Log in

Oposisi Tak Kompak Petahana


Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menegaskan, partainya serius mencalonkan Amien Rais sebagai calon presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Viva mengungkapkan ada sejumlah alasan kuat bagi untuk mengusung Ketua Dewan Kehormatan PAN itu. "PAN serius mencalonkan Amien Rais 'running for President 2019'," kata Viva Yoga di Jakarta, Ahad (10/6). Viva menilai Amien memiliki integritas sebagai pemimpin nasional, cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan cinta rakyat Indonesia. Menurut dia, Amien memiliki konsep dan kapasitas kepemimpinan dalam memimpin perjuangan bangsa Indonesia menuju pada cita-cita nasional sesuai berdirinya NKRI.

"Amien Rais masih memiliki fisik kuat dan stamina prima dalam beraktivitas sesuai tuntutan kerja. Usia tidak menghalangi dalam menjalankan tugas pokok pekerjaan," ujarnya. Menurut dia, PAN akan memfinalisasi keputusan partai tentang pasangan calon presiden/ cawapres, melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN setelah Pilkada 2018. Pernyataan Waketum PAN di atas menimbulkan tanda tanya. Ada apa dengan PAN ? Bukankah partai ini sebelumnya sudah menggadang-gadang nama ketua umumnya, Zulkifli Hasan sebagai bakal capres. Lalu, kenapa kini dimunculkan lagi nama Amien Rais.

Sementara, seperti diketahui, untuk mengusung capres, PAN (cuma berbekal 7 persen) tidak bisa sendiri alias harus berkoalisi dengan partai lain. Pertanyaannya, apakah partai lain rela memberikan dukungan kepada Amien Rais ? Sementara partai yang potensial berkoalisi dengan PAN, seperti Gerindra sudah memiliki capres sendiri. Sementara, jika berkoalisi dengan PKS, belum memenuhi syarat. Nah, dalam hal ini kita sulit memahami, makna di balik pemunculan nama Amien Rais sebagai capres. Sebab, selama ini banyak kalangan lebih sreg dengan peran tokoh reformasi itu sebagai 'king maker' dan juga bapak bangsa dan tidak lagi menonjolkan diri sebagai capres.

Amien Rais sebagai salah seorang dedengkot oposisi yang akan menghadapi kandidat petahana (Joko Widodo), awalnya diharapkan bersama-sama tokoh lainnya seperti Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono, Yusril Ihza Mahendra, Muhammad Shohibul Iman, dapat menyiapkan strategi jitu memunculkan satu paket pasangan calon yang diharapkan dapat memberikan perlawanan seimbang kepada petahana. Di sisi pemunculan Amien Rais sebagai kandidat capres itu juga disebut banyak diilhami keberhasilan Mahathir Muhammad yang notanene jauh lebih tua dari Amien, sukses menumbangkan rezim penguasa UMNO di bawah kepemimpinan Najib Razak.

Sejatinya apa yang terjadi di Malaysia tersebut bisa saja berlaku di Indonesia, dengan catatan pihak oposisi kompak mengajukan satu paket pasangan calon, dan bukan seperti sekarang, semuanya seperti ingin memunculkan diri dan kelompoknya masing-masing. Perjalanan menuju Pilpres 2019 memang relatif masih panjang. Namun, dari manuver-manuver yang mencuat ke permukaan, termasuk pemunculan nama Amien Rais sebagai kandidat presiden oleh PAN, bisa disebut sebagai sebuah cerminan ketidaksiapan oposisi menghadapi petahana.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Jun 2018 28°C 22°C
  • 26 Jun 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px