Log in
Selamat dan Sukses dari BAPPEDA

Musda Golkar Sumut pun 'Memanas'


DPD Partai Golkar Sumatera Utara memutuskan pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) X digelar pada 23-24 Februari 2020 di Hotel JW Marriott Medan.

“23-24 Februari di Hotel JW Marriot jadwal musdanya,”ungkap Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Samsir Pohan di Medan, Kamis (20/2).

Samsir mengatakan, penjadwalan ini sesuai dengan petunjuk DPP yang diajukan Golkar Sumut dan juga sesuai hasil rapat panitia musda. Adapun mekanisme pemilihan ketua, imbuh Samsir, akan dibahas dalam pleno saat Musda. Menurutnya, ada sepuluh syarat yang harus dipenuhi seseorang jika ingin mendaftar sebagai calon ketua Partai Golkar Sumut.

“Syaratnya ada sepuluh, salah satunya mendapat dukungan 30 persen dari pemilik suara," ungkapnya. Sejauh ini, terdapat dua nama yang dikabarkan akan berebut kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025. Mereka adalah Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijeck) dan Wakil Ketua DPRD Sumut Yasir Ridho Loebis.

Beberapa pekan menjelang pelaksanaan Musda Golkar Sumut kali ini diramaikan dengan munculnya sejumlah pernyataan dukungan terhadap dua kandidat kuat. Yakni sosok yang sudah cukup lama berkiprah di Golkar, Yasir Ridho Loebis dengan figur pendatang baru, tapi memiliki posisi strategis, yaitu Wagubsu Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Dari berbagai pernyataan yang mencuat di media massa ini, wajar jika muncul anggapan, pelaksanaan Musda Partai Golkar Sumut kali ini berlangsung cukup 'panas'. Dikatakan demikian karena terkesan terjadi pengelompokan dua kubu yang sama-sama kuat menjelang perhelatan alias penentuan siapa yang akan menjadi nakhoda partai berlambang beringin ini lima tahun mendatang.

Para kader dan pengurus yang bersemangat mendukung Yasir Ridho Loebis untuk menduduki kursi Golkar1 di Sumut mayoritas berasal dari orang-orang yang kini menempati posisi cukup penting dan berpengaruh di DPD Golkar Sumut, dan secara pribadi juga memiliki kepentingan yang sama dengan Yasir Ridho Loebis. Mereka antara lain Amas Muda Siregar, Indra Alamsyah, Isma Fadli Pulungan, dan lainnya.

Sedangkan, mereka yang bersemangat mendukung Musa Rajekshah adalah para politisi Golkar Sumut yang tergusur dan merasa kurang diberdayakan di dalam komposisi kepengurusan yang ada saat ini. Mereka yang getol mendukung Ijeck juga merupakan orang-orang yang dulunya pernah bersama Ajib Shah, saat paman Ijeck ini memimpin Partai Golkar Sumut. Di antaranya Muchrid Nasution, Hanafiah Harahap, Riza Fakhrumi Tahir, Hardi Mulyono, dan lainnya.

Selain itu, terdapat pula kelompok kader dan pengurus partai yang lebih memilih pasif dan menjadi sosok safety player, karena tidak ingin terlibat terlalu jauh ke dalam rivalitas yang tajam dan cenderung 'memanas' itu, karena mereka mengkhawatirkan akan bisa berdampak negatif kepada posisinya yang saat ini tengah nyaman duduk di legislatif atau eksekutif.

Namun sebagaimana diketahui, keberadaan partai di negara kita masih cenderung tergantung kepada apa yang menjadi keputusan atau titah penguasa partai alias ketua umum DPP. Dengan kata lain, apa yang menjadi keinginan atau perintah Airlangga Hartarto sebagai ketua umum, pasti tidak akan mungkin ditolak dan dibantah para pengurus serta para kandidat yang ada.

Karena itu, suasana menjelang Musda Golkar Sumut kita sebut memanas pakai tanda petik ('). Sebab, pada akhirnya bisa jadi pelaksanaan Musda nanti akan berakhir dengan antiklimaks, misalnya ketua DPD Golkar Sumut lima tahun mendatang diputuskan lewat aklamasi. Dalam hal ini Airlangga tidak ingin melihat rivalitas antarkandidat, memicu lahirnya perpecahan di tubuh partai. Hmmm... (**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C