Log in

Krisis Listrik Tak Kunjung Bisa Diatasi


Akibat adanya perbaikan di Gardu Induk (GI) Gunung Tua, pihak PLN Rayon Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) melakukan pemadaman listrik selama dua hari, terhitung mulai Selasa hingga Rabu (10-11/10). Informasi dari pihak PLN Rayon Sibuhuan, pemadaman listrik berlangsung mulai pukul 08 00 sampai pukul 16.00 WIB, di jalur Gunung Tua, Barunun Tengah sampai Hutalombang. Di GT 2 pemadaman terjadi mulai Pasar Ujung Batu, Kecamatan Sosa, Batang Lubu Sutam, Trans Aliaga dan Trans PIR sampai Desa Pasir Ampolo dan Pasir Jae. Manajer PLN Rayon Sibuhuan, Suprihatin saat dikonfirmasi soal rencana pemadaman ini membenarkan, pemadaman listrik akan dilakukan. "Itu dari Gardu Induk (GI) Gunung Tua. Ada perbaikan,"katanya Tak cuma di Padang Lawas saja, di sejumlah tempat di Kota Medan, kemarin juga terjadi pemadaman listrik, sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Terjadinya pemadaman ini kelihatannya sudah menjadi hal yang rutin di Sumatera Utara, dan tidak diketahui, sampai kapan akan berakhir.

Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, sampai kiamat pun, krisis listrik di Sumatera Utara tetap sulit diatasi alias tidak akan pernah berjalan dengan normal sesuai dengan harapan. Hal ini terjadi, karena permasalahan yang ada tidak pernah benar-benar bisa dituntaskan. Situasi yang dialami Sumut, berbanding terbalik dengan situasi dialami PLN di Jawa Timur. Di daerah ini, ketersediaan listrik justru mengalami surplus atau kelebihan daya pasok hingga 2.600 MW. Hal ini mengacu kepada daya mampu harian Jatim sebesar 8.600 MW dengan beban puncak harian Jatim sebesar 6.000 MW. Manager Senior Public Relation PLN Agung Murdifi menjelaskan, sebagai salah satu kawasan industri yang terus berkembang, ketersediaaan energi listrik yang handal di Jawa Timur menjadi suatu keharusan untuk memberi jaminan kepada pelaku industri dan bisnis dalam mendukung keberlangsungan bisnis mereka.

Surplus listrik yang dialami Provinsi Jawa Timur, jelas merupakan sebuah pukulan telak bagi Provinsi Sumatera Utara, yang tetap mengalami defisit listrik. Akibatnya, ketersediaan listrik di Sumatera Utara tidak pernah mencukupi, sehingga terjadinya pemadaman bergilir tidak pernah bisa diatasi hingga kini. Kondisi Jatim yang mengalami surplus listrik tersebut, tentunya menjadi modal penting bagi daerah yang dipimpin Soekarwo itu, untuk mengundang masuknya kalangan investor. Terjaminnya pasokan listrik merupakan salah satu faktor penting bagi para pengusaha untuk terus berupaya mengembangkan berbagai jenis usaha baru, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Sebaliknya, defisit listrik yang terus-menerus menjadi persoalan krusial di Sumatera Utara, juga menjadi faktor pemicu utama keengganan kalangan investor membuka usaha baru di Sumatera Utara. Hal ini diperparah pula dengan mentalitas para pejabat di Sumatera Utara, yang bolak-bolak harus berurusan dengan pihak aparat penegak hukum (KPK dan Kejaksaan). Tidak optimalnya realisasi program pembangunan di Provinsi Sumatera Utara, khususnya di bidang infrastruktur dan ekonomi kecil menengah, agaknya tidak terlepas dari kondisi kelistrikan di daerah ini, yang masih tetap mengalami defisit dan belum terlihat tanda-tanda segera keluar dari masa-masa penuh keprihatinan tersebut.(**)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 12 Dec 2017 27°C 22°C
  • 13 Dec 2017 29°C 22°C

Banner 468 x 60 px