Log in

Mengedepankan Tradisi Dukungan Tanpa Mahar


Partai Nasional Demokrat (NasDem) resmi mendeklarasikan Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, di Monumen Bandung Lautan Api Lapangan Tegalega Bandung, Minggu (19/3). Pendeklarasian tertuang dalam Surat Rekomendasi Nomor 020-SI/DPP/Nasde/III/2017. Surat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa kepada Ridwan Kamil. Dalam sambutannya, Saan Mustopa menuturkan deklarasi tersebut momentum bersejarah bagi Partai NasDem yang menjadikan pilkada sebagai misi utama untuk mencari putra putri terbaik bangsa untuk menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing. "Dan hari ini NasDem telah menemukan putra terbaik dari Jawa Barat untuk menjadi calon gubernurnya," katanya.

Menurut dia, dalam mencari putra putri calon kepala daerah terbaik, Partai NasDem mengedepankan politik tanpa mahar karena bisa menghindari biaya politik tinggi. "NasDem ingin mengurangi beban politik kepala daerah karena NasDem tidak mau kepala daerahnya melakukan perbuatan tercela. Politik tanpa mahar bukan sekadar slogan, tapi dibuktikan di Pilkada 2015, 2017 dan 2018,"kata mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat ini. Mengedepankan tradisi memberikan dukungan politik tanpa mahar sebagaimana dilakukan Partai NasDem selama ini, patut dicontoh oleh partai politik lainnya di negeri ini. Pasalnya, apa yang dilakukan Partai NasDem tidak berhenti sebatas jargon, melainkan telah dibuktikan sendiri oleh para kandidat yang telah diberikan dukungan tersebut.

Dan, memang jika partai politik memiliki niat yang tulus untuk mencari figur terbaik untuk menjadi kepala daerah, memberikan dukungan tanpa mahar memang menjadi alternatif terbaik, agar sosok terbaik tersebut tidak sampai menemui ganjalan administratif untuk ikut bertarung dalam Pilkada. Harus diakui, selama ini yang kerap menjadi batu sandungan bagi para figur yang memiliki kredibilitas dan dinilai sangat potensial menjadi kepala daerah, terkait dengan adanya 'persyaratan tidak tertulis', yakni keharusan memberikan mahar kepada partai, supaya mendapatkan dukungan. Tiad mengherankan jika dalam berbagai perhelatan di Tanah Air selama ini, kerap kali tidak muncul kandidat kepala daerah yang terbaik, dan rakyat harus rela memilih sosok 'the best from the bad'. Penyebabnya, tiada lain karena parpol lebih menimbang pada 'mahar' saat memutuskan hendak memberikan dukungan.

Karena itu, kita sangat mengapresiasi tradisi pemberian dukungan tanpa mahar yang dipelopori oleh Surya Paloh melalui Partai NasDem tersebut. Melalui cara seperti ini, diharapkan akan semakin banyak terjaring figur calon kepala daerah terbaik dalam Pilkada, sehingga rakyat tidak sampai keliru dalam menjatuhkan pilihannya. Kendati memberikan dukungan tanpa mahar. Namun, kita juga berharap para kepala daerah yang sudah berhasil meraih kursi kekuasaan itu, tidak pula boleh seenaknya dan melupakan 'sejarah'. Tentu, mereka juga memiliki kewajiban moral untuk mengimplementasikan platform perjuangan partai yang telah memberikan dukungan tanpa mahar itu, sebab lazimnya platform itu juga bertujuan memberikan kebaikan untuk rakyat. Begitulah...(**) 

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 83%

Wind: 6.44 km/h

  • 24 Apr 2017 28°C 23°C
  • 25 Apr 2017 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px