Log in

Mewujudkan Pemerintahan Bebas Pungli


Seluruh penyelenggara kepentingan publik di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara harus bebas dari semua bentuk praktik pungutan liar yang meresahkan masyarakat. "Mari kita berantas segala bentuk pungutan liar juga peredaran narkoba,"kata Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH di Stabat, Senin (6/3), ketika mengukuhkan Tim Saber Pungli dan Satgas Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba. Pemkab Langkat, kata Ngogesa, sangat berkomitmen menghapus praktik pungli di seluruh sektor instansi di Kabupaten Langkat, sekaligus menghapus peredaran penyalahgunaan narkotika. "Oleh karena itu sebagai langkah untuk merealisasikannya, Tim Saber Pungli dan Satgas P4GN dibentuk sebagai ujung tombak dari keberhasilan kedua sektor tersebut,"katanya.

Tekad Bupati Ngogesa Sitepu memberantas praktik pungutan liar di jajarannya, tentu patut diapresiasi. Sebagai kepala daerah yang sudah mapan secara ekonomis, karena latar belakangnya sebagai pengusaha, diyakini Ngogesa sendiri memang sudah terbebas dari praktik pungli. Nah, yang menjadi soal adalah, keteladanan atasan yang sudah terbebas dari praktik pungli itu, belum sepenuhnya bisa menular hingga ke pejabat di level bawah. Terbukti, praktik pungutan liar tetap saja dikeluhkan banyak kalangan, utamanya masyarakat yang berurusan dengan aparat pemerintah. Kendala yang dihadapi masyarakat selama ini, jika tidak mau mengeluarkan uang (suap) terhadap para oknum aparatur pemerintahan, lazimnya urusan kerap terkendala dan tidak bisa selesai sesuai dengan harapan. Oknum aparat ini memang kerap tidak meminta, tetapi saat diberikan 'uang pelicin', mereka juga tidak menolak, bahkan urusan bisa lebih cepat dituntaskan.

Mewujudkan pemerintahan yang bebas pungutan liar, memang menjadi harapan kita bersama. Namun, harus diakui pula upaya untuk memberantas praktik pungli hingga ke akar-akarnya, tidaklah semudah membalik telapak tangan. Figur kepala daerah seperti Ngogesa Sitepu, kita yakini memang sudah terbebas dari praktik pungli, karena secara ekonomi, diri dan keluarganya sudah sangat sejahtera. Bahkan, Ketua DPD Partai Golkar Sumut dikenal sebagai sosok yang suka memberi dan bukan meminta. Tetapi, tentunya tidak semua kepala daerah seperti Ngogesa. Terbukti, menurut pengakuan sejumlah pejabat dan kalangan aparatur sipil negara (ASN), jika ingin mendongkrak karier (jabatan dan kepangkatan), mereka sudah terbiasa memberikan upeti (yang bisa dikategorikan sebagai suap/pungli) kepada atasannya.

Bahkan, sudah menjadi rahasia umum promosi jabatan di jajaran pemerintahan, baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota, lebih sering ditentukan oleh seberapa banyak fulus (uang pelicin) yang telah digelontorkan kepada atasan, melalui kurir atau bahkan diduga tak jarang diberikan secara langsung. Agaknya fenomena masih maraknya praktik pungutan liar melibatkan atasan-bawahan inilah, yang perlu dijadikan sasaran utama Tim Saber Pungli yang dibentuk di seantero negeri. Demi mewujudkan pemerintahan bebas pungli, Tim Saber harus berani membidik pejabat tertinggi dan bukan hanya menjaring para pejabat kelas teri. Libasss...(**)  

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 14 Dec 2018 27°C 22°C
  • 15 Dec 2018 29°C 21°C

Banner 468 x 60 px