Log in

Liga Inggris Selalu Unpredictable


Setelah berbulan-bulan libur, akhirnya Liga Inggris atau Premier League kembali bergulir, akhir pekan ini. Arsenal melawan Leicester City menjadi laga pembuka pekan pertama di Emirates, Sabtu (12/8) dinihari WIB. Itu adalah laga Premier League pembuka pertama yang digelar Jumat malam waktu setempat, berhubungan dengan siaran televisi. Pada Sabtu petang, Liverpool akan memulai dengan bertandang ke markas Watford. The Reds tampaknya tidak akan kesulitan merebut angka penuh, apalagi didukung dengan hasil pramusim yang oke di mana mereka hanya menderita sekali kekalahan. Selanjutnya, juara bertahan Chelsea akan memenuhi tantangan Burnley di Stamford Bridge. Masih di hari yang sama, Manchester City akan menghadapi tantangan tim promosi Brighton & Hove Albion di America Express Stadium.

Tim promosi lain akan menjadi lawan bagi runner-up musim lalu Tottenham Hotspur. Harry Kane dkk. akan melawat ke St James' Park untuk mencoba mengatasi tim besutan Rafael Benitez, Newcastle United, Minggu malam. Beralih ke kota Manchester, MU melakoni laga kandang dengan menjamu West Ham United. Selain itu, laga kandang merupakan faktor penting bagi MU dalam persaingan gelar. Mengingat musim lalu, pasukan Jose Mourinho mencatatkan perolehan angka yang amat buruk di Old Trafford. Kelebihan Liga Inggris dengan sejumlah kompetisi sepakbola di Benua Eropa (La Liga Spanyol, Serie A Italia, Bundesliga Jerman, Ligue 1 Perancis, Eredivisie Belanda) dan lainnya adalah, karena siapa yang bakal menjadi juara selalu sulit ditebak (unpredictable).

Sebaliknya di La Liga sangat mudah diprediksi, sebab yang bersaing hanya Barca-Madrid plus Atletico. Begitu juga Serie A selalu didominasi Juventus dan AS Roma. Bundesliga menjadi miliknya Bayern Muenchen-Dortmund, Eredivisie hanya memperlihatkan persaingan PSV, Ajax dan Feyenoord. Sementara, rivalitas yang terjadi di Liga Inggris sangat ketat, agresif dan kompetitif. Dua musim lalu misalnya, terjadi hal yang sangat tidak mungkin terjadi di La Liga atau Bundesliga, tim abal-abal dan kerap terancam degradasi, Leicester justru tampil sebagai jawara Premier League berkat sentuhan tangan dingin pelatih 'tubang', Claudio Ranieri. Kini, jelang bergulirnya Premier League musim ini, beberapa pengamat sepak bola menjagokan duo Manchester (City dan United) akan bersaing ketat menjadi yang terbaik. Namun, seperti biasanya prediksi ini hanya berlaku di atas kertas, sebab Liga Inggris memang unik dan berbeda.

Kompetisi sepak bola di negerinya Lady Diana, yang kecewa melihat perselingkuhan Pangeran Charles ini, selalu sarat dengan rivalitas dan sajian pertandingan yang penuh energi disertai semangat pantang menyerah. Tak heran, jika tim yang berisikan kumpulan pemain dengan gaji jutaan bisa mempermalukan klub yang para pemainnya bergaji miliaran sepekan. Karena itu, sikap jemawa dan merasa yakin bakal menang dan juara, sangat pantang dilakoni klub Inggris. Sebab, hasil Liga Inggris memang kerap membuat miris. Jadi, wajar jika siapa yang bakal menjadi yang terbaik selalu bersifat unpredictable. Begitupun, melihat hasil pra musim serta rekrutmen pemain baru yang dilakukan manajemen klub, tidak berlebihan jika disebut empat klub ini (Liverpool, Chelsea, City, dan MU) paling berpeluang menjadi jawara Liga Inggris 2017/2018. Wait and see....(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

31°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 67%

Wind: 11.27 km/h

  • 24 Aug 2017 31°C 22°C
  • 25 Aug 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px