Log in

Marhaban ya Ramadan


Tak terasa, sudah setahun berlalu. Kini, bulan Ramadan datang lagi. Insya Allah, besok (Kamis, 17 Mei 2017) segenap umat Islam di seantero jagad akan memasuki bulan suci Ramadan. Kedatangan bulan penuh berkah ini sangat dinanti-nantikan umat Islam yang beriman dan bertakwa kepadaNya.

Ramadan merupakan bulan yang diberikan Allah SWT kepada umatnya untuk menyucikan diri. Menyambut kedatangan bulan kemuliaan itu, umat Islam diharapkan dapat memersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Antara lain kesiapan mental dalam mengisi dan menjadikannya sebagai sarana introspeksi.

Bulan Ramadan adalah kesempatan bagi umat Islam menata diri dengan sebaik-baiknya, dengan cara memahami keutamaan bulan Ramadan. Umat Islam yang beriman dan bertakwa dipastikan akan merasa senang dengan kehadiran kembali Ramadan, dan tak lupa mengucap marhaban ya Ramadan.

Kata Marhaban menggambarkan suasana hati seseorang dalam menyambut kedatangan Ramadan. Yaitu munculnya perasaan rasa senang dan gembira. Sebab, siapa pun yang merasa senang (menyambut Ramadan), maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya disentuh oleh api neraka.

Selain itu, dalam menyongsong dan memasuki bulan suci Ramadan hendaknya dibarengi dengan niat yang kuat, juga disertai dengan adanya saling memaafkan antarsesama. Kendati keharusan saling memaafkan itu, sejatinya berlaku dalam setiap saat.

Sebagaimana disebut di atas, bulan Ramadan adalah bulan pencucian dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW tentang hal itu. Dari Abi Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menegakkan Ramadan dengan iman dan ihtisab, maka Allah telah mengampuni dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)

Kalau Allah SWT sudah menjanjikan pengampunan dosa, maka tinggal memikirkan bagaimana meminta maaf kepada sesama manusia. Sebab dosa yang bersifat langsung kepada Allah SWT pasti diampuni sesuai janji Allah SWT, tapi bagaimana dengan dosa kepada sesama manusia ?

Jangankan orang yang menjalankan Ramadan, bahkan mereka yang mati syahid sekalipun, kalau masih ada sangkutan dosa kepada orang lain, tetap belum bisa masuk surga. Karena itu, supaya bisa dipastikan semua dosa terampuni, maka selain minta ampun kepada Allah di bulan Ramadan, juga meminta maaf kepada sesama manusia, agar bisa lebih sempurna.

Menjelang datangnya bulan Ramadan kali ini, bangsa Indonesia juga kembali dilanda cobaan cukup berat, dengan maraknya teror bom di Surabaya, setelah sebelumnya didahului kekisruhan di Mako Brimob. Tentunya, kita sangat prihatin dan berduka dengan kejadian ini.

Kita berharap momentum kedatangan kembali bulan Ramadan 1439 H ini hendaknya dapat dijadikan sebagai sarana kontemplasi sekaligus meningkatkan pemahaman kita terhadap ajaran Islam yang hakiki. Bahwa, ajaran Islam sangat peduli dengan sesama umat manusia. Umat Islam yang berpuasa dengan imanan wakhtisaban dipastikan tidak akan pernah terlibat dalam tindak kekerasan. Marhaban ya Ramadan...(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Showers

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 26 Sep 2018 30°C 22°C
  • 27 Sep 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px