Log in

Mengapa Begal Sulit Dijegal ?


Sejak awal tahun sampai Oktober 2017, Satreskrim Polrestabes Medan mengaku sudah menembak mati 77 pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal. Sedangkan korban pembegalan yang meninggal dunia sekitar 8 orang. "Dalam setahun ini (sampai Oktober 2017) sudah ada 77 tersangka begal yang kita tembak mati. Tidak ada ampun untuk pelaku curas," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah di RS Bhayangkara Medan, Senin (9/10). Meski sudah menembak mati puluhan begal, tapi Kasat Reskrim membantah jika itu mengindikasikan kalau Medan darurat begal. Sebab, sejauh ini pihaknya terus melakukan upaya-upaya memberantas aksi curas atau begal, semisal membentuk tim khusus dan melakukan patroli rutin.

"Selama ini kita sudah melakukan upaya-upaya pencegahan. Namun polisi tidak bisa bekerja sendiri. Butuh bantuan dari para stakeholder untuk menciptakan Medan yang aman dan bebas begal,"katanya sembari memastikan, para pelaku begal umumnya dipicu oleh penyalahgunaan narkoba. Sudah barang tentu kita mengapresiasi keberhasilan jajaran Polrestabes Medan dalam menindak tegas para pelaku begal tersebut. Terbukti, pihak kepolisian sepanjang tahun ini, sudah berhasil menembak mati 77 pelaku pencurian dengan kekerasan alias begal. Namun, walaupun pihak kepolisian sudah memperlihatkan kerja nyata dan sungguh-sungguh dalam mengantisipasi sekaligus menindak para pelaku begal tersebut, tapi dalam perkembangannya, aksi begal itu tetaplah masih sulit dijegal.

Betapa tidak, para pelaku begal kelihatannya tetap membandel dan terkesan tetap melakukan aksinya membahayakan nyawa orang lain, demi bisa mendapatkan hasil rampasan (uang) atau benda yang bisa menghasilkan uang dari aksi kejahatannya itu. Pertanyaannya, mengapa begal begitu sulit dijegal ? Penyebabnya tiada lain adalah sebagaimana disinggung di atas antara lain karena adanya ketergantungan kepada narkoba. Mereka yang sudah dirasuki narkoba, memang bisa melakukan apa saja, demi mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhannya mengonsumsi narkoba. Selain itu, begal sukar dijegal, tentunya tidak terlepas dari kondisi perekonomian masyarakat kita belakangan ini, yang cenderung semakin kesulitan dalam mendapatkan uang (yang halal). Soalnya, lapangan pekerjaan semakin terbatas dan pengangguran pun terus bertambah.

Keharusan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga, tidak jarang memaksa seseorang untuk nekad melakukan apa pun supaya tetap bisa bertahan hidup (struggle for life). Demi mempertahankan hidup, banyak orang terpaksa menghalalkan segala cara. Dengan kata lain, kita hendak menekankan di sini, bahwa maraknya aksi pembegalan, hendaknya tidak hanya dilihat dari aspek hukum dan menyebutnya sebagai tindak kejahatan. Dalam konteks ini, pemerintah pun berkewajiban untuk mencarikan alternatif solusi yang jitu. Percayalah, ketika angka pengangguran bisa ditekan seminimal mungkin dan atau kesejahteraan rakyat semakin meningkat, aksi pembegalan akan berkurang dengan sendirinya dan pihak kepolisian pun tidak perlu lagi direpotkan untuk melakukan jam malam dan razia di sepanjang jalan.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Partly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Oct 2017 31°C 23°C
  • 20 Oct 2017 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px