Log in

Mari, Berbahasa Indonesia yang Baik


Wakil Wali Kota Binjai H Timbas Tarigan SE menegaskan, kebanggaan untuk menggunakan Bahasa Indonesia, terutama di ruang publik harus terus ditingkatkan. Sebagai warga negara Indonesia yang lahir dan dibesarkan di Indonesia, kita harus bangga menggunakan Bahasa Indonesia. Namun, pada kenyataannya kita justru sering meninggalkan Bahasa Indonesia dan lebih bangga menggunakan bahasa asing. Hal itu dikatakan Timbas Tarigan saat membuka sosialisasi Lomba Wajah Bahasa di Kota Binjai di Aula Balaikota Jalan Jenderal Sudirman, kemarin.

"Mari kita dukung penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik. Kita ganti kata-kata yang menggunakan bahasa asing. Contohnya kata office, kita gunakan kantor, kata I love Binjai, kita gunakan saja aku cinta Binjai,"kata wakil wali kota. Imbauan para pejabat sebagaimana disampaikan Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan dan Balai Bahasa, seputar keharusan menggunakan Bahasa Indonesia di ruang publik, sudah seringkali disampaikan. Namun, seperti biasanya, imbauan seperti itu sangat jarang dilaksanakan. Sebagai bahagian dari Bangsa Indonesia, memang sudah seharusnya kita semua bangga sekaligus berkewajiban menggunakan Bahasa Indonesia di ruang publik.

Sebab, sebagaimana dulu dilontarkan para foundhing father negeri ini, bahasa menunjukkan bangsa. Melalui penggunaan Bahasa Indonesia, sekaligus mempertegas jatidiri kita sebagai Bangsa Indonesia. Terkait dengan keharusan menggunakan Bahasa Indonesia di ruang publik tersebut, tentunya tidak cukup sekadar bisa dan mampu berbahasa Indonesia saja, melainkan akan lebih baik lagi jika didukung oleh kemauan dan kemampuan kita dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sedangkan, bahasa yang baik belum tentu sesuai dengan PUEBI.

Penggunaan bahasa yang baik disesuaikan dengan situasi dan keadaan pada saat kita menggunakan bahasa tersebut. Jadi, bahasa yang benar bukanlah bahasa yang baik, sedangkan bahasa yang baik belum tentu benar. Misalnya, ketika kita bercakap dengan teman, jika kita mengatakan bahasa yang sesuai PUEBI seperti “Apakah kamu memahami tugas yang diberikan oleh guru ? Bisakah kamu mengajari saya?” maka teman kita akan merasa aneh dengan kita karena bahasa yang kita gunakan kaku dan formal. Pada situasi ini bahasa yang sesuai dengan PUEBI tidak baik digunakan.

Bahasa yang baik untuk digunakan adalah bahasa yang akrab dan santai, seperti “Ada nggak yang paham PR tadi? Bisa nggak kamu ajarin ke aku? Dengan kata lain, kita berharap agar penggunaan Bahasa Indonesia yang baik itu bisa diselaraskan antara bahasa lisan dengan tulisan. Dalam hal ini kalangan akademisi dan guru misalnya harus bisa menjadi teladan. Jangan sampai para akademisi sendiri tidak becus dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik. Demi bangsa kita, mari segera berbahasa Indonesia yang baik dalam kehidupan sehari-hari ! Monggo...(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Sep 2018 28°C 23°C
  • 22 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px