Log in

Mispersepsi yang Merugikan Negara


Salah satu pebulu tangkis ganda putra andalan Indonesia, Mohammad Ahsan, menyebut PB Djarum sebagai satu-satunya klub bulu tangkis Tanah Air yang bersedia menjemput anak-anak berbakat hingga ke sejumlah daerah.

Oleh karena itu, Ahsan sangat menyayangkan ketika pihak PB Djarum dan Djarum Foundation memutuskan untuk berhenti mengadakan audisi pencarian bakat pada tahun depan.

Pihak Djarum Foundation memutuskan tak menggelar kegiatan audisi umum lantaran klaim Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa ajang itu mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok.

Jika benar pihak PB Djarum akan menghentikan pelaksanaan audisi pencarian bakat tersebut, bisa dipastikan yang akan mengalami kerugian adalah seluruh rakyat Indonesia. Sebab, dengan begitu akan semakin minim kegiatan pencarian bakat yang dilakukan, yang bisa berdampak pada terhambatnya regenerasi perbulutangkisan kita.

Pihak Djarum Foundation wajar merasa tersinggung dengan penilaian KPAI, yang seolah-olah mereka telah mengeksploitasi anak-anak untuk mempromosikan merek rokok. Sementara, PB Djarum sendiri selama ini merasa sudah banyak mengeluarkan dana demi kemajuan perbulutangkisan tanah air, ditandai dengan lahirnya beberapa juara dunia dari PB Djarum.

Di pihak lain KPAI mungkin saja juga berada di posisi yang benar, karena memiliki mission sacred melindungi anak-anak dari kegiatan eksploitasi. Namun, pada akhirnya perbedaan pendapat yang terjadi ini, tidak lebih sebagai konsekuensi logis dari adanya mispersepsi atau perbedaan perspektif dalam menyikapi sebuah permasalahan.

Seharusnya sebelum melakukan penilaian dan kesimpulan, perlu terlebih dahulu dilakukan peninjauan dan penelitian mendalam, sekaligus mencermati plus minus yang dihasilkan dari kegiatan audisi pencarian bakat yang dilaksanakan PB Djarum tersebut. Harus diakui, memang terdapat merek rokok dalam kegiatan itu.

Namun, apakah dengan adanya merek rokok, bisa dimaknai anak-anak tersebut telah ikut mempromosikan ? Hal ini tentunya masih bersifat debatable. Tapi, jika dilihat dari track record PB Djarum yang telah banyak melahirkan atlet-atlet bulutangkis berprestasi, seharusnya pihak KPAI tidak perlu terlalu terburu-buru dalam membuat kesimpulan yang berimbas pada adanya penghentian audisi.

Mispersepsi yang merugikan kepentingan bangsa dan negara ini juga sering terjadi dalam berbagai hal, utamanya kebijakan kepala daerah, yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan partai politik dan pihak-pihak tertentu. Seperti kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tetap akan dinilai negatif oleh pihak-pihak tertentu.

Begitu juga dengan Pemprovsu di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah. Apa pun yang dilakukan keduanya, dipastikan akan mengundang penilaian negatif dari beberapa elemen di daerah ini, sehingga yang terus dilakukan adalah melakukan kritikan atau tepatnya selalu mempersoalkan, apa pun kebijakan yang akan dilakukan mereka.

Terkait dengan seringnya terjadi mispersepsi yang merugikan kepentingan bersama itu, kita berharap semua pihak hendaknya dapat menumbuhkan sikap saling menghargai dan tidak terburu-buru dalam melakukan penilaian terhadap sesuatu, yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan mereka. Dalam melakukan penilaian, hendaknya sikap objektif bisa dijadikan sebagai acuan, supaya tidak terkesan asal beda dan cenderung hantam kromo.(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px