dari ormas tersebut. Dengan kata lain, sejumlah perhelatan Pilkada yang telah dilaksanakan selama ini, kemenangan tidak ditentukan seberapa banyak parpol dan ormas yang memberikan dukungan atau seberapa tinggi elektabilitas yang dipaparkan lembaga survei. Kemenangan dalam Pilkada dan Pilpres biasanya lebih banyak ditentukan suara rakyat, bukan karena adanya dukung-mendukung oleh ormas. Begitulah...(**)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px