Log in

Muzadi dan Pentingnya Menjaga Kebersamaan


Tokoh Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi telah berpulang ke rahmatullah, Kamis (16/3). Ucapan belasungkawa juga datang dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Menurut Haedar, sosok almarhum berjasa besar dalam menjembatani keberagaman di Indonesia. Hal ini disebabkan besarnya pengaruh dan luasnya pergaulan KH Hasyim Muzadi. Kepergian mantan ketua umum PB Nahdlatul Ulama itu menimbulkan duka tidak hanya bagi umat Islam, melainkan juga agama-agama lain. “Saya ikut berduka cita dan mengajak umat Katolik Batu nanti sore, pukul 19.00 WIB, berdoa bersama untuk ketentraman abadi almarhum KH Hasyim Muzadi,”kata tokoh Katolik, Romo Agung Michel.

Tak cuma umat Islam dan kalangan Nahdhiyyin saja, segenap rakyat Indonesia ikut berduka dengan berpulangnya tokoh penting negeri ini, yang selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap upaya menjaga semangat kebersamaan antarsesama warga bangsa. Terbukti, pimpinan Muhammadiyah dan juga tokoh Katolik segera menyatakan sangat kehilangan atas meninggalnya Hasyim Muzadi, yang selama kiprahnya baik sebagai pimpinan PBNU maupun selaku tokoh Islam, sangat banyak berperan dalam memelopori sikap saling toleran antarumat beragama. Hasyim Muzadi memang dikenal memiliki pergaulan luas, tidak saja di kalangan umat Islam, melainkan juga dengan para tokoh agama lain hingga menjangkau ke mancanegara. Seperti halnya Gus Dur, Hasyim Muzadi juga dikenal sebagai tokoh yang moderat dan tidak pernah melakukan klaim-klaim kebenaran kepada umat lain.

Namun, di internal umat Islam khususnya di kalangan Nahdhiyyin, Hasyim Muzadi juga dikenal tegas dalam upayanya yang tak kenal lelah, agar umat Islam selalu berpegang teguh kepada ajaran yang bersumber dari Alquran dan Sunnah. Terkait dengan komitmennya yang selalu menginginkan agar seluruh anak bangsa di negeri ini, mengedepankan semangat kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain, tentu menjadi kewajiban kita bersama untuk terus meneladani pesan-pesan mulia yang selalu ditekankannya tersebut. Spirit dan pesan moral yang terkandung dalam berbagai pokok-pokok pikiran yang kerap disampaikan Hasyim Muzadi, bahwa perbedaan agama, etnis dan golongan yang terdapat di tengah bangsa kita merupakan sebuah keniscayaan, yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan senantiasa mengacu pada sikap saling menghargai dan menghormati.

Dalam kiprahnya sebagai tokoh nasional, sosok Hasyim Muzadi layak disetarakan dengan Gus Dur, Nurcholish Madjid, Ahmad Syafii Maarif, dan sejumlah tokoh lainnya yang selalu komit menjaga keutuhan bangsa, dengan cara senantiasa menekankan pentingnya mengokohkan persatuan di tengah kebhinekaan. Seperti halnya Gus Dur dan Nurcholish Madjid, figur Hasyim Muzadi dapat disebut sebagai Guru Bangsa, yang tidak berkutat pada pemikiran sempit, jumud dan radikal, serta selalu konsisten untuk memperjuangkan nasionalisme dan kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa yang majemuk. Selamat jalan Pak Hasyim Muzadi. Insya Allah khusnul khatimah dan akan mendapat tempat yang layak di sisiNya. Amin ya rabbal alamin....(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 6.44 km/h

  • 29 Mar 2017 27°C 23°C
  • 30 Mar 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px