Log in

Kontroversi Oliver & Pelajaran dari Iturralde


Eduardo Iturralde Gonzalez memberikan pendapatnya tentang penalti menit-menit akhir yang diberikan wasit Michael Oliver di Bernabeu. Menurut mantan wasit Spanyol itu, dorongan Mehdi Benatia terhadap Lucas Vazquez terlalu lemah untuk dianggap sebagai pelanggaran. Real Madrid kalah 1-3 menjamu Juventus di Santiago Bernabeu pada leg kedua babak perempat final Liga Champions 2017/18, Kamis (12/4). Meski kalah, Madrid tetap lolos setelah menang 3-0 di Turin pada leg pertama (agregat 4-3). Juventus unggul 3-0 melalui dua gol Mario Mandzukic menit 2 dan 37 serta gol Blaise Matuidi menit 60. Madrid mendapatkan hadiah penalti di injury time setelah Benatia divonis mendorong Vazquez dari belakang. Cristiano Ronaldo menaklukkan kiper pengganti Wojciech Szczesny dari titik putih.

Benarkah pelanggaran itu pantas berbuah penalti? Lebih dalam lagi, layakkah itu dinilai sebagai sebuah pelanggaran? "Dorongan Benatia dari belakang tidak cukup keras,"kata Iturralde seperti dilansir AS. "Dia (Oliver) tak seharusnya meniup peluit untuk penalti. Penalti yang didapatkan Real Madrid jelas merupakan sebuah kontroversi dan akan terus melahirkan perdebatan panjang di kemudian hari. Bagi Buffon dan para pendukung Juventus, hukuman penalti tersebut dianggap sebagai sebuah keputusan yang sangat kejam dan menyakitkan hati. Sebaliknya, bagi Ronaldo dan pendukung Real Madrid, keputusan memberikan hukuman penalti dianggap merupakan langkah yang sangat tepat. Soalnya, hal itu telah menghindarkan klub kesayangan mereka dari kekalahan yang sangat memalukan.

Ketika mencuat dua penyikapan berbeda dan sama-sama mengklaim dirinya benar. Tentu diperlukan pendapat yang netral dan tidak memiliki kepentingan apa pun. Dalam konteks ini keberadaan Eduardo Iturralde Gonzalez sebagai mantan wasit yang notabene berasal dari Spanyol, layak dikedepankan sebagai acuan. Menurut penilaian Iturralde, dorongan Mehdi Benatia terhadap Lucas Vazquez terlalu lemah untuk dianggap sebagai sebuah pelanggaran. "Wasit Michael Oliver tidak seharusnya meniup peluit untuk penalti,"tegas Iturralde.  Pendapat yang disampaikan Iturralde, yang notabene merupakan sebuah kejujuran. Kendati berasal dari negeri yang sama dengan Real Madrid, namun Iturralde berani menyampaikan kebenaran serta tidak menyimpulkan kebaikan dan keburukan sesuai dengan perspektif kepentingan.

Berani menyatakan kebenaran merupakan sikap yang ksatria. Sikap seperti inilah yang sekarang semakin langhka dan telah ditinggalkan umat manusia. Kebanyakan manusia di muka bumi saat ini lebih suka menganggap sesuatu sebagai sebuah kebenaran, jika hal itu menguntungkan bagi dirinya. Sosok dan track record Michael Oliver sebagai seorang wasit memang sejak doeloe sarat dengan kontroversi. Untunglah muncul pernyataan jujur dari seorang Eduardo Iturralde Gonzalez. Mantan wasit Spanyol ini memberikan sebuah pelajaran berharga bagi kita. Bahwa, nilai-nilai kebenaran tidak boleh tergantung pada suara terbanyak. Kebenaran akan tetap benar, walau orang seperti Oliver telah menodainya. Kebenaran harus terus diperjuangkan, walau suara terbanyak lebih berpihak kepada perampokan dan ketidakadilan.(**)   

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

27°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 82%

Wind: 11.27 km/h

  • 23 Apr 2018 30°C 23°C
  • 24 Apr 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px