Log in

Memerangi Hoaks di Medsos


Mabes Polri mengungkap ada 3.500 konten hoaks atau bohong di media sosial. Polri terus berupaya memerangi konten hoaks. "Data terakhir yang krusial ada 3.500 (konten hoaks). Tugas kami adalah memberikan informasi yang benar terkait hoaks itu," kata Karo Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Budi Setiawan, belum lama ini. 

Menanggapi maraknya konten hoaks menjelang masa kampanye Pilpres 2019, anggota timses Prabowo-Sandi, Siane Indriani, menilai kontestasi Pilpres 2019 bukan lagi hal yang asing bagi masyarakat karena kandidat calon presidennya sama seperti pada 2014, yakni Jokowi dan Prabowo.

"Empat tahun lalu kan calon yang sama, artinya sebetulnya masyarakat ini sudah mempunyai pilihannya selama 4 tahun perjalanan, punya pilihan yang pasti," tutur Siane seraya mengungkapkan merebut suara kaum milenial, yang dianggap sebagai swing voters, adalah satu-satunya PR terberat para kandidat Pilpres 2019. "Ini sebenarnya sekarang mencari suara di swing voters, kaum milenial itu.     

Memang harus diakui, berangkat dari kesadaran atau sebuah sebuah kenaifan, selama ini masih terdapat orang atau sekelompok orang, yang menggunakan atau memanfaatkan media sosial sebagai ajang melakukan provokasi atau menghasut orang dan kelompok lain.  

Dengan kata lain, ada juga yang melakukan atau menuliskan sesuatu di akun facebook atau twitternya, hanya sekadar ikut-ikutan mengungkap perasaan ketidaksukaannya kepada seseorang, sekelompok orang, atau pihak pemerintah.

Artinya, kita mendukung sepenuhnya pernyataan Menkumham yang ingin supaya para penghasut di media sosial segera ditindak. Begitu juga dengan langkah Kapoplri meminta jajarannya supaya menelurusi para penyebar kebencian di media sosial.

Keberadaan media sosial sejatinya dimaksudkan sebagai wadah silaturahmi dan aktualisasi diri. Melalui media sosial diharapkan seseorang bisa mengembangkan talentanya, baik dari segi keterampilan, budaya, fotografi maupun pengungkapan pokok-pokok pikiran dan gagasannya.

Media sosial memang tidak sepatutnya dijadikan wadah untuk mengungkap kebencian kepada seseorang dan kelompok atas dasar perbedaan agama dan keyakinan atau sikap politik. Nah, selama ini kecenderungan sedemikian, harus diakui masih sering terjadi.

Karenanya, sangat wajar jika pihak kepolisian merasa perlu mengingatkan, bahwa meraka akan terus memerangi dan memberantas maraknya konten hoaks di medsos. Kita mengapresiasi dan mendukung pihak kepolisian, untuk terus memerangi hoaks.

Namun, terkait dengan upaya penertiban dan langkah preventif dalam mencegah supaya Medsos tidak dijadikan sebagai ajang provokatif, hendaknya tidak dilakukan secara sembarangan dan harus benar-benar dilakukan dengan benar-benar selektif.

Artinya, jangan sampai terjadi kebijakan yang gebyah-uyah dan atau tidak dapat membedakan antara Medsos yang benar-benar hanya mengedepankan sikap kritis dalam menyikapi kondisi sosial masyarakat, dengan Medsos yang benar-benar ingin menyebar kebencian antarsesama. Monggo...(**)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px