Log in

Messi, Sang Penguasa Sepak Bola


Javier Mascherano mengatakan Lionel Messi adalah seorang 'penguasa sepak bola', usai keberhasilan 'Sang Messiah' menjadi penyelamat sekaligus penentu keberhasilan Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, Rabu pagi kemarin. Anak didik Jorge Sampaoli sempat tertinggal dulu lewat gol cepat Equador di babak pertama. Namun beruntung, Argentina memiliki seorang jenius dalam diri Messi. Pemain berjuluk La Pulga itu membuat hetrik untuk memastikan timnya menang 3-1 dan lolos ke putaran final Piala Dunia di Rusia tahun depan.

Rekannya di Barca, Mascherano, lantas tak ragu memberikan pujian. "Leo sekali lagi menunjukkan, ia adalah penguasa sepak bola. Sulit untuk menggambarkan kehebatan seseorang seperti Leo, dia amat spesial. Kami akan mengingatnya sebagai pemain yang berbeda. Dia penguasa permainan ini." Penilaian Mascherano benar adanya. Messi memang penguasa sepak bola. Dia layak mendapatkan status sebagai King of Football serta the greatest footballer of all time atas berbagai torehan prestasi yang telah dicatatkannya sepanjang kariernya.

Argentina beruntung memiliki Lionel Messi. Seandainya Messi lahir di Indonesia, mungkin saja negara kita juga akan lolos ke putaran final Piala Dunia. Betapa tidak, ketika posisi Tim Tango kelihatannya berada di lubang jarum dan banyak yang memprediksi akan gagal melaju ke Piala Dunia. Ternyata, berkat kejeniusan sang penguasa sepak bola bernama Lionel Andres Messi, prediksi banyak kalangan, bahwa Argentina akan terpuruk dan gagal melangkah ke Piala Dunia, melenceng 180 derajat. Berkat kehebatan Messi dan seolah karena perjuangannya sendiri, Argentina bisa membalikkan keadaan dan membuat pengamat sepak bola harus menelan ludahnya sendiri, karena Tim Tango akhirnya lolos otomatis, dan tidak harus melalui babak play off.

Keberhasilan meraih kemenangan di kandang Equador juga bisa disebut sebagai sangat istimewa dan sangat mengejutkan, sebab sudah sejak 2001 lalu, Argentina tidak pernah menang saat bertandang ke sana. Dan, lagi-lagi itu semua berkat perjuangan heroik Messi. Harus diakui, Messi memang belum mampu membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia seperti dilakukan sang legenda Diego Maradona. Tetapi, keberhasilan suami Antonella Roccuzzo ini membawa Argentina ke Final Piala Dunia 2014, Copa America 2015 dan 2016, serta juara Olimpiade dan Piala Dunia U-20, jelas bukanlah prestasi sembarangan.

Berkat kontribusi dan produktivitasnya dalam menghasilkan gol, baik selama bermain di Argentina, khususnya saat di Barcelona, Lionel Messi kemudian dinyatakan sebagai pemain terbaik La Liga sepanjang masa, pada Agustus 2017 lalu. Messi dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang sejarah Liga Spanyol, sekaligus mengungguli legenda-legenda La Liga lainnya, termasuk Raul Gonzales dan Cristiano Ronaldo (yang menempati posisi 17).

Kendati sudah memasuki usia kepala tiga dan saat perhelatan Piala Dunia nanti akan berusia 31, namun sepertinya Messi belum akan berhenti memperlihatkan sisi magisnya kepada penikmat sepak bola. Dan, para pecandu sepak bola sejati, sudah tidak sabar menunggu, sensasi lain yang sepertinya akan terus dihadirkan Sang Penguasa Sepak Bola, bernama Lionel Messi. Gracias...Leo !(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 12 Dec 2017 27°C 22°C
  • 13 Dec 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px